alfaone 1

Peluncuran Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP – Makan Bergizi Gratis (MBG)

Peluncuran Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP – Makan Bergizi Gratis (MBG)

Palembang, ExtraNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) resmi mentransformasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi Ekosistem Rantai Pasok Pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP – Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirangkaikan dengan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel di Lanud Sri Herlambang, Palembang, Kamis (30/6/2026).

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah Sumatera Selatan guna menopang keberlanjutan program pangan nasional.

“Jangan sampai rantai pasok pangan ini terhambat. Mari bersama-sama berkolaborasi memelihara ekosistem ini agar ketersediaan dan harga pangan tetap stabil,” ujar Wagub Cik Ujang.

Menurutnya, Transformasi program GSMP didukung oleh pencapaian positif berbagai indikator pembangunan pangan dan ekonomi daerah. Wagub menjelaskan bahwa sejak diinisiasi pada 2021, GSMP yang semula berfokus pada pemanfaatan pekarangan rumah kini telah bertransformasi menjadi ekosistem inklusif.

Program ini menghubungkan petani, peternak, nelayan, UMKM, pesantren, perbankan, akademisi, hingga dunia usaha untuk mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menekan angka kerawanan pangan dan kemiskinan.



 Peluncuran Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP – Makan Bergizi Gratis (MBG)

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa perekonomian Sumsel pada triwulan I-2026 tumbuh solid sebesar 5,34% (yoy), melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi regional Sumatera (5,13% yoy).

Dari sisi IHK, inflasi bulanan Sumsel pada Juni 2026 tercatat melandai ke angka 0,36% (mtm) dari bulan sebelumnya sebesar 0,61% (mtm). Secara tahunan, inflasi berada di tingkat 2,89% (yoy) dan diproyeksikan tetap terjaga dalam kisaran target nasional 2,5±1%.

“Kegiatan ini merupakan bentuk inovasi sinergi dan kolaborasi yang sangat baik. Di tengah ketidakpastian global dan tantangan cuaca seperti dampak El Nino, kemampuan mengubah tantangan menjadi peluang adalah kunci,” jelas Bambang Pramono.

Bank Indonesia merekomendasikan kerangka kerja 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) serta memperkuat Early Warning System (EWS) pengendalian inflasi berbasis model multivariat hasil kolaborasi bersama BRIDA Provinsi Sumsel.

Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, Pemprov Sumsel juga mencanangkan pembentukan Forum Kolaborasi GSMP Provinsi Sumsel serta menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha (Business-to-Business dan Government-to-Government) dalam rantai pasok pangan tersebut.

Sebagai penutup rangkaian acara, Pemprov Sumsel membagikan sejumlah bantuan sarana dan prasarana (sarpras) produksi pertanian kepada kelompok tani dan pelaku usaha lokal untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi pangan daerah.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, jajaran Kepala OPD Pemprov Sumsel, perwakilan instansi vertikal, perbankan, BUMN, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan. (**)

 

lion parcel