oleh

Kampung Inggris Pare – Belajar dari Keramahan Desa #AgungTravelBlog

Ucapan Terimakasih atas suksesnya HPN dan HUT PWI Sumsel ke 75
Awal Desember, dengan tiba-tiba teman mengirip text whatsapp dengan kalimat ajakan yang cukup mendapatkan perhatian.
“Sob, ke Kampung Inggris yuk” isi dalam textnya.
Seketika itu ide kesana yang sudah lama terpendam muncul lagi di kepala, mungkin ini adalah momentum dimana ane harus mengisi waktu menunggu wisuda bulan Maret nanti dengan kegiatan yang bermanfaat seperti ini. Singkat cerita kami pergi berdua saja menggunakan kereta Krakatau St.Pasar Senen – Kediri, berangkat jam 2 siang sampai Kediri jam 3 pagi.

Pesona Simpang Lima Gumul
Sampai jam 3  pagi di st.kediri kami berdua tidur sejenak di bangku sekitar stasiun sampai pagi menjelang, karena memang tidak ada kendaraan menuju Kecamatan Pare jam segitu. Pagi hari menjelang kami mencari informasi bagaimana caranya sampai Pare, selidik punya selidik ternyata langkah yang harus dilakukan adalah mencari bapak tukang becak. Bapak tukang becak memang sudah biasa nongkrong di depan stasiun untuk menyambut anak-anak muda dari luar kota, tujuan mereka turun di stasiun Kediri bukan lain adalah Kampung Inggris Pare.
Setelah naik becak, ngobrol sedikit ternyata bisa juga naik becak sampai ke Kampung Inggris tapi akan lama sampainya karena jarak yang lumayan jauh dari stasiun. Bapak tukang becak menyarankan untuk menaiki mobil angkutan yang biasa mengantar para pelajar kampung inggris, biasanya mobil ini sudah menunggu di pinggir jalan antar kota di sana. Mobilnya biasa saja, tidak ada embel apa-apa tapi memang mereka setiap hari mangkal disana pagi dan sore untuk menunggu para pelajar kampung inggris.
Otw Kediri, with Krakatau

Singkat cerita perjalanan dari Kediri ke Pare cukup menyenangkan, hamparan ladang dan sawah menemani di sepanjang perjalanan. Kami berdua juga sempat melewati Simpang Lima Gumul yang terkenal itu, tertata rapi dan tidak macet sejauh ini lalu lintas di daerah ini cukup menyenangkan dibandingkan dengan Jalan Jakarta yang bikin pusing macetnya.

Sampai di Pare, tepatnya di Desa Tulung Rejo kami langsung menuju Office Mr.Bob, kenapa kesana? Sebenernya yang mesanan program belajar bahasa inggris kita itu si temen ane itu, karena ane sama sekali ga ngerti caranya daftar program di Pare. Mungkin temen ane ini sekedar coba-coba daftar di Mr.Bob, sekedarnya aja yang penting sampai dulu di Pare ada tempat tidur dan tempat belajar.  Singkat cerita kami datang kesana, mengkonfirmasi pendaftaran dan langsung di antar ke Camp kami.
Penjelasan singkat Mr.Bob adalah salah satu dari sekian banyak Lembaga Pembelajaran Bhs Inggris di sana, Kami itu disana mengambil program 1 bulan dan tinggal di Camp 4 Mr.Bob. Di Camp kami harus full bicara bahasa inggris karena akan ada hukuman jika ketahuan bicara bahasa Indonesia, variasi hukuman macam-macam ada setoran vocabulary baru, ada yang membuat Essay, Speech (Pidato), sampai kalau melanggar peraturan yang berat akan dikeluarkan dari Camp. Program di mulai sehabis subuh di Camp, materinya macam-macam ada yang menghafal vocab, morning conversation, speech, listening, sampai sekedar debate kecil dalam bahasa inggris. Sehabis progam pagi selesai kita akan siap-siap mandi dan lain sebagainya lalu berangkat ke kelas masing-masing untuk mendapatkan materi dari Tutor masing-masing tergantung dari program yang telah di pilih dari awal pendaftaran. Biasanya kelas berakhir di Sore hari, setelah malam hari habis isya akan ada program lagi hampir sama seperti kelas pagi tapi di mala mini lebih santai dan kadang dalam beberapa minggu sekali akan ada kumpul seluruh member Mr.Bob.
Teman2 sekelas Mr BoB (Speakup 1)
Secara keseluruhan kesan kami datang pertama kali di Pare, tempatnya sangat asri. Alur kehidupan yang santai, warga yang ramah dan atraktif, lalu lintas yang menyenangkan, anak-anak muda dimana-mana, sepeda mereka terparkir dimana-mana, warung makanan yang banyak dan murah meriah, lingkungan yang positif, pemandangan yang cukup indah, yang paling penting adalah apapun tujuanmu datang ke Pare kamu akan tertular sikap positif yang beorientasi pada masa depan. Karena disana ada banyak sekali pelajar yang datang untuk meneruskan kuliah mereka di Luar (Study Abroad), mereka akan menularkan ke kalian sikap positif mereka sehingga kita akan dengan sangat lapang dada menerima untuk belajar sebaik-baiknya dan dengan cara yang sangat menyenangkan.
Lembaga-lembaga di Pare menggunakan metode pembelajaran aplikatif dan efektif, mereka membuat bahasa inggris lebih mudah di pahami dan membuat kita berani untuk berbicara dalam bahasa inggris. Tidak ada alasan malu dan takut, kita akan dipaksa untuk berbicara walau salah kita tetap akan terus dipaksa berbicara. Saya rasa ini adalah kunci para pelajar disini bisa berbicara inggris secara signifikan dibanding Lembaga komersial di sekitar rumah mereka, karena di Pare kita akan dipaksa untuk berani dan secara alami stimulusnya akan memberikan kita kemampuan berbicara English dengan natural. Modal utama untuk bisa adalah percaya diri dan berani, sisanya akan mengikuti dengan semakin seringnya kita berbicara dan mencari tahu kosakata yang tidak kita ketahui, dan lambat laun mereka akan secara alamiah bisa menempatkan struktur kata yang tepat secara Grammar dan Structure baik dalam bertutur ataupun dalam menulis.
Camp 4 Member
Saya beruntung bisa tinggal di Pare selama 3 bulan, teman saya yang mengajak hanya bisa sampai 1 bulan di Pare karena ada urusan penting di rumahnya. Dan menurut pendapat saya adalah waktu yang paling efektif untuk belajar bahasa di Pare adalah 3 bulan, memang ada kelas yang hanya 2 minggu. Tapi menurut pandangan jika ingin benar-benar ingin bisa berbicara dan tergetnya adalah Study Abroadsilahkan tinggal di Pare selama minimal 3 bulan. 1 bulan pertama belajar dasar-dasarnya (Grammar, Vocab, Confidence), bulan ke 2 fokus ke TOEFLS (PBT) dan bulan ke 3 fokus ke IELTS. Itu sih menurut saya, kalau memang mau benar-benar bisa Speak English Naturally.
Kesan yang paling kuat menurut saya dari Pare adalah beban kita, maksudnya adalah saya merasa belajar di Pare adalah kegiatan yang menyenangkan tidak terbeban  oleh berbagai macam masalah yang kita miliki. Tidak memikirkan perkerjaan, nilai-nilai yang harus bagus, kegagalan kita yang lalu, dan lain sebagainya. Yang kita lakukan hanya belajar dan menikmati kehidupan kita di Pare, becanda bareng temen, makan bareng, jalan-jalan bareng, belajar bareng, tidak memperdulikan apa nilai kita di akhir karena memang tidak ada rapot nilai seperti sekolah ataupun kuliah dan yang paling penting adalah Pare memperkenalkan bahasa sebagai instrument yang menyenangkan dan nyaman untuk kita gunakan sehari-hari.

Cerita ini akan berlanjut – (bersambung)

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya