Warga Desak Kepastian Hukum Sengketa Lahan Sawit, Pemda Pasangkayu Diminta Turun Tangan
PASANGKAYU, Extranews — Polemik klaim lahan perkebunan sawit di Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, terus bergulir dan memicu keresahan warga. Masyarakat menuntut kepastian hukum atas status tanah yang diklaim sebagai tanah adat, guna menghindari konflik berkepanjangan dengan perusahaan.
“Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Harapan kami pemerintah turun tangan serius, supaya ada kepastian. Kalau semua jelas, kami bisa bekerja dengan tenang,” kata Malik, salah satu warga Desa Ako, saat ditemui pada Kamis (28/8/2025).
Keresahan warga kian meningkat seiring tidak adanya kejelasan hukum yang mengatur batas-batas hak atas tanah tersebut. Para tokoh masyarakat menilai pendekatan dialogis dan musyawarah harus diutamakan untuk menghindari potensi gesekan antarwarga.
“Kami tidak ingin ada keributan. Yang kami minta hanya kejelasan status lahan, supaya tidak ada lagi kecurigaan. Kalau bisa selesai dengan musyawarah, pasti lebih baik,” tegas Taufiq, tokoh pemuda Desa Ako.
Merespons situasi tersebut, pihak Pemerintah Daerah Pasangkayu menyatakan akan turun tangan sebagai mediator dan menjamin proses penyelesaian dilakukan secara terbuka.
“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga kondusivitas. Masalah ini memang kompleks, tapi solusinya adalah musyawarah terbuka dan transparan. Tidak boleh ada pihak yang merasa ditinggalkan,” ujar Yasin, perwakilan Pemda Pasangkayu.
Ia menambahkan, Pemda akan segera berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan instansi terkait lainnya untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami pastikan setiap langkah yang diambil tetap berpihak pada kepentingan bersama, bukan hanya satu pihak saja,” imbuh Yasin.
Masyarakat berharap, langkah cepat pemerintah bisa menghindari konflik horizontal yang merugikan warga kecil. Sudirman, seorang petani setempat, menegaskan pentingnya solusi adil.
“Kalau ada kepastian hukum, kami yakin masalah ini bisa selesai baik-baik. Yang penting jangan sampai merugikan masyarakat kecil,” ujarnya.
Situasi keamanan di Desa Ako saat ini masih kondusif, namun warga menekankan pentingnya kejelasan hukum agar aktivitas perekonomian dan sosial bisa kembali berjalan normal tanpa kekhawatiran. Fir









