oleh

Gunung Papandayan (Galeri Perjalanan) – Mt.Papandayan (Travel History)

Memadu dingin dan kabut, bersenda gurau dengan kabut dan diam dalam kesunyian hembusan hujan. Berdiam diri di wadah alam Papandayan menyadarkan saya, kita hanyalah bulir kecil yang terjebak dalam beton-beton tua, kesendirian di tengah keramaian dan kebohongan hiruk pikuk dunia buatan. Berpijak di tanah basah sana, aku tersadar manusia haruslah berjalan dan jangan biarkan diam berdiam dalam kenyamanan. Mencari sesuatu lekas mendekap kesunyian cinta tuhan semesta alam, disediakan oleh dia hamparan rumput basah dan luas, disiapkan olehnya udara dingin bersih, dihamparkanya oleh dirinya terbit matahari dan awan yang berbaris di bawahnya. Hitam, ungu, biru, merah, oranye dan kuning menyatu menjadi satu keindahan. Terima kasih Raya..
Bunga Edelweiss yang belum mekar, jangan dipetik ya 🙂
Rasakan hujan yang dingin papandayan, sangat membuat hati nyaman, rasanya sangat betah disana mendung yang dingin dan kabut yang tiada habisnya menjadikan Papandayan terasa ajaib.
Kabut yang meneduhkan di Pondok Saladah
Berita Terkait!:   Objek Wisata Sumsel Bagus! dan Rugi Kalau Tak Kamu Kunjungi

Kabutnya ga abis-abis,, foto di atas itu sedang cerah, waktu saya kesana waktu itu kabut itu menutup pandangan 7 meter ke depan, benar-benar pekat, seperti film horor, hehe… Pondok Saladah cantik sekali pada saat kondisi seperti ini…

Embun yang menempel di daun-daun pertunjukkan pagi hari yang indah di Papandayan
Pakis, tanaman yang tumbuh disekitar camp, membantu untuk menutupi cuaca dingin yang menusuk, mereka cukup banyak tersebat disekitar camp. bisa juga di masak, tapi jangan deh biarkan dia tumbuh seperti itu. Pakis itu termasuk tanaman yang hidup sejak jaman purba loh dan masih bertahan sampai saat ini…
Kuntum Edelweiss yang basah oleh hujan.. Sahdu sekali..
Inilah maskot papandayan, padang edelweiss. Salah satu kelebihan Gunung Papandayan adalah spot kebun edelweiss yang luas dan banyak sekali. Cukup terawat disini, banyak traveller blog menyebutkan bahwa kalau ingin melihat spot edelweiss terbaik di Indonesia salah satunya adalah Papandayan.
Tunas Edelweiss
Embun yang menghiasi pucuk-pucuk Edelweiss menjadikan bunga ini cantik sekali, pendar-pendarnya sangat mempesona, hanya yang saya tidak tahan rasa dinginya itu luar biasa, sulit sekali memfoto sambil menjaga agar tubuh tidka bergetar kedinginan. hehe

Add caption
Berita Terkait!:   Merbabu dalam Kamera - Merbabu in Camera #AgungTravelBlog

Lanskap Papandayan yang cantik, hamparan hutam yang hijau dan bentang alam yang luar biasa mempesona. Kalian ga akan nyesel deh kalau kalian sering mampir disini, cantik sekali, betah berlama-lama menatap hamparan pohon seperti ini.

Bunga Basah
Itulah sekilas galeri foto saya di Papandayan, hanya sedikit tidak terlalu banyak tapi mudah-mudahan membuat kalian sadar kalau kita itu harus menjaga alam yang seperti ini. Siapa yang ga mau balik lagi ketempat ini 20 tahun kemudian untuk mengenang keindahan Papandayan. 
Yuk kita jaga alam kita, jangan buah sampah sembarangan, jangan buang sampah digunung, jangan merusak apapun yang ada disana, mendakilah dengan bijak, mendekatlah dengan alam lebih dekat. 🙂
Happy Hiking..

Komentar