HUT Kemerdekaan RI ke 81 Tahun 2026
alfaone 1

Arab Saudi, Turki dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan Bersama di Makkah

Arab Saudi, Turki dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan Bersama di Makkah

 

MAKKAH-ARAB SAUDI, ExtraNews – Arab Saudi, Turki, dan Pakistan telah menandatangani kesepakatan pertahanan bersama yang menegaskan komitmen ketiga negara untuk memperkuat keamanan kolektif serta menghadapi berbagai bentuk agresi. Kesepakatan bersejarah itu ditandatngani di Makkah, Arab Saudi.

Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam pertemuan antara Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif di Istana Safa, Makkah, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka kunjungan Presiden Erdogan dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif ke Arab Saudi atas undangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Dalam pernyataan bersama ketiga negara yang diterima Republika dari Direktorat Komunikasi Republik Turki, kesepakatan pertahanan tersebut disebut mencerminkan kehendak bersama untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera sekaligus memperkuat keamanan kolektif.

“Kesepakatan Pertahanan Bersama” itu didasarkan pada hubungan historis yang mendalam antara ketiga negara, ikatan persaudaraan dan solidaritas Islam, kepentingan strategis bersama, serta kerja sama pertahanan yang telah berlangsung lama.

Salah satu poin paling penting dalam kesepakatan tersebut adalah klausul pertahanan kolektif. Dalam kesepakatan itu, serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Klausul tersebut dirancang untuk memperkuat daya tangkal kolektif terhadap seluruh bentuk agresi.

“Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat daya tangkal kolektif terhadap segala bentuk agresi dan menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap dilakukan terhadap ketiga negara,” demikian pernyataan bersama tersebut.

Selain komitmen pertahanan kolektif, ketiga negara juga sepakat mengembangkan kerja sama pertahanan dalam seluruh dimensinya.

Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan bersama, sekaligus mendorong perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan maupun di luar kawasan.

Pertemuan di Makkah tersebut juga membahas hubungan istimewa antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan serta sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama.

Ketiga negara menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bertumpu pada hubungan historis dan persaudaraan yang telah mengikat mereka. Solidaritas Islam serta kepentingan strategis bersama juga menjadi landasan bagi penguatan kerja sama pertahanan.

Penandatanganan pakta ini menandai langkah lebih jauh dalam hubungan keamanan ketiga negara. Dengan adanya klausul bahwa serangan terhadap satu negara dipandang sebagai serangan terhadap seluruh pihak, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan memperlihatkan keinginan untuk membangun mekanisme pencegahan dan pertahanan bersama yang lebih kuat.

Kunjungan Erdogan dan Shehbaz ke Arab Saudi berlangsung pada 7 Agustus 2026, setelah sebelumnya kedua pemimpin mendapat undangan dari Raja Salman. Pertemuan kemudian digelar di Makkah dengan Mohammed bin Salman sebagai tuan rumah.

Jika Pakistan, Turki, dan Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan trilateral, hal itu akan menghubungkan tiga negara terbesar di kawasan tersebut, yang masing-masing memiliki keunggulan unik.

Arab Saudi, yang kaya akan minyak, merupakan satu-satunya negara anggota G20 di dunia Arab serta tempat bagi Mekkah dan Madinah, dua kota paling suci dalam Islam.

Pakistan adalah satu-satunya negara bersenjata nuklir di dunia Muslim. Turki, yang wilayahnya membentang melintasi Asia dan Eropa, memiliki kekuatan militer terbesar kedua di NATO.

Baik Islamabad maupun Ankara kini muncul sebagai produsen dan eksportir senjata utama. Secara historis, Pakistan memiliki hubungan erat dengan Arab Saudi maupun Turki. Namun, kedua negara yang disebut terakhir itu tidak selalu memiliki pandangan yang sejalan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung protes rakyat pasca-Arab Spring, sebuah gerakan yang dipandang Riyadh sebagai ancaman terhadap sistem pemerintahan monarkinya.

Satu dekade lalu, Arab Saudi dan UEA bekerja sama untuk melawan Turki di Libya. Mereka juga mendukung Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, seorang mantan jenderal yang pernah dikecam oleh Erdogan.

Namun, peta aliansi di kawasan ini telah mengalami perubahan drastis. Erdogan dan Sisi kini semakin mendekat di tengah kekhawatiran bersama mengenai agresi Israel di Gaza—yang diakui sebagai genosida oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, kelompok hak asasi manusia, dan para sejarawan. Serangan Israel yang lebih luas terhadap Lebanon, Suriah, dan Iran juga meningkatkan kekhawatiran tersebut.

Arab Saudi dan Turki mulai memperbaiki hubungan mereka sekitar tahun 2021.

Menurut para pejabat yang dikutip Aljazirah di Ankara, perkembangan situasi di kawasan ini memang telah mendorong negara-negara tersebut untuk bersatu. Situasi pasca-7 Oktober telah mengubah kawasan ini secara drastis, terutama akibat tindakan dan ekspansionisme Israel.

Kini, terdapat pula krisis di Selat Hormuz dan serangan yang terus berlanjut terhadap Iran, serta respons Iran terhadap negara-negara di kawasan tersebut.

Jadi, ada berbagai faktor kebutuhan yang saling bertemu dan mendesak ketiga negara besar ini untuk bersatu serta menandatangani perjanjian yang mengikat ini. Seorang pejabat Turki mengatakan kepada Aljazirah bahwa untuk saat ini, belum ada rencana bagi negara lain untuk bergabung dalam pakta tersebut.

Namun, pejabat itu menambahkan bahwa negara-negara seperti Qatar, Mesir, dan lainnya sebaiknya bergabung; ia juga menyatakan keterbukaan untuk menerima lebih banyak anggota guna membentuk aliansi regional dan membangun kemampuan pencegahan.

Kebijakan pertahanan terintegrasi ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan diplomatik antaranggota, termasuk melalui upaya diplomatik yang terpadu saat terjadi krisis. Banyak pihak di ibu kota Turki ini menilai bahwa ini merupakan momen yang menentukan, bersejarah, dan sangat krusial. (*)

 

 

lion parcel