Ketua JMSI Sumsel: Mendesain Berita Harus Punya Angle Menarik dan Dampak Luas untuk Kepentingan Publik
PALEMBANG, Extranews — Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Selatan Dr. Firdaus Komar menekankan pentingnya memilih angle yang menarik dalam mendesain berita digital. Namun menurutnya, menarik tidak boleh mengorbankan unsur penting dalam berita.
Hal itu disampaikan Firko, sapaan akrabnya, saat menjadi narasumber dalam kegiatan “Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan” di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (6/8/2026).
Menurut Firdaus, ada dua patokan utama agar berita digital diminati publik.
“Pertama dari dampak narasi berita tersebut. Dari aspek dampak, makin banyak dan luas publik yang berkepentingan dengan berita tersebut maka makin menarik,” jelas Firko.
“Kedua, narasi berita didesain agar lebih spesifik. Makin spesifik skop topik berita, makin menarik dan membuat publik lebih tertarik untuk membaca,” tambahnya.
Ia menegaskan, di era digital saat ini media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga relevan dan punya nilai guna bagi pembaca.
FUSHPI UIN Raden Fatah Dorong Branding Lewat Publikasi Digital
Kegiatan yang mengusung tema “Penulisan Publikasi Berita Digital sebagai Upaya Penguatan Branding Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam” ini digelar di Ruang Rapat Gedung FUSHPI B. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta mutu kehumasan Tenaga Kependidikan dalam mendukung citra kelembagaan.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Dekan II FUSHPI UIN Raden Fatah, Dr. John Supriyanto, M.Ag. Dalam sambutannya, Dr. John menegaskan publikasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan ujung tombak membangun branding fakultas.
“Kegiatan peningkatan kompetensi ini sangat penting untuk membangun dan memperkuat branding fakultas kita. Saya tegaskan, jangan sampai kegiatan ini hanya sekedar menjadi acara seremonial semata yang setelahnya tidak ada tindak lanjut. Harus ada hasil nyata,” tegas Dr. John.
Ia berharap output pelatihan ini dapat mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Fakultas, yang pada akhirnya mendongkrak reputasi dan akreditasi institusi.
Dengan pelatihan ini, FUSHPI UIN Raden Fatah berharap para tenaga kependidikan mampu menjadi ujung tombak informasi yang kredibel, menarik, dan berdampak bagi penguatan branding fakultas.
Pada sesi pertama, menghadirkan praktisi media Dwitri Kartini, S.E., Ak., Dalam paparannya, Dwitri menyoroti bahwa penulisan berita digital saat ini harus cerdas dan adaptif mengikuti algoritma mesin pencari atau SEO, serta algoritma media sosial.
“Narasi digital yang dibangun secara konsisten adalah kunci. Konsistensi dalam mempublikasikan capaian dan kegiatan akademik akan sangat berdampak pada pembentukan reputasi keilmuan dan meningkatkan nilai tawar institusi itu sendiri di mata masyarakat,” jelas Dwitri.
Ia juga membagikan strategi taktis untuk tim humas, salah satunya kedisiplinan waktu publikasi. Menurutnya, penting memposting berita atau konten media sosial di golden time, yaitu jam-jam di mana audiens target berada pada puncak aktivitas online.
Tak ketinggalan, Dwitri juga membagikan trik membuat angle berita dan cara meracik konten visual maupun tekstual yang mampu memikat atensi pembaca sejak detik pertama.Fir










