Pasang Iklan Murah Meriah
OPINI  

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA: MENELADANI ASHABUL KAHFI (Kisah Pemuda yang Beriman), Dra. Anisatul Mardiah, M.Ag, Ph.D, dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang

41046158 5613 4950 8CF1 F837E8ACCB3F

Dra. Anisatul Mardiah, M.Ag, Ph.D, dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang

Pengantar

“Apabila ingin melihat suatu negara di masa depan, maka  lihatlah  pemudanya  hari  ini.”

(Yusuf Qardhawi, Ulama Besar Mesir)

Perubahan suatu bangsa tidak lepas dari peran para pemuda. Pemuda sudah terbukti sebagai aktor penting yang memberikan warna terhadap kemerdekaan dengan IkrarPemuda 1928  yang lebih dikenal dengan Sumpah Pemuda. Usia mereka yang mengadakan Kongres Pemuda itu ada di kisaran 20 tahunan. Bila dilihat dari usia para pemuda saatkongres saat itu masih remaja. Mohammad Hatta menyebut peristiwa ini dengan sebuah letusan sejarah. Adanya Sumpah Pemuda menjadi tonggak besar dalam perjuangan Indonesia meraih kemerdekaannya. Sumpah Pemuda menumbuhkan semangat juang kaum muda yang kemudian menyatukan elemen bangsa. Islam memberikan perhatian dan perlakuan khusus bagi pemuda. Bahkan dalam al-Qur’an disebutkankisah para pemuda dalam surah al-Kahfi.    

Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah, yang tengah mengalami penindasan agama sehingga mereka mengasingkan diri ke dalam sebuah gua yang tersembunyi. Menurut Syeikh Muhammad Al- Ghazali, sekurang-kurangnya ada lima pokok kandungan Al-Qur’an, yaitu : tauhid kepada Allah, alam semesta, kebangkitan dan pembalasan, hukum dan pendidikan, kisah-Kisah dalam Al-Qur’an. Salah satu kisah dalam al-Qur’an adalah kisahAshabul Kahfi.

Relevansi Ashabul Kahfi dengan Kondisi Sekarang

Hakikat perubahan sosial  dimulai dari individu-individu pemuda yang beriman dan bertakwa, sehingga melahirkan kelompok tatanan baru sosial masyarakat madani yang benar dan berintegritas baik. Kaum muda yang beriman ini merupakan suatu kelompok masyarakat ideal yang senantiasa mengajak manusia kepada jalan kebaikan. Melihat semangatribuan santri saat peringatan “Hari Santri Nasional” beberpahari lalu, timbul sikap optimis akan majunya bangsa ini kedepan.  

BACA JUGA INI:   Pakar Hukum Pers itu Telah Pergi

Merujuk pada catatan sejarah, pemuda memiliki tugas pokok, fungsi dan peranan penting untuk melakukan sebuah perubahan besar pada suatu agama, bangsa dan negara. Dalam sejarah nasional, terutama terkait Sumpah Pemuda, banyak sekali organisasi atau perkumpulan para pemuda yang melakukan suatu pergerakan sosial untuk membangun agama, bangsa, dan negaranya sendiri. Dalam al-Qur’an ada kisah pemuda yang melakukan gerakan dan perubahan besar di negerinya sendiri untuk menentang tirani kedzalimanpenguasa yang rusak. Salah satu contoh adalah pelajaran kisah sejarah pemuda Ashabul Kahfi yang Allah gambarkan di dalam al-Qur’an surah al-Kahfi.

Kisah Ashabul Kahfi terdapat dalam al-Qur’an surah Al-Kahfi/18 ayat 9-26. Adapun ringkasan cerita Ashabul Kahfi yaitu: tanda-tanda kebesaran Allah terdapat pada ayat 9-12. Latar belakang mereka masuk gua terdapat dalam  ayat 13-16. Keajaiban dalam gua disebutkan dalam  ayat 17-18. Suasana mereka ketika bangun tidur di jelaskan pada surat Al-Kahfi ayat 19-20. Penemuan Ashabul Kahfi oleh penduduk negeri  tercantum dalam ayat 21. Perdebatan dan sikap penduduk kota yang memperselisihkan jumlah mereka tercantum dalam ayat 22. Bimbingan adab kepada Rasulullah Saw, mengenai sesuatu yang akan Rasul lakukan di masa yang akan datang, disebut dalam ayat 23 dan 24. Lama waktu mereka di dalam gua disebutkan dalam surat Al- Kahfi ayat 25-26. Ashabul Kahfi merupakan sebutan bagi sekelompok pemuda beriman yang hidup pada masa lampau. Mereka bukan dari golonganNabi, tapi pemuda  biasa yang bertekad menjaga akidah dan kepercayaannya kepada Allah Swt. Oleh karena itu merekamelarikan diri dari raja yang zalim. Atas izin Allah mereka diselamatkan dengan membuat mereka tidur lelap selama 309 tahun di dalam gua.

BACA JUGA INI:   Matilah Kau UU Pers… Catatan Hendry Ch Bangun

Awal mula mereka memasuki gua adalah dengan semangat spiritual yang tinggi, di mana mereka rela meninggalkan keduniawian demi menyelamatkan keimanan mereka. Mereka berlindung di dalam gua itu dan memohon kepada Allah SWT, agar mencurahkan rahmat-Nya bagi mereka di dalam gua. Allah SWT merespon doa mereka dengan membuat para pemuda itu tertidur  dengan menutup pendengaran mereka dari segala suara dunia luar. Dengan demikian, mereka tertidur selama ratusan tahun.

Banyak nilai-nilai yang dapat diteladani dari kisah Ashabul Kahfi ini, di antaranya nilai keimanan (mengesakan Allah), nilai keberanian dalam menegakkan kebenaran, dan nilai-nilai moral (akhlak) yang tertanam pada jiwa para pemuda Ashabul Kahfi. Dari kisah Ashabul Kahfi ini, adabeberapa hikmah/pelajaran yang relevan dengan kondisipemuda sekarang ini, karena tokoh utama kisah ini adalah para pemuda (Ashabul Kahfi). Ada beberapa pelajaran yang dapat diteladani dari kisah Ashabul Kahfi, antara lain:

1. Keteguhan iman para pemuda (Ashabul Kahfi)

Pemuda-pemuda Ashabul Kahfi memiliki keteguhan iman yang luar biasa, hal ini dapat dilihat pada ayat 14:Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi kami tidak menyeru selain Dia”. Mereka rela meninggalkan kenikmatan, harta, kebahagiaan untuk pergi meninggalkan tempat tinggal mereka dan bersembunyi di dalam gua untuk menjaga keimanannya.

2. Sikap keberanian dalam menegakkan kebenaran.

Dari beberapa uraian tentang kisah Ashabul Kahfi ini dapat dilihat keberanian para  pemuda ini dalam menegakkan kebenaran. Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan generasi tua yang tidak mau menerima perubahan ke jalan yang benar dan tetap pada keyakinan yang menyesatkan mereka.

3. Cerminan akhlak para pemuda (Ashabul Kahfi).

Kisah Ashabul Kahfi juga mengajarkan sikap tawadhu(rendah hati). Hal ini mencerminkan akhlak para pemuda yang meminta petunjuk kepada Allah melalui doa sebelum mereka memasuki gua. Mereka berikhtiar denganmemohon pertolongan kepada tuhanNya karena mereka sadar tidak akan mampu melawan penindasan kaumnya.

BACA JUGA INI:   Soal Pembatasan Jabatan, Jangan Sampai Tiga Kali

Pemuda yang diharapkan dapat membawa kemajuan bangsaadalah pemuda yang beriman dan berdakwah mengajakkepada jalan kebaikan. Jalan kebaikan yang dimaksud yaitu mengajak manusia untuk senantiasa mengikuti perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Oleh karena itu, tugas pemuda yaitu selalu melakukan upaya perubahan melalui jalan jihad dan dakwah perbaikan terhadap masyarakatnya yang rusak, yang disebabkan oleh nilai-nilai hedonis, individualis, materialis, dan sekuleris.

Penutup

Sudah saatnya pemuda sekarang meneladani kembalipara pemuda dalam kisah Ashabul Kahfi. Para pemuda yang memiliki keteguhan iman, keberanian menegakkan kebenaran, dan kemulian akhlak.

 

Dari kisah  Ashabul Kahfi, pemudaharus menanamkan nilai-nilai akidah dan tauhid yang benar dalam jiwa-jiwa pribadi karakter para pemuda. Selain itu, pemuda harus memiliki spirit besar perubahan sosial. Melalui penanaman akidah akhlak yang benar, maka akan melahirkan kualitas pemuda yang beriman serta memiliki nilai-nilai integritas yang berkualitas, baik itu dimensi spiritualitas-intelektualitas maupun sosial humanitas. @