Ratusan Nakes dan Guru Kepung Kantor Bupati Mamuju, Tuntut Kejelasan Janji PPPK
MAMUJU, Extranews — Ratusan tenaga kesehatan (nakes) dan guru menggelar aksi protes dengan mengepung Kantor Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (4/1/2026).
Mereka menuntut kejelasan janji pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang hingga kini tak kunjung terealisasi.
Para demonstran menilai Pemerintah Kabupaten Mamuju ingkar janji. Pasalnya, sejak tiga bulan lalu mereka dijanjikan akan diusulkan menjadi PPPK paruh waktu, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan resmi dari pemerintah daerah.
“Sudah tiga bulan lalu kami dijanjikan akan diusulkan menjadi PPPK paruh waktu. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan sesuai janji ibu bupati,” kata perwakilan tenaga kesehatan, Nasrawati, di sela-sela aksi.
Ia mengungkapkan, banyak nakes dan guru yang telah mengabdi puluhan tahun justru dirumahkan tanpa kepastian status kerja. Kondisi itu dinilai sangat tidak adil, mengingat pengabdian panjang yang telah mereka berikan kepada daerah.
“Kami menuntut janji ibu bupati. Apa alasan sebenarnya sehingga kami hanya diberi janji? Kami sudah puluhan tahun mengabdi, tapi malah dirumahkan,” tegasnya.
Nasrawati menambahkan, kebijakan tersebut berdampak langsung pada kehidupan keluarga para tenaga honorer.
Harapan untuk diangkat sebagai PPPK menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi yang kini terancam pupus.
“Kami punya harapan besar bersama keluarga untuk diangkat, tapi kenyataannya kami justru dirumahkan,” ujarnya.
Dalam aksinya, massa meminta Bupati Mamuju turun langsung memberikan penjelasan terbuka dan tidak sekadar menyampaikan janji tanpa realisasi.
“Kami mohon ibu bupati menjelaskan secara jujur. Jangan hanya janji saja,” tutup Nasrawati.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mamuju terkait tuntutan para tenaga kesehatan dan guru tersebut.









