Pengeroyokan terhadap Dua Anggota TNI oleh Anggota Polisi Picu Serangan ke Mapolres Jeneponto

JENEPONTO-SULSEL, ExtraNews РPengeroyokan terhadap 2 anggota TNI yakni Pratu Irsan dan Prada Amran oleh anggota Reskrim Polres Jeneponto diduga memicu penyerangan Mapolres Jeneponto. Pengroyokan terjadi pada Rabu (27/4/2023) pukul 02.30 WITA dini hari  di Warung Sari laut Batas Kota Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)

Korban pengeroyokan yakni Pratu Irsan dan Prada Amran diduga dikeroyok oleh anggota Reskrim Polres Jeneponto. Akibat insiden tersebut, Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Agus Tandra melaksanakan kordinasi dengan pihak Polres Jeneponto dan satuan Yonif 500 raider Kodam 5 Brawijaya dan Satuan Denpal Paldam 13 Merdeka.

Kronologis kejadian yang didapatkan media yakni:

Pukul 02.20 Wita Pratu Irsan dibonceng oleh Sdr. Arfani, sedangkan Prada Amrani Faisal berboncengan dengan Sdr. Risal Tasrin menuju Warung Sari Laut yang berada di Batas kota Jeneponto.

Pukul 02.30 Wita Pratu Irsan dan Prada Amran Faisal dan Sdr. Risal Tasrin dan Sdr. Arfani tiba di Warung Sari Laut namun personil Satreskrim Polres Jeneponto sudah berada duluan di warung tersebut tepatnya depan warung.

Kemudian kedua personil atas nama Pratu Irsan dan Prada Amran Faisal dan masyarakat tersebut akan masuk ke dalam warung makan namun Bripka Jupe (Personil Sat. Reskrim Polres Jeneponto) menanyakan kepada kedua anggota tersebut dengan berkata “Kamu dari bawah Pos kah”.

BACA JUGA INI:   PANGDAM II/SRIWIJAYA IKUTI ACARA GRAND LAUNCHING APP ETWP - AD DAN PENYERAHAN SIMBOLIS GAM PNS TNI AD MELALUI VICON

Lalu Pratu Irsan menjawab, “Iya saya anggota TNI Dari Yonif 500 Raider”, lalu Bripka Jupe menjawab, “Iyaa tunggu saya di sini kamu ngaku-nagaku anggota TNI.”

Beberapa menit kemudian datang personil Sat. Reskrim polres Jeneponto dengan menggunakan 2 unit mobil Avanza silver selanjutnya personil Sat. Reskrim tersebut turun dari mobil dan langsung mengepung kedua anggota dan masyarakat tersebut dan melakukan tembakan ke udara. Selanjutnya Pratu Irsan ditarik dan dikeroyok oleh personil Sat. Reskrim Polres Jeneponto dan terkena pukulan pada bagian hidung Pratu Irsan.

Setelah itu Personil Sat. Reskrim Polres Jeneponto membawa kedua anggota tersebut dan masyarakat tersebut ke piket Mapolres Jeneponto dengan menggunakan mobil Avanza silver.

Akibat kejadian tersebut, Pratu Irsan mengalami luka pada batang hidung bengkok (mengeluarkan darah), luka lecet pada lutut karena ditarik dan terseret, luka sobek pada bagian bawah mata sebelah kanan, dan luka memar pada bagian bawah mata sebelah kanan. Sedangkan Prada Amran Faisal tidak ada luka. Adapun, HP android merk Empenix milik Pratu Irsan hilang. “sebagaimana dilansir beritasatu, Kamis (27/4/2023)

BACA JUGA INI:   Pekan Pertama November 2021 Polda Sumsel Ungkap 36 Kasus Narkoba

Insiden tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana. Dia mengatakan insiden kesalahpahaman yang terjadi di tersebut sudah diselesaikan secara baik-baik.

“Sudah gak ada masalah lagi, sudah diselesaikan,” kata Komang kepada Liputan6.com.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Rio Purwantoro juga membenarkan ihwal insiden kesalahpahaaman antara prajurit TNI dan anggota polisi itu. Namun dia mengatakan prajurit TNI yang terlibat insiden kesalahpahaman itu bukanlah prajurit yang bertugas di Kodam XIV Hasanuddin.

Diketahui Pratu Irsan adalah prajurit TNI yang bertugas di Kodam V Brawijaya, sementara Prada Amran Faisal diketahui bertugas di Kodam XIII Merdeka.

“Hubungi Dandim wilayah aja, sepertinya bukan prajurit (Kodam XIV) Hasanuddin. Hubungi Kodam yang bersangkutan,” kata Rio sehari sebelumnya.

Belakangan video insiden kesalahapaham antara kedua prajurit TNI dan personel Polres Jeneponto viral di jagat maya. dalam video tersebut terlihat kedua belah pihak memang sempat adu mulut dan bersitegang hingga Bripja Jefry Yandi terlihat menenteng senjata api.

Mapolres Jeneponto Diserang

Markas Polres Jeneponto yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan diserang sekelompok orang tak dikenal pada Kamis (27/4/2023) dini hari. Satu anggota polisi dikabarkan terkena luka tembak dan dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA INI:   Mahmud Mulyadi : Penetapan Status Tersangka Johan Anuar Dipaksakan dan Tidak Sah

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana membenarkan ihwal kejadian tersebut. Dia mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WITA.

“Iya betul, kejadiannya sekitar pukul 02.00 WITA. Sekarang sudah kondusif,” kata Komang, Kamis (27/4/2023).

Seorang anggota polisi berinisial MM terkena luka tembak dibagian perut. Saat ini, polisi berpangkat Bripka itu tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

“Ada satu anggota terkena luka tembak di perut. Dia sudah dilarikan ke RS,” ucap Komang.

Berdasarkan informasi yang diterima Liputan6.com, penyerangan itu dilakukan dengan cara melempar batu dan bom molotov ke dalam area Mapolres Jeneponto. Diperkirakan ada 100 orang yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

Akibatnya sejumlah bangunan di Mapolres Jeneponto rusak. Di antaranya pintu dan jendela kaca ruang Propam Polres Jeneponto, kaca jendela ruang SKCK Satuan Intelkam Polres Jeneponto dan ruang identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polres Jeneponto juga rusak.

Saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki kejadian ini dan telah memasang police line di sekitar lokasi kejadian. (**)

 

Komentar