Pasang Iklan Murah Meriah

Pemerintahan Presiden Jokowi Habiskan Anggaran Rp762 Triliun Dalam 6 Bulan, Buat Apa Saja?

Pemerintahan Presiden Jokowi Habiskan Anggaran Rp762 Triliun Dalam 6 Bulan, Buat Apa Saja?
ilustrasi

JAKARTA, ExtraNews – Pemerintah telah membelanjakan anggaran senilai Rp 762,1 triliun untuk kebutuhan masyarakat selama enam bulan terakhir pada 2024.

Porsi anggaran dari belanja pemerintah pusat itu terkucur 76,4% dari total belanja pemerintah pusat senilai Rp 997,9 triliun hingga Semester I-2024.

Pagu anggaran belanja pemerintah pusat pada 2024 sendiri senilai Rp 2.467,5 triliun untuk keseluruhan tahun ini.

Lebih tinggi dibanding belanja pemerintah pusat pada tahun lalu yang ditetapkan sebesar Rp 2.302,5 triliun.

“76,4% dari belanja pemerintah pusat itu langsung dinikmati masyarakat,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jakarta, dikutip Selasa (9/7/2024).

Adapun rincian belanja pemerintah pusat yang Sri Mulyani katakan langsung dinikmati masyarakat itu terdiri dari anggaran untuk perlindungan sosial, berupa Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp 14,2 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Lalu, dalam bentuk Kartu Sembako Rp 22,2 triliun untuk 18,7 KPM.

BACA JUGA INI:   Ungkit Janji Jokowi Harga Migor Turun dalam 2 Pekan, Roy Suryo: Satu Kata Saja: Gagal! Ambyar!

Dalam bentuk pos belanja pendidikan, terdiri dari program Program Indonesia Pintar (PIP) Rp 8,1 triliun, untuk 10,5 juta siswa,Program KIP Kuliah Rp 6,8 triliun untuk 869,3 ribu mahasiswa, Bantuan Operasional Sekolah atau BOS melalui Kemenag Rp 5,6 triliun untuk 4,9 juta siswa, dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Rp 2,6 triliun, untuk 197 PTN.

Untuk belanja infrastruktur dalam bentuk pembangunan atau rehabilitasi senilai Rp 75,2 triliun jalan, jembatan, rel Kereta Api, bandara, pelabuhan, bendungan, jaringan irigasi, SPAM, rumah susun, gedung dikti, dan kapasitas satelit.

Kesehatan telah terkucur Rp 23,2 triliun dalam bentuk Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional atau PBI JKN senilai Rp 23,2 triliun untuk 96,8 juta peserta. Adapula untuk UMKM berupa subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 2,4 juta debitur.

BACA JUGA INI:   Ingin Mirip Shenzhen City, Presiden Jokowi Minta Bantuan China Susun Detail Desain IKN Nusantara

Belanja yang berupa program keterjangkauan energi seperti subsidi BBM telah terkucur senilai Rp 8,7 triliun dengan volume 7,16 juta kiloliter, dan subsidi LPG 3 Kg senilai Rp 34,2 triliun sebesar 3,4 juta metrik ton.

Terakhir, belanja untuk mendukung pertanian berupa bantuan alat dan mesin pertanian pra panen, seperti Traktor, Pompa Air, Hand Sprayer, dan Rice Transplanter sebesar Rp 901,1 miliar untuk 41.333 unit, dan subsidi pupuk untuk 3,1 juta ton pupuk.

“Jadi total Rp 762,1 triliun ini adalah langsung dirasakan masyarakat,” ucap Sri Mulyani. (*)

BACA JUGA INI:   Puluhan Ribu TKA China Disiapkan untuk Industri Kaca dan Solar Panel Xinyi di Pulau Rempang?