oleh

Kain Jumputan Palembang Harus Dilestarikan

PALEMBANG,Extranews-Dua budayawan asal Sumatera Selatan (Sumsel) Kemas A.R. Panji dan Vebri Al Lintani sepakat kain tenun yang ada di Sumsel seperti kain jumputan Palembang perlu di lestarikan agar jangan sampai hilang dan punah di makan zaman.
Apalagi menurut Kemas A.R. Panji dan Vebri Al Lintani yang menjadi nara sumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Penguatan Daya Saing Industri Kreatif Bernilai Kearifan Lokal yang merupakan rangkaian dari kegiatan Program Kemitraan PTV-IDUKA Politeknik Negeri Sriwijaya digelar di Batiqa Hotel Palembang, Sabtu (12/12) melihat kain jumputan tentu tak asing bagi masyarakat Sumsel terutama di Palembang.

Berbahan lembut serta memiliki ragam motif yang estetik dan cantik, jumputan tak kalah elegan dengan macam kain khas Sumsel lain, seperti songket, tajung, blongsong, prada dan batik jupri.

Hadir pada kesempatan ini Drs.Zakaria M.Pd. Pudir IV Poleteknik Negeri Sriwijaya, serta Drs.Dasril M.Si. Kabid Kelembagaan dan Sumber Manusia dari Diknas Parawisata Kota Palembang, Retno dari perwakilan BI, dan Shanti, Lurah Tuan Kentang.Apalagi Proses pembuatan kain jumputan terbilang unik. Jumputan merupakan kerajinan tangan yang dibuat dengan cara menjumput (pungut dengan jari) bagian-bagian tertentu pada kain dan diikat serta diberi pewarnaan, kemudian menghasilkan motif sesuai pola yang digambar dari proses pencelupan pewarna alami maupun pewarna tekstil.

“ Kita harus bangga dengan kain jumputan ini, karena ini adalah kearipan lokal kita yang perlu dikembangkan” kata Kemas Ari Panji.

Sedangkan Plt. Kepala Pusat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PPPM) Politeknik Negeri Sriwijaya, Dr. Rita Martini, S.E., M.Si., Ak mengatakan jika kegiatan hari ini adalah rangkaian dari kegiatan program kemitraan PTV-IDUKA Politeknik Sriwijaya.

“Program ini sudah dimulai dari bulan September dan berakhir bulan Desember ini, dan banyak hal yang kami lakukan, ada tiga aktivitas utama yaitu yang pertama itu adalah peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, kedua optimalisasi pemasaran yang berdaya saing, dan yang ketiga adalah digitalisasi pengelolaan keuangan dan penyusunan SPT PPH,” katanya.

Nah untuk kegiatan FGD hari ini secara keseluruhan kami mengundang industri jumputan dan kain tenun dari tuan kentang, yang khususnya kelompok usaha bersama (Kube) kegiatan di kelurahan Tuan kentang.

“Ada 25 UMKM yang dari bulan September sudah kita berikan sosialisasi dan lain sebagainya, kami melaksanakan aktivitas disana, dan Hari ini kita gelar focus group discussion (FGD) dengan Jadi mereka (para pelaku UMKM di kelurahan Tuan Kentang-red) agar bisa saling sharing, mendapatkan masukan-masukan demi keberlanjutan dari usaha mereka,” katanya.
Harapannya dari kegiatan ini kedepan industri pihaknya bisa lebih bersaing lagi baik di kanca nasional maupun internasional sesuai dengan yang kami harapkan dari kegiatan yang sudah kami lakukan.Kemudian dari institusi juga diharapkan akan jadi lebih kuat dari segi masalah pengelolaan keuangan, masalah perpajakan, serta manajemennya.

“Kemudian dari kualitas produksi juga kami harapkan juga akan meningkat, khususnya dunia industri dan usaha,” jelasnya

Selain itu kami juga berharap bukan hanya pelaku UMKM juga yang nantinya merasakan kemajuan, tapi juga Politeknik Negeri Sriwijaya bisa mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

“Selain memajukan UMKM, kami juga bisa mendapatkan ilmu di lapangan baik ilmu bagi dosen untuk mengembangkan materi materi pembelajaran dan semua siswa menjadi bisa melihat kondisi yang riil tentang industri dilapangan,” katanya.

Sedangkan Drs. Zakaria M.Pd. Pudir IV mewakili Direktur Poleteknik Negeri Sriwijaya melihat program ini kerjasama antara Poleteknik Negeri Sriwijaya dengan Perguruan tinggi Vokasi (PTV) dengan Industri Dunia Usaha Kerja (IDUKA) salah satu mitranya Griya Kain Tuan Kentang yang memproduksi Kain Jumputan dan Tenun dan dibawah Tuan Kentang itu ada 25 UMKM yang jadi mitra Poleteknik dalam Pelaksanaan Free program Poleteknik dan program ini program Kemeterian.

Kabid kelembagaan dan SDM dinas Pariwisata Palembang, Drs Dasril M.Si mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Politeknik negeri Sriwijaya.
“Ya sangat baik, diharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan daya saing para pelaku UMKM kain jumputan dan tenun di Palembang sehingga bisa juga meningkatkan sektor pariwisata,” katanya.Kegiatan FGD Program Kemitraan PTV dengan IDUKA Poleteknik Sriwijaya akan berlangsung selama 2 hari (sabtu – minggu) di Hotel Baqita. (doed)

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya