alfaone 1

Jalan Kota Mamuju Bergelombang, Warga Dipaksa Berdamai dengan Kerusakan Infrastruktur

Jalan Kota Mamuju Bergelombang, Warga Dipaksa Berdamai dengan Kerusakan Infrastruktur

MAMUJU, Extranews  – Sejumlah ruas jalan di Kota Mamuju bergelombang ketimbang infrastruktur perkotaan yang layak. Permukaan jalan yang tidak rata, bergelombang, bahkan berlubang menjadi pemandangan sehari-hari yang terpaksa diterima warga.

Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas di Jalan Diponegoro, Kelurahan Karema, hingga kawasan depan Pasar Baru. Di jalur tersebut, beton jalan tampak rusak parah, terkelupas, dan berlubang di berbagai titik, seakan luput dari sentuhan perawatan serius.

Ironisnya, ruas jalan ini merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk aktivitas ekonomi masyarakat.

Kerusakan jalan bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pengendara harus ekstra waspada untuk menghindari lubang dan gelombang tajam yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan kecelakaan, terlebih saat hujan turun dan lubang tertutup genangan air.

“Kalau malam hari sangat berbahaya. Lubangnya tidak kelihatan, sudah banyak motor jatuh,” keluh salah seorang warga setempat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga dan merawat infrastruktur dasar kota.

Jalan yang rusak bertahun-tahun tanpa perbaikan permanen mencerminkan lemahnya perencanaan dan pengawasan, sekaligus minimnya keberpihakan terhadap keselamatan publik.

Sebagai calon ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, Mamuju seharusnya menjadi etalase pembangunan, bukan justru menampilkan wajah kusam infrastruktur yang terabaikan.

Jika jalan utama kota saja dibiarkan rusak, bagaimana dengan wilayah pinggiran?
Masyarakat berharap pemerintah tidak sekadar menambal sementara atau menunggu kerusakan semakin parah.

Perbaikan menyeluruh dan berkelanjutan menjadi tuntutan mendesak agar jalan kota tidak lagi menjadi “gelombang laut” yang mengancam keselamatan warganya.

lion parcel