alfaone 1

Guru Madrasah Swasta Sulbar Gelar Aksi Damai, Tuntut Kesetaraan dan Keadilan

Guru Madrasah Swasta Sulbar Gelar Aksi Damai, Tuntut Kesetaraan dan Keadilan

MAMUJU, Extranews  — Aliansi Guru Madrasah Swasta Sulawesi Barat (AGMS-Sulbar) menggelar aksi damai di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (30/10).

Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan perjuangan bersama untuk menghentikan diskriminasi serta menuntut keadilan dan kesetaraan hak bagi guru madrasah swasta dengan guru madrasah negeri.

Dalam orasinya, massa aksi menyuarakan empat tuntutan utama, yakni:

1. Menghentikan diskriminasi terhadap guru madrasah swasta.

2. Menetapkan regulasi pengangkatan P3K bagi guru madrasah swasta.

3. Menaikkan gaji dan meningkatkan kesejahteraan guru madrasah swasta.

4. Menyetarakan hak guru madrasah swasta dengan guru negeri.

 

Koordinator AGMS-Sulbar, Deni Hidayat, menegaskan bahwa perjuangan ini merupakan langkah moral untuk memperjuangkan keadilan bagi guru madrasah swasta di seluruh Indonesia.

“Kami bukan menuntut berlebihan. Kami hanya meminta keadilan dan kesejahteraan. Banyak guru madrasah swasta berjuang di garis depan pendidikan keagamaan, tapi masih menerima gaji jauh di bawah standar. Pemerintah harus menepati janji kesetaraan,” ujar Deni dalam orasinya.

Usai berorasi, perwakilan AGMS-Sulbar diterima langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Dr. Adnan Nota, MA, bersama Kepala Bidang Madrasah, Dr. Misbahuddin, S.Ag., M.Ag.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Kemenag menyampaikan apresiasi atas cara aspiratif dan santun para guru dalam menyampaikan tuntutan.

“Kami sangat menghargai aspirasi para guru madrasah swasta. Semua tuntutan ini akan kami teruskan ke Kementerian Agama RI agar segera ada langkah nyata meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Sulbar.

 

Audiensi berlangsung dalam suasana damai, terbuka, dan penuh penghargaan. Kepala Bidang Madrasah juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperjuangkan aspirasi para guru hingga tingkat nasional.

Sementara itu, perwakilan AGMS-Sulbar, Muh. Yunus, menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir.

“Kami percaya Kemenag Sulbar mendengar kami dengan tulus. Tapi perjuangan belum selesai sampai ada keputusan nyata dari pusat. Kami akan terus mengawal agar guru madrasah swasta benar-benar mendapatkan kesetaraan,” ujarnya. Fajrin

lion parcel