oleh

Diduga Sudah Sod0mi Sabanyak 13 Kali, Pengajar Ponpes ini Dibekuk Polisi

Pelaku Sod0mi di Pondok Pesantren Diamankan Unit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel

PALEMBANG-SUMSEL, ExtraNews – Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel kembali mengamankan satu pelaku lagi tindak asus!la yang merupakan pengajar dan pengawas di Pondok Pesantren (Ponpes) AT, Kamis (30/9/2021).

Imam Akbar (Diduga pelaku) diamankan setelah anggota melakukan penyelidikan terhadap pelaku sebelumnya yakni Junaidi (JN/22). Dari pengembangan tersebut ternyata Imam Akbar yang merupakan pengawas dan pengajar di Ponpes AT sudah melakukan Sod0mi terhadap santrinya sebanyak 13 kali.

“Hal ini terungkap setelah kita lakukan penyelidikan lebih mendalam dan ternyata selain JN di dapat satu pelaku lagi yakni IA. Mereka sama – sama pengawas dan pengajar disana, satu profesi,” jelas Wadirkrimum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga yang di dampingi Kasubdit PPA Kompol Masnoni, Kamis (30/9/2021).

Dikatakan Tulus, pelaku ini melakukan sod0mi terhadap korbannya sejak September 2021. Dimana korbannya dipuji lalu dirayu, setelah itu korban dicium , diraba hingga disod0mi.

“Setelah melakukan tindakan asus!la tersebut korban diancam seperti dikeluarkan dari Ponpes, tidak difasilitasi hingga dicari – cari kesalahan korban. Karena adanya ancaman tersebut korban takut sehingga terpakas untuk melayani pelaku,” ungkapnya.

Menurut Tulus, aksi bejat ini dilakukan di kamar, di ruang tunggu dan ruang belajar. “Saat ini korban sudah mendapatkan penangganan trauma healing secara intens. Dan untuk pelaku masih terus kami periksa karena tidak menutup kemungkinan ada korban lain,” ujarnya.

Disinggung apakah akan ada penutupan untuk Ponpes tersebut. ” Ini bukan ranah kami tapi kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial , bahkan hingga Kementerian Sosial untuk membina dan memulihkan mental anak – anak tersebut dengan cara memanggil Psikiater dan Psikolog. Sedangkan untuk penutupan Ponpes itu bukan wewenang kami kami hanya melakukan penegakkan hukum terkait kasus ini,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku Imam Akbar mengaku ia tidak merasa melakukan hal tersebut. ” Demi Allah , ini fitnah kita lihat saja nanti,” singkat Imam Akbar saat digiring ke Unit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel.  (Mella)

 

 

Komentar