alfaone 1

Bupati Muara Enim Sedih Lihat Rakyat Gelap Gulita Di Tengah-Tengah Penghasil Listrik

Bupati Muara Enim Sedih Lihat Rakyat Gelap Gulita Di Tengah-Tengah Penghasil Listrik

 

MUARA ENIM-SUMSEL ,ExtraNews – Kabupaten Muara Enim telah puluhan tahun dijuluki sebagai daerah penghasil energi batubara, minyak dan Gas termasuk energi terbarukan ada di Bumi Serasan Sekundang, dengan menyebut daerah sebagai penghasil Energi Bupati merasaa Bangga dan bahagia memimpin didaerah yang kaya akan energy.

Namun kebanggan dan kebahgaiaan tersebut menjadi sirna dan berubah menjadi kesedihan yang mendalam,karena dite,muinya ada masyarakat nya ada rakyatanya yang bermukim dan hidup dikelilingi oleh aliran listrik ang berada diatas rumahnya tapi justru gelap gulita, seharusnya daerah itu terang benderang seperri Washington DC karena banyaknya energy listrik didaera itu,tapi justru gelap gulita.

Dalam kegiatan rapat koordinasi dengan Forim CSR dan PKBL Senin(22/9/2025) diBalai Agung Agung Serasan Sekundang Bupati bercerita dihadapan forkompinda Muara enim dan para pelaku usaha yang menghadiri Rapar koordinasi Forum CSR tersebut mengaku sebagai kepala dearah asli pribumi Kabupaten Muara enim mengaku miris melihat kejadian di dusun IV Desa segamit, nama perushaannya melakat langsung dengan desa tersebut yakn PT Supreme Rantau Dedap tapi daerah rantau dedap yang merupakan dusun IV segamit ustru gelap Gulita.

Karena itu bupati mengaku akan berkirim surat kepada Preseden, Gubenrnur, DPRRI dan Menteri untuk dapat memerintah PT Supreme Rantau Dedap dapat mengalirkan aliran listrik yang diproduksi PT Supreme Rantau Dedap untuk rakyat dikampung IV desa Segamit yang hanya sekitar 300 rumah.

“Saya baru-baru ini berkunjung ke PT Supreme energi Rantau Dedap,saya sampaikan saja langsung pak ya mohon maaf ya ini tidak dimaksudkan untuk mendeskripsikan atau hal-hal yang negatif untuk membuka wawasan untuk membuka kesadaran kita semua Saya berkunjung pak langsung ke tempat blower dengan ketinggian 2018 mdpl dingin seperti di Jepang di Rantau dedap itu, yang sangat miris bapak ibu nama rantau Dedap itu menjadi nama bagian dari nama perusahaan Supreme energi rantau Dedap Indonesia dan saya berdialog dengan tokoh-tokoh masyarakat pada saat sosialisasi mereka mengatakan rantau Dedap ini akan terang benderang seperti Washington DC bayangkan, rakyat dijanjikan mereka kalau tidak mati lampu akan terang apalagi Washington, tapi apa yang terjadi tidak ada yang namanya sinar listrik di malam.

Sebagai putra daerah, sebagai pimpinan daerah agak naik ,sehinbgga kejadian ini saya katakan kepada pihak perusahaan di mana hati nurani kalian menjual yang merupakan bagian dari nama perusahaan tapi darhanya gelap gulita,ini tidak benar masa perusahaan hanya fokus menjual energi tapi energinya tidak dinikmati oleh masyarakat kami sebagai sumber penghasil energy listrik tersebut,sebagai pemimpin putra daerah saya tidak ingin ini terjadi di lagi di Kabupaten Muara Enim, tegas bupati.

“Permintaan Bupati ini bukan hanya untuk PT Supreme Rantau Dedap saja, tapi untuk semua perushaan penghasil listrik yang ada di Kabupaten Muara Enim supaya dapat memberikan kesejahteraan untuk rakyat Kabupaten Muara Enim.

Selain itu Bupati kepada semua perusaaan yang beroperasi di Muara enim untuk merealisasikan 70 persen tenaga kerja diperushaan adalah asli kabupaten Muara Enim, karena hal yang wajar daerah sumber mendapatkan prioritas kebagian pekerjaan dari usaha yang dilaksnakan, terkait hal ini Bupati mengaku akan menurunkan Tim untuk memantau perusahaan terkait penemapatan tenaga kerja lokal ini apakah sudah tereaslia 70 persen atau belum,demikian Bupati  Edison. (nur)

 

 

lion parcel