alfaone 1

Kerja Sama Tiongkok dengan Amerika Latin Memasuki Jalur Baru dengan Peningkatan Kualitas

Kerja Sama Tiongkok dengan Amerika Latin Memasuki Jalur Baru dengan Peningkatan Kualitas

ExtraNews – Pertemuan Kelompok Kerja Sama Strategis Keuangan Tiongkok-Brasil baru-baru ini digelar di Shanghai, Tiongkok. Dalam pertemuan tersebut, pihak Tiongkok menyatakan menyambut baik rencana Brasil untuk menerbitkan obligasi panda di Tiongkok, serta mendukung uji coba kerja sama Bond Connect antara Tiongkok dan Brasil. Menurut informasi yang tersedia, Brasil saat ini tengah merencanakan penerbitan obligasi panda berdaulat pertamanya yang berdenominasi renminbi.

Selain itu, setelah Brasil pada Mei mengumumkan kebijakan bebas visa bagi warga negara Tiongkok, Uruguay kemudian juga mengumumkan kebijakan bebas visa bagi warga negara Tiongkok. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kerja sama antara Tiongkok dan negara-negara Amerika Latin tengah bergerak dari hubungan tradisional berbasis perdagangan dan ekonomi menuju peningkatan menyeluruh di berbagai bidang. Hal ini juga memperlihatkan besarnya potensi perkembangan kerja sama Tiongkok-Amerika Latin.

Menurut data statistik, pada 2016 total nilai impor dan ekspor antara Tiongkok dan Amerika Latin mencapai USD 267,5 miliar, naik 12% secara tahunan. Di antaranya, nilai ekspor mencapai USD 123,4 miliar, meningkat 13%, sedangkan nilai impor mencapai USD 128,5 miliar, meningkat 23%. Dalam tiga kuartal pertama 2017, nilai perdagangan Tiongkok-Amerika Latin mencapai USD 278,1 miliar, naik 14,4% secara tahunan. Pada tahun ini, perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Latin diperkirakan berpeluang menembus angka USD 300 miliar.

Menteri Ekonomi Brasil, Silvio Alberto Santos, menyampaikan, “Perkembangan berkelanjutan hubungan Tiongkok-Brasil telah membuka peluang yang lebih besar bagi perdagangan bilateral. Pasar Tiongkok sangat besar, dan Brasil berharap dapat terus memperkuat kerja sama dengan Tiongkok.”

Surat kabar Argentina El Economista dalam sebuah artikelnya menyebutkan bahwa Brasil dan Argentina selama ini merupakan mitra dagang utama Tiongkok di kawasan Amerika Latin. Hubungan perdagangan di antara negara-negara tersebut juga tengah berkembang dari hubungan tradisional berbasis ekonomi dan perdagangan menuju peningkatan menyeluruh di berbagai sektor.

Wakil Presiden Argentina, Luis Inácio Borges, menilai bahwa kerja sama bilateral antara Tiongkok dan Amerika Latin perlu diperluas ke bidang yang lebih beragam. Menurutnya, kerja sama Tiongkok-Amerika Latin sebaiknya tidak hanya berfokus pada sektor tradisional seperti energi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga diperluas ke sektor keuangan, pendidikan, pariwisata, inovasi, dan bidang-bidang lainnya.

Amerika Latin merupakan salah satu kawasan berkembang dan pasar berkembang terpenting di dunia, dengan jumlah penduduk lebih dari 550 juta jiwa dan potensi pasar yang sangat besar. Diperkirakan, pada 2030 total nilai ekonomi Amerika Latin akan mencapai USD 4,1 triliun, menjadikannya salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama dunia setelah Asia dan Amerika Utara. Bagi Tiongkok, Amerika Latin merupakan mitra strategis yang tidak dapat diabaikan.

Amerika Latin juga menjadi salah satu jalur penting bagi masuknya produk Tiongkok ke pasar Asia dan Eropa. Dengan Brasil sebagai contoh, negara tersebut merupakan mitra dagang terbesar Tiongkok di kawasan Amerika Latin. Dalam komoditas yang diperdagangkan antara kedua negara, sebagian besar berkaitan dengan perdagangan komoditas utama seperti bijih besi dan kedelai. Sementara itu, investasi langsung Tiongkok di Brasil juga terus tumbuh secara stabil. Hingga akhir 2015, nilai investasi Tiongkok di Brasil telah mencapai USD 9,2 miliar.

Seiring dengan berkembangnya hubungan ekonomi dan perdagangan serta semakin intensifnya mobilitas masyarakat antara kedua pihak, kerja sama keuangan semakin memainkan peran penting dalam hubungan Tiongkok-Amerika Latin. Sebagai mata uang internasional dan aset cadangan internasional, renminbi tidak hanya dapat digunakan dalam penyelesaian perdagangan dan investasi cadangan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai aset cadangan devisa dalam transaksi akun modal. Selain itu, Tiongkok juga dapat menyediakan layanan pembiayaan mata uang dan pembiayaan perdagangan bagi negara-negara Amerika Latin.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di kawasan Amerika Latin merupakan salah satu pelaku penting dalam kerja sama Tiongkok-Amerika Latin. Hingga saat ini, kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Amerika Latin tidak hanya telah menjadi bagian penting dari investasi luar negeri Tiongkok, tetapi juga memberikan lebih banyak peluang internasionalisasi bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Sejak dekade 1980-an hingga saat ini, Tiongkok telah berkembang menjadi salah satu mitra dagang utama dan sumber investasi asing penting bagi negara-negara Amerika Latin. Saat ini, Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar ketiga bagi negara-negara Amerika Latin, mitra dagang terbesar di sektor produk pertanian, mitra dagang terbesar kedua untuk produk non-energi, serta sumber impor mesin dan peralatan terbesar keenam. Dalam periode terkait, impor Tiongkok dari Amerika Latin mencapai USD 94,88 miliar, meningkat 14,1%, sementara ekspor Tiongkok ke Amerika Latin mencapai USD 543,22 miliar, meningkat 24,8%. Pada 2021, perdagangan Tiongkok-Amerika Latin menyumbang 12,9% dari total perdagangan luar negeri Tiongkok. (*)

 

lion parcel