198 Siswa SLTA di Kab Muara Enim Ikuti Tes Capaska 2026, Keputusan Pansel Tidak Dapat Diganggugugat
MUARA ENIM – SUMSEL,ExtraNews —- Sebanyak 198 orang siswa siswi dari 38 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas(SLTA) sederajat baik Negeri dan Swasta Sekabupaten Muara Enim yang dinyatakan lulus seleksi administrasi pada 23 Februari 2026 lalu,selanjutnya para siswa siswi ini kemudian dikumpulkan di gedung Olahraga ( GOR) pancasila kawasan sport centre Muara Enim untuk mengikuti tes seleksi calon pengibar bendera pusaka (Capaska)tingkat Kabupaten Muara Enim pada 17 Agustus tahun 2026 mendatang.

Ketua Panitia Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Muara Enim Yulius M.si dan wakil ketua panitia Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Holika.S.Sos Didampingi Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Dewi Sartika.SE.bersama Analis Kebijakan Zaidan Jauhari SH kepada ExtraNews Selasa(7/4/2025) mengatakan,sebanyak 198 tersebut telah mengikuti tes Intelijen Umum(TIU) dan tes wawasan Kebangsaan (TWK), bagi yang lulus TIU dan TWK maka akan diikutkan dalam tahapan tes berikutnya yakni kesehatan, tinggi badan,PBB dan kesamaptaan,seleksi kepribadian,wawancara dan termasuk rekam jejak di media sosial.
Dijelaskan Dewi saertika dan Zaidan Jauhari ,para peserta tes TIU dan TWK ini mengikuti tes dilakukan secara online dengan BPIP di lapangan GOR Pancasila menggunakan HP android atau sejenisnya dengan sistim gugur, siapa yang tidak lulus langsung gugur dan tidak berhak ikut lagi dites tahapan berikutnya yakni kesehatan.
Ditahapan selanjutnya yakni Tes kesehatan,parade dan tes lainnya itu juga dilakukan sistim gugur sesuai dengan jumlah kebutuhan pasukan penggerek bendera pusaka tingkat Kabupaten Muara Enim terpenuhi dalam kisaran 50 orang plus untuk diikutkan dalam seleksi paskibraka tingkat Propinsi Sumsel.
Dalam melakukan seleksi penjaringan calon pengibar bendera pusaka ini Pemkab Muara Enim dalam hal ini Kesbangpol selaku OPD yang bertanggung jawab melibatkan beberapa pihak dalam pelaksanaan seleksi antara lain personil dari Kodim 0404 Muara Enim,anggota dari Polres Muara Enim,dari Dinas kesehatan,dibantu juga oleh purna paskibraka.
Kepada para peserta yang masih berlanjut mengikuti tes seleksi capaska ini Kaban Kesbang berpesan agar para peserta betul – betul punya niat dan berkeinginan tinggi untuk menjadi anggota pasukan penggerek duplikat bendera pusaka di 17 Agustus 2026 tersebut,dengan niat kuat calon peserta tersebut diyakini akan menghasilkan capaska yang berkualitas dan bertanggung jawab akan tugasnya nanti.
Kemudian untuk panitia yang melakukan seleksi supaya melakukan seleksi secara ketat dan diperhatikan betul hasil tes para peserta, kepribadian utamanya masalah disiplin harus menjadi perhatian utama, sebab kesuskesan paskibara itu sangat tergantung disiplin tinggi para anggotanya,kalau ada anggota pasukan yang tidak disiplin dikala sedang bertugas akan menjadi berantakan semuanya,kata Holika menekankan,karena itu keputusan panitia seleksi adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat,yang terpilih adalah yang terbaik dari kedisiplinan, kesehatan dan nilai dari tahapan ikut seleksi.
Sementara Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Dewi Sartika SE.M.Si menambahkan bahwa dalam mencari bibit capaska ini, diharapkan akan terpilih para generasi muda yang bukan saja yang memiliki kemampuan baris berbaris semata tapi sangat diharapkan akan mendapatkan pemuda pemuda Kabupaten Muara Enim yang memahami wawasan kebangsaan yang luas dan berjiwa pancasila, karena para paskibaraka ini selain bertugas sebagai paskibaraka sekaligus sebagai pembibitan calon calon pemimpin bangsa dimasa yang akan datang,urai Dewi Kartika.SE M.Si
Analis kebijakan Zaidan Jauhari SH kepada para peserta tes yang belum beruntung untuk mengikuti tahapan tes berikutnya janganlah berkecil hati, tapi harus jadi kebanggaan karena sudah bisa ikut seleksi dan bisa ikut tes diseleksi lagi di tingkat kecamatan,Insyaallah akan terpilih menjadi penggerek bendera di Kecakmatan ataupun di sekolah tempat anak anak sedang menimba Ilmu , karena yang namanya pasukan bendera pusaka dimana saja sama yakni bertugas mengibarkan bendera merah putih lambang negara sebagai bendera kebanggaan Bangsa Indonesia, kata Zaidan menyemengati para peserta test.
Hal tersebut penting diberikan semangat kepada yang belum berhasil di Kabupaten, karena dari jumlah yang ikut test tidak semua bisa lulus karena koutanya memang hanya sekitar 50 orang plus yang akan ikut di propinsi,tentu yang terpilih adalah siswa yang memiliki kemampuan lebih dari yang lainnya. nur









