oleh

10 Alasan Kenapa Ureueng Aceh (Orang Aceh) Lebih Suka Ngopi di Warung Kopi. (Coffee Culture in Aceh Indonesia)

-Berita-623 views
Kopi Aceh
Berbagai alasan yang dikemukakan oleh masyarakat aceh, baik kaum pria maupun wanita, kalangan tua maupun muda, golongan lansia maupun belia (hadeeuhh perbedaannya jauh banget), mereka mengemukakan bahwa ngopi di warung kopi lebih “Assooyy Geboyyy daripada ngopi dirumah sendiri.  Karena kenapa?? (jawabannya: karena aku sayang kamu)haahaha #gak ding.. sudah dipastikan bukan itu jawabannya, (ya iyalah)…
Awaknyan peugah sih (baca: katanya sih), ada beberapa alasan mengapa itu terjadi, dan kejadian itu bisa buat kita terkesima, terpesona, terenyuh akan nikmatnya ngopi diwarkop (hahah..lebay banget). Mau tau apa alasannya?? Oke tetap disitu, don’t go anywhere..
Menurut hasil survey dadakan di malam minggu kelabu (assiikk daah) yang mereka lontarkan kepada surveyor kita, ada 10 alasan mengapa mereka lebih suka ngopi di warkop daripada ngopi dirumah,  yaitu:
1.      Udah Tradisi Dari Jaman Dulu
Telah menjadi tradisi bagi kaum pria untuk menikmati kopi di warung-warung. Hal ini sudah berlangsung cukup lama. Kebiasaan itu dipercaya sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu (sebelum jaman penjajahan Belanda dulu). Meski pada saat itu menu dan minumannya bukan kopi, tetapi kebiasaan nongkrong dan ngobrol di warung pun tidak bisa dielakkan :p , adapun tujuannya ialah untuk sekedar “membunuh” waktu.

Aceh dan Kopi
Ada ceritanya kok, singkat aja (walaupun diatas udah panjang lebar.. hehee), Suatu ketika Belanda sedang menjalankan politik pasifikasi (arti : cari di google), masyarakat Aceh banyak yang terserang penyakit diare. Setelah diselidiki hal ini disebabkan masyarakat terbiasa minum air yang tidak dimasak, untuk mengatasi hal tersebut, Belanda meminta masyarakat untuk memasak air terlebih dahulu sebelum air diminum. Agar terasa leubehmangat (baca: lebih nikmat), maka kemudian ditambahkan kopi oleh karena itu kebiasaan ini terus berlanjut hingga kini, sehingga tidak mengherankan di Aceh banyak terdapat warung-warung kopi.
Just info, Awalnya Belanda yang memperkenalkan tanaman kopi di Aceh kemudian dibudayakan hingga sekarang dan Aceh (khususnya aceh tengah, gayo, bener meriah, Aceh) pun terkenal sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.
2.      Rasa Kopinya Beda Dengan Yang Ada Dirumah
Rasa kopi di warkop (warung kopi) lebih nikmat ketimbang rasa kopi dirumah (nah lho, ada apa dengan kopi diwarkop??). Katanya sih, kopi di warkop lebih harum, lebih berasa, gak terlalu manis dan gak terlalu pahit, terus takarannya juga pas, pas dilidah dan juga pas di kantong hehee, pokoknya mantap. Gak tau deh bumbu apa yang dipake (emangnya mau masak.. :D).
Kopi Original
Ada ceritanya juga ne, kopi Aceh yang umumnya dari jenis Arabica pada saat diproses ada sedikit dicampur dengan mentega lho, tapi hal ini gak dilakukan oleh semua produsen sih, trus ada juga yang nyimpen kopi itu berbulan-bulan lamanya (3-4 bulan) agar ketika diolah aroma kopi nya lebih harum.
Terus cara penyajiannya pun berbeda. Kebanyakan kalau kita buat kopi kan instan aja tuh, taruh beberapa sendok kopi dan gula di cangkir kemudian diseduh dengan air panas terus minum deh (eh di embus-embus dulu pastinya). Nah kalau diwarkop beda, Kopi Aceh diseduh langsung dalam air mendidih dan dibiarkan mendidih selama 2 atau 3 menit. Sebelum dituang kedalam gelas tutup rapat-rapat beberapa saat supaya aromanya tidak kemana-mana tetapi kembali masuk kedalam air kopi. Terus disaring beberapa kali dengan saringan unik dan langsung ditaruk ke gelas (lihat gambar). Udah deh, jadi kopi aceh nya.. siap untuk diminum. “selamat menikmati”… heheehe…
3.      Warkop = Ajang Kongkow Alias Nongkrong
Yap, alasan ketiga ini adalah alasannya anak muda…(yang tua mundur dulu yaa.. heheh)…gak donk, pastinya kebanyakan masyarakat aceh memiliki alasan yang sama seperti ini. Nongkrong berlama-lama sambil ngobrol kesana kemari walaupun cuma beli secangkir kopi mah udah kebiasaan aneuk nanggroe (sebutan untuk anak aceh). Malah mereka juga punya semboyan sendiri “makan gak makan asal ngopi”. (wowww…)
kumpul bersama
Mereka senang banget kumpul bersama, tertawa, curhat-curhatan (ceiileeh) dan berbagi cerita di warung kopi. Ajang kumpul-kumpul di warkop ini gak kenal waktu. Mau pagi kek, siang kek, menjelang sore, malam bahkan menjelang pagi lagi, pasti aja pengunjungnya rame terussssssss. malah ada warkop yang bukanya 24 jam lho (ngalah-ngalahin SPBU yaaa..).
Yah, maklum aja, provinsi Aceh kan menerapkan hukum syariat Islam, jadi tempat hiburan malam pun gak banyak di sana. Bahkan bioskop pun gak ada. Jadilah warung-warung kopi itu menjadi wadah untuk ajang temu dengan kawan, relasi bahkan kumpul keluarga.

4.      Nikmatin Wi-fi Gratis
wifi gratisan
Nah kebanyakan agam-agam dan inong-inong aceh (baca: laki-laki dan perempuan aceh) memilih warkop sebagai tempat nge-net paling oke ketimbang nge-net diwarnet. Karena apa?? (lagi-lagi karena apa..hehe), karena mereka bisa nge-net gratis lho,, selain gratis, mereka juga boleh maen berjam-jam, sesuka hati, (sampe hatinya gak kebendung lagi, #eeaaa apaan sih..haha). Sebenarnya sih kalo dipikir-pikir (kalo gak dipikir juga gak apa2 sih, gak masalah..hehe) wifi nya itu gak gratis juga, kan mereka juga beli minum dan beli makanan, jadi dibalik keuntungan penjualan tersebut disalurkan sebagian buat pembayaran wi-fi itu.. (ya kannn..ya gak sihh??). Tapi apapun ceritanya, mereka tetap bisa nikmati wifi itu dengan cuma-cuma, walaupun terkadang jaringannya juga lelet, soalnya jadi rebutan para penikmat kopi+wifi gratis di warkop itu.
5.      Cari Teman dan Gebetan Baru  
Kopi dan Ajang Kenalan
Waahhh, ini dia alasan yang paling fenomenal seantero muda mudi di Aceh (heheh..). Warkop jadi tempat nyari teman baru bahkan gebetan baru lho..

Ada waktu-waktu tertentu dimana warkop jadi rame mendadak sama muda-mudi aceh, yaitu pada sore hari dan malam minggu. Tak hayal, waktu-waktu tersebut lah dimanfaatkan para muda mudi untuk cari teman baru maupun gebetan baru. Awalnya kenalan, jadi teman, trus saling demen deh..heheh..
Ya it’s ok..kebanyakan memang gitu sih. Pergi kece pulang jadi tambah kece deh dapet kenalan baru.. :p


6.      Suasana Warkop Itu Sangat Menyenangkan
Suasana warung
Ya, kebanyakan pada bilang kayak gitu, soalnya rame sih. Masyarakat aceh yang notabennya menjaga banget silahturrahmi dan ukhuwah islamiyah sangat senang dengan kebersamaan. Walaupun gak kenal, saling sapa trus duduk bareng itu hal lumrah. Nah, di warkop bisa kita temukan hal seperti itu. Jadi rasa kebersamaan itu yang buat suasana warkop sangat menyenangkan. Anehnya, meskipun suasana di warkop itu rame banget dan ribut juga kayak di pasar ikan, tapi pengunjungnya nyaman-nyaman aja tuh. Waah… Amazing….!
7.      Sebagai Sarana Hiburan
Peracik Kopi
Sebagian besar warkop-warkop di Aceh sudah menyediakan berbagai fasilitas yang oke punya, seperti TV dengan layar gede, tempat duduk sofa, ruangan ber-AC yang dikhususkan untuk perokok pasif alias gak ngerokok dan ada juga yang nyediain panggung (stage) yang biasa digunakan untuk event-event tertentu, seperti nge-band, promotion event, bahkan acara stand up comedy.
Tapi pemirsa ada satu event terkemuka yang menjadi hiburan paling top bagi masyarakat aceh, yaitu nonbar alias nonton bola bareng. Pertanyaannya dimana mereka nonbarnya??? Yaa, dimana lagi kalau bukan di Warkop. Warkop itu jadi penuh banget, apalagi kalau klub yang mau tanding itu seru (kayak Barca vs Madrid neh) waaahh penontonnya rame, rame nya sampe ke halaman warkop cuuyy.. Gak heran hal tersebut jadi hiburan tersendiri buat mereka.
8.      Tersedianya Berbagai Makanan dan Minuman Khas Aceh
Kue Timph
Selain di pasar tradisional, untuk dapat membeli kue-kue tradisional khas aceh bisa kita temukan di tiap warung-warung kopi. Hampir semua warung kopi menyediakan kue-kue khas aceh, seperti timphan, pulot bakar, Adee (bingkang), boh rom-rom (sejenis klepon) dan kue-kue biasa lainnya kayak risol, bakwan, pisang goreng, tahu isi, tempe isi, kue lapis, kue martabak. (waah, jadi laper neh..heheh). Tidak hanya kue, tapi makanan khas aceh lainnya tersedia juga diwarkop-warkop ini seperti, Mie Aceh, Martabak telor Aceh, nasi goreng Aceh, Nasi gurih atau nasi lemak, Gulai Kari Kambing bahkan Bu sie itek (Nasi bebek) pun bisa kita dapati.
Nah, kalau pada pengen makan salah satu makanan diatas, gak usah pusing-pusing nyarinya, cuss aja ke warkop terdekat, pasti ketemu deh. Oh iya, pengunjung warkop gak usah capek-capek ngambil kue sendiri, ntar disuguhin kok sama pramusajinya ke meja kita. Kebayangkan nikmatnya minum kopi sambil disuguhin kue-kue yang lezat.. yummmyyy…
9.      Sebagai Tempat Pencari Berita
Mayoritas masyarakat aceh tetap saja merupakan pembaca surat kabar di warung kopi. Suasana warung kopi tempo dulu juga tetap sama dengan saat sekarang, hampir gak ada kursi yang kosong sehingga orang menunggu giliran untuk membaca koran. Bahkan ada warkop yang menyediakan surat kabar (lokal atau nasional) dan tabloid dengan jumlah yang lebih. Maklum pengunjungnya rame, daripada berebutan ntar.. hehe…
Dengan bermodalkan uang seharga segelas kopi dan sepotong kue mereka bisa mendapatkan informasi.
10.  Sebagai Sumber Insipirasi Pelajar dan Mahasiswa Galau.
Nah bagi pengunjung warkop dari golongan pelajar dan mahasiswa, warkop merupakan tempat inspirasi. Karena kenapa? (karena tak selamanya jagung itu direbus, hehehe, ngawur lagi)..
kopi dan skripsi
Ini nih alasannya, ketika mereka buntu (gak bisa mikir lagi) atau gak tahu lagi arah jalan pulang, heheh, maksudnya udah gak bisa mikir lagi dengan tugas-tugas di sekolah atau tugas akhir (KTI, Skripsi, Thesis dll) di kuliahan, maka cara paling ampuh untuk dapat menyelesaikan tugas mereka adalah nongkrong atau ngopi diwarkop. Woww.., mereka tidak hanya sekedar duduk nongkrong gitu aja lho, mereka ditemani dengan laptop, buku-buku skul or kul, terus juga ditemani Inong mameh (baca: cewek manis),,hehe, gak donk, yang pasti ditemani dengan tugas-tugas yang akan mereka selesaikan laaah. Alhasil, mereka bisa menyelesaikan tugas mereka lho.. ya walaupun ada juga yang gak selsai, tapi setidaknya mereka semangat mengerjakan tugas mereka diwarkop. Katanya sih, aura warkop yang buat mereka jadi terinspirasi dan termotivasi ngerjain tugas mereka. Aura apa yaaa… ??? (but, it’s great!)
Nah itulah beberapa alasan mengapa aneuk nanggroe betah ngopi diwarkop..  How about you? mau rasain sensasinya ngopi di warkop?? Yup, datang aja langsung ke warkop-warkop di kawasan kota Banda Aceh.. dengan sejuta warkopnya anda akan disuguhi kopi yang nikmat dan suasana yang gak bikin bosen (tapi jangan sendiri ya, ntar jadi bosen juga..heehe)

Saleum Aneuk Nanggroe….. 

Penulis : Fadhillah S
Berita Terkait!:   Satgas TMMD 110 Bojonegoro Gencar Sosialisasikan Prokes Pencegahan Covid-19

Komentar