wooOW!! Jepang Ciptakan Layar TV yang Dapat Dijilat untuk Cicipi Makanan Jarak Jauh

Teknologi1427 Dilihat

ExtraNews – Prototipe layar TV yang “bisa dijilat” untuk mencicipi rasa makanan telah dikembangkan oleh seorang profesor di Jepang, lansir kantor berita Reuters.

Diberi nama Taste-the-TV, sepuluh tabung menyemprotkan rasa ke “lapisan higienis” yang ditempelkan di atas layar untuk dijilat oleh pemirsa.

Profesor Homei Miyashita dari Universitas Meiji mengatakan teknologi ini dapat digunakan untuk melatih koki atau sommelier dari jarak jauh.

Jika diproduksi secara komersial, harga TV ini diperkirakan $875 (Rp12,4 juta).

Kisah di balik kecintaan warga Jepang terhadap kamera analog, kaset, dan vinil lawas Perusahaan Jepang luncurkan ‘motor terbang’ seharga hampir Rp10 miliar Teknologi baju baja ‘Iron Man’ dapat membantu pekerja di masa depan , “Tujuannya yaitu memungkinkan orang-orang merasakan pengalaman seperti makan di restoran di belahan dunia yang lain, meskipun tidak keluar rumah,” kata Profesor Miyashita kepada Reuters.

BACA JUGA INI:   Pemkab Muba Berencana akan Mengembangkan Kelistrikan PT MEP

Ia dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan manufaktur tentang potensi aplikasi lain dari teknologi penyemprotan rasa ini, misalnya menambahkan rasa untuk bersulang.

Sang profesor membayangkan dunia tempat kita dapat mengunduh “konten rasa”.

Miyashita percaya bahwa pada era Covid-19, teknologi semacam ini dapat meningkatkan cara orang terhubung dengan dunia luar.

Namun banyak warganet di Twitter bertanya-tanya apakah saat ini, di tengah pandemi global, adalah waktu yang tepat untuk meluncurkan Taste-the-TV.

“Selama pandemi ini?” tulis seorang warganet, “Kemungkinan besar akan sukses di masa corona ” warganet lain bercanda.

Di masa lalu, Profesor Miyashita dan mahasiswa-mahasiswanya sudah menciptakan beragam perangkat yang berkaitan dengan rasa, termasuk “garpu yang membuat makanan terasa lebih kaya”.

Wartawan di Jepang menyaksikan demonstrasi Taste-the-TV yang dibawakan oleh seorang siswa.

Ia berkata kepada mesin bahwa ia ingin “cokelat manis”, dan setelah beberapa kali percobaan, pesanan itu disemprotkan ke lapisan tipis plastik untuk ia cicipi. “Rasanya seperti cokelat susu,” katanya. [*suara]

 

Komentar