Viral Pengisian BBM Subsidi di Luwu Timur Terbantahkan, Pertamina Temukan Pelanggaran SOP di SPBU Wasuponda
LUWU TIMUR, Extranews – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menuntaskan investigasi atas video viral yang menuding adanya pengisian BBM subsidi hingga jutaan rupiah di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
Hasil pengecekan bersama pengelola SPBU dan aparat kepolisian memastikan bahwa informasi pengisian hingga Rp5 juta tidak sesuai fakta di lapangan.
Berdasarkan data transaksi, nilai pengisian yang terjadi berada di kisaran Rp500 ribuan.
Tak hanya itu, pihak perekam sekaligus penyebar video juga telah memberikan klarifikasi, mengakui bahwa informasi awal yang beredar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Meski isu utama terbantahkan, investigasi lanjutan justru menemukan persoalan lain. Dari penelusuran data transaksi, terindikasi adanya penggunaan barcode yang tidak semestinya serta pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam penyaluran BBM subsidi.
Atas temuan tersebut, Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU berupa surat peringatan, pembinaan operasional, hingga penghentian sementara penyaluran produk JBT Biosolar selama satu pekan.
Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menegaskan bahwa setiap bentuk penyimpangan dalam distribusi BBM subsidi akan ditindak konsisten.
“Setiap penyimpangan, baik dalam mekanisme transaksi maupun penggunaan barcode, menjadi perhatian serius. Sanksi diberikan sebagai langkah korektif sekaligus penguatan disiplin operasional agar penyaluran tetap sesuai peruntukan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Senada, Area Manager Communication, Relation, & CSR, Lilik Hardiyanto, menegaskan pengawasan distribusi BBM subsidi dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.
“Setiap temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti melalui verifikasi data dan pengecekan operasional. Ketika ada indikasi pelanggaran, langkah penindakan dijalankan secara tegas. Ini bagian dari upaya menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” jelasnya.
Pertamina memastikan distribusi BBM di wilayah Sulawesi Selatan tetap berjalan normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi melalui pengaturan suplai yang terjaga.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan distribusi energi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Partisipasi masyarakat dinilai krusial dalam mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.
Laporan dugaan pelanggaran dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 dan akan ditindaklanjuti melalui proses verifikasi serta evaluasi operasional.
Dengan menempatkan kepatuhan sebagai fondasi utama, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga distribusi energi tetap tertib, transparan, dan tepat sasaran. Fir









