HUT Kemerdekaan RI ke 81 Tahun 2026
alfaone 1

Viral! Para Anak Balita di China Tidur Peluk Labu Musim Dingin sebagai Pengganti AC, Ahli Ingatkan Dampaknya

Viral! Para Anak Balita di China Tidur Peluk Labu Musim Dingin sebagai Pengganti AC, Ahli Ingatkan Dampaknya

CHINA, ExtraNews – Baru-baru ini, sebuah meme di internet mengungkap kebiasaan baru balita di China yang memeluk labu musim dingin saat tidur untuk mendinginkan tubuh sebagai alternatif murah pengganti AC tengah ramai di media sosial China.

Tak hanya balita, bahkan hewan peliharaan juga nyaman tidur di atas tumpukan labu.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa buah tersebut dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan akibat kedinginan.

Bahkan, labu tersebut bisa saja pecah atau meledak pada malam hari dilansir dari Straits Times.

Labu musim dingin terdiri dari lebih dari 95 persen air, sehingga mirip dengan bantal pendingin yang berisi air.

Bagian luar labu umumnya memiliki suhu sekitar 3 hingga 5 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan suhu ruangan.

Ketika ditempelkan pada tubuh, labu tersebut dapat menyerap panas dari permukaan kulit sehingga memberikan efek sejuk.

Dalam meme yang beredar, sebuah labu raksasa seberat 7,5 kilogram digambarkan secara jenaka sebagai “AC portabel” yang tidak membutuhkan listrik dan tidak mengeluarkan suara.

Trik mendinginkan tubuh dengan labu sebenarnya bukanlah penemuan zaman modern.

Masyarakat China pada zaman dahulu juga menggunakan cara yang sama untuk melewati malam-malam musim panas yang terik.

Teknik tersebut bahkan tercatat dalam sejumlah dokumen sejarah.

Ding Yiyun, dokter dari Departemen Kedokteran Psikosomatik Rumah Sakit Dongfang, Beijing University of Chinese Medicine, mengatakan kepada Beijing Daily bahwa tidur sambil memeluk labu terutama dapat membantu orang yang mengalami insomnia akibat panas musim panas, atau mereka yang sedang diliputi kecemasan maupun stres berat.

Namun, orang yang memiliki kondisi tubuh yang sensitif terhadap suhu dingin sebaiknya tidak mengikuti tren tersebut karena dapat memicu gangguan kesehatan akibat kedinginan.

Ding menyarankan agar labu musim dingin cukup dipeluk selama 10 hingga 20 menit sebelum tidur, bukan sepanjang malam.

Setelah digunakan, labu juga sebaiknya diganti secara berkala untuk mencegah penumpukan bakteri.

Di luar rekomendasi medis tersebut, sejumlah orang ternyata sudah mengalami kejadian tidak menyenangkan akibat mencoba tren ini.

Beberapa orang mengaku terbangun dan mendapati labu kundur yang mereka peluk telah pecah, dengan cairan busuk dan berbau menyengat berceceran di seprai hingga lantai.

Seorang warganet dari Provinsi Hubei bahkan mengunggah video yang memperlihatkan kebiasaan tersebut.

Ia mengatakan harus membuang semua barang yang terkena cairan.

Warganet lainnya berkomentar, “Baunya benar-benar menyiksa.”

Ao Qingyan, ahli agronomi senior dari Chengdu Academy of Agriculture and Forestry Sciences, mengatakan kepada media berbasis di Sichuan, Fengmian News, bahwa ketika labu ditempelkan pada kulit sepanjang malam, panas tubuh akan berpadu dengan panas yang terperangkap di ruang sempit di bawah selimut.

Kondisi tersebut pada dasarnya mengubah labu kundur menjadi semacam inkubator bersuhu hangat.

Dalam kondisi hangat dan lembap, mikroorganisme dapat berkembang biak dengan cepat dan menguraikan gula serta zat organik di dalam labu.

Proses tersebut menghasilkan karbon dioksida dan gas lainnya.

Karena kulit labu yang kedap udara memerangkap gas tersebut, tekanan di dalamnya pun terus meningkat.

Kondisi inilah yang dapat menyebabkan labu akhirnya pecah.

Meski demikian, seperti yang dikatakan para warganet, membeli labu berukuran besar untuk mencoba trik ini memang cukup murah.

Setelah mencoba efek dinginnya, labu tersebut bisa dimasak menjadi sup atau berbagai hidangan.

Selain menyegarkan untuk disantap saat musim panas, cara ini juga dapat mencegah labu terbuang sia-sia. (*)

 

 

lion parcel