alfaone 1

Viral BBM Subsidi Diduga Disalahgunakan, Pertamina Patra Niaga Turun Tangan Lakukan Investigasi

Viral BBM Subsidi Diduga Disalahgunakan, Pertamina Patra Niaga Turun Tangan Lakukan Investigasi

LUWU, Extranews  – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merespons cepat beredarnya video viral yang menampilkan dugaan pengisian BBM jenis solar subsidi secara tidak wajar di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
Langkah awal langsung diambil. Bersama aparat kepolisian setempat, Pertamina melakukan klarifikasi dengan memanggil pengelola SPBU, sekaligus menelusuri data transaksi dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Hasil pengecekan sementara mengungkap fakta berbeda dari narasi yang beredar di media sosial.
Nilai transaksi yang sempat disebut mencapai Rp5 juta, ternyata tercatat hanya berkisar Rp500 ribuan.

Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel, Mohammad Yoga Prabowo, menegaskan bahwa data awal menunjukkan transaksi tersebut masih dalam kategori normal.

“Pengecekan awal melalui data transaksi dan CCTV menunjukkan nilai pengisian berada pada kisaran Rp500 ribuan. Klarifikasi juga telah dilakukan bersama pihak SPBU dan kepolisian,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Namun, persoalan belum selesai. Pertamina menemukan indikasi janggal antara nilai transaksi dengan kapasitas tangki kendaraan dalam video.

Secara teknis, kendaraan jenis tersebut diperkirakan hanya mampu menampung maksimal 55 liter angka yang memicu tanda tanya terhadap kewajaran pengisian.
Temuan ini menjadi pintu masuk investigasi lanjutan.

“Jika dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi, kami akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan,” tegas Yoga.

Di sisi lain, Pertamina memastikan kondisi stok BBM di wilayah Sulawesi Selatan tetap aman dan distribusi berjalan normal sesuai prosedur.
Area Manager Communication, Relation, & CSR, Lilik Hardiyanto, menekankan pentingnya peran publik dalam mengawasi distribusi energi bersubsidi.

“Kami mengapresiasi laporan masyarakat. Setiap informasi akan kami verifikasi dan tindak lanjuti untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran,” katanya.

Kasus ini kembali membuka celah pengawasan dalam distribusi BBM subsidi sektor yang kerap menjadi sorotan karena rawan penyimpangan. Pertamina menyatakan akan terus memperketat sistem pengawasan, baik melalui digitalisasi maupun pengawasan langsung di lapangan, dengan melibatkan aparat penegak hukum.

Masyarakat pun diingatkan agar menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukannya. Jika menemukan indikasi pelanggaran, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Call Center 135.

Investigasi masih berjalan. Publik kini menunggu: apakah ini sekadar kesalahpahaman data atau ada praktik yang lebih dalam yang sedang dibongkar.

lion parcel