Video Detik- detik Crane Gider Pembangunan Fly Over Bantaian Ambruk saat Kereta Api Babaranjang Melintas

Video Detik- detik Crane Gider Fly Over Bantaian Ambruk saat Kereta Api Babaranjang Melintas
Electric louncher pemasangan gider pada pembangunan jembatan fly over di perlintasan Bantaian ambruk

Pembangunan Fly Over Bantaian Telan Korban

 

MUARA ENIM-SUMSEL, ExtraNews – Crane gider flyover yang sedang beroperasi membangun jembatan fly over perlintasan kereta di tebing Bantaian desa Panang Jaya pada Kamis (7/5/2024) sekitar pukul 11.00 wib Ambruk bersamaan saat kereta api Babaranjang sedang melintas.

Akibat kejadian tersebut PT KAI langsung Sampaikan Permohonan Maaf Atas Gangguan Operasional di Petak Jalan Gunung Megang – Panang Jaya Penanggiran tersebut karena musibah tersebut.

Sebagaimana diketahui pada kamis siang Masyarakat Desa Panang Jaya, Kecamatan Ujan Mas dan Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang sekitanya mendadak heboh. Pasalnya telah terjadi kecelakaan kerja saat pemasangan balok girder flyover perlintasan kereta api ditikungan Bantaian. Peristiwa itu melibatkan angkutan kereta api batubara rangkaian panjang (Babaranjang) saat melintas, Kamis (7/3/2024) pukul 11.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, 1 dari 9 pekerja diketahui meninggal dunia. Sedangkan lainnya mengalami luka serius. Salah satu pekerja meninggal dunia bernama Edi Saputra (32) warga Palembang. Fadil (35) Sumenep Madura Jawa timur, mengalami luka pada pecah bibir dan gigi patah, Wahyudin (34) warga Makassar mengalami luka pada kaki kanan lecet dada memar tangan kanan lecet, kening lecet, Resto (37) warga Makasar mengalami luka serius dan terpkasa dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD dr HM Rabain Muara Enim.

Sedangkan 5 orang lainnya, Mufaridin (37), Tegar (23), Edi Setiawan (21), M Budi (51) dan M Hidayat (51) mengalani luka dilarikan ke Puskesmas Gunung Megang untuk mendapat pertolongan medis. Setelah mendapatkan penanganan awal, kelima di rujuk ke RSUD Prabumulih.

Informasi dihimpun dilapangan menyebutkan, sebelum kejadian para pekerja hendak melakukan pemasangan balok girder flyover perlintasan kereta api Bantaian. Namun akan proses pemasangan balok girder flyover tersebut kereta CC 202 90 04, CC 202 02 01, CC 202 86 09 batubara rangkaian panjang (Babaranjang) melaju dari arah Prabumulih menuju Muara Enim melintas. Tiba-tiba electric louncher mengangkut balok girder flyover langsung roboh di sisi kanan dan langsung ambruk sehingga menimpa 5 gerbong ,tak pelak 5 gerbong .Babaranjang itu langsung anjlok keluar rel.

Dampak dari kejadian itu bukan hanya menimpa gerbong dan menekan korban jiwa ,sedikitnya tiga rumah warga sekitar yang diketahui adalah milik Juli, Ningsih dan Tabrani mengalami rusak berat terkena timpa. Beruntung saat kejadian penghuni rumah tersebut sedang di luar rumah. Akibat kejadian pelintas Bantaian mengalami kemacetan beberapa jam lantaran perlintasan kereta api tertutup gerbong.

Dalam evakuasi gerbong yang menghalangi ruas jalan nasional memakan waktu selama 2,5 jam dan sekitar pukul 15 akhir gerbong barhasil dievakukasi.

PPK Balai Besar Jalan Nasional Surya Perdana, mengatakan bahwa kejadian tersebut diduga terjadi miskomunikasi antara electric louncher terlalu cepat mengangkat sehingga terjadi tidak keseimbangan berpengaruh pada louncher hingga terguling ketanah.

“Yang jelas kita mengevakuasi electric louncher secepatnya agar arus kereta normal dan arus lalu lintas kembali lancar. Untuk korban satu dari pihak electric louncher meninggal dan enam luka-luka serius selebihnya luka ringan,”katanya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra, mengatakan untuk korban telah dilarikan ke rumah sakit Dr HM Rabain Muara Enim dan Puskesmas Gunung Megang. Sedang mengenai penyebab terjadi kejadian tersebut masih dalam tahap penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan dan sudah dilakukan anggota dilapangan,” ujar Jhoni kepada awak media sela-sela evakuasi gerbong kereta.

Terpisah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan operasional kereta api akibat robohnya pemasangan gider pada pembangunan jembatan fly over di perlintasan Bantaian petak jalan Gunung Megang- Penanggiran Kabupaten Muara Enim.

“Jalur KA untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kejadian tersebut. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi rangkaian KA Babaranjang,” kata Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti.

“Upaya selanjutnya dari KAI adalah melakukan upaya evakuasi rangkaian kereta api dan perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

(nur)

 

BACA JUGA INI:   Pj Bupati Muara Enim Resmikan Program Bedah RTLH di Tiga Kecamatan