Pasang Iklan Murah Meriah

Umar Said : Idul Fitri Semoga Menjadi Kemenangan Sempurna

57012C0E 7DAD 42BF 89B2 E788578679CB

Palembang, Extranews —-Semoga momentum   Idul fitri 1443 Hijriah menjadi kemenangan sempurna dan kemenangan sejati bagi hambah yang telah mendekati diri kepada Allah  dan Allah telah mengampuni dan memberikan barokah kepada umat Nya.EF050F7A E019 45BA 9557 908E48D32671 1 scaled

Hal itu disampaikan oleh Ustadz H Umar Said, dalam khutbah Idul Fitri 1443 Hijriah di  Masjid Baitul Muwafaqoh, Kebun Bunga, KM 9 Palembang, Senin (2/5).

Umar Said yang juga ketua takmir Masjid Baitul Muwafaqoh ini menyampaikan,

Idul fitri adalah hari kemenangan mari memaknai kemenangan iman yang sejati, Idul Fitri adalah kemenangan tauhid atas syirik, kemenangan keadilan atas kezaliman. kemudian kemenangan rahmatan lil alamin dan kemenangan kesehatan atas pandemi  Covid 19.F4E6B912 61FB 4AD2 BE27 88122BB31E27 1 scaled

BACA JUGA INI:   FKPT Sumsel Ajak Siswa SMA di Sumsel Zoom Indonesia Tangguh dan Lomba Video

“Mari kita tidak menodai kesucian yang telah dibangun untuk hari hari ke depan,” ujar Umar Said.

Oleh karena itu jangan melakukan perbuatan yang bisa merusak kesucian hari Idul fitri ini.

Menurut Umar Said, tujuan ibadah puasa menjadi orang yang bertaqwa.

Dari konsonan taqwa memiliki pengertian tersendiri.

Konsonan pertama  “t”artinya  taatlah kepada Nya atau kerjakan perintah Allah dan jauhi larangan Nya.

Huruf kedua, “a” artinya, amanah yang artinya tidaklah masuk orang yang beriman, jika menghianati iman itu sendiri. Sesudah Fitra mari kita jalankan penuh dengan amanah.

Huruf “ q” yaitu qonaah berlapang dada menjadi manusia pemaaf dan tidak mudah tersinggung, berjiwa besar mau mendengar pendapat orang lain.

BACA JUGA INI:   VIDEO Viral Grup Gambus Pengisi MTQ Sajikan Musik Dugem, Akhirnya Minta Maaf

Huruf “w” warok itu bertaqwa, menjaga sikap dari sesuatu yang Allah benci. Orang-orang bertaqwa takut dengan kemurkaan Allah SWT.

Oleh sebab itu setelah ibadah puasa yang ditutup dengan zakat Fitra, maka bagi yang mencintai dan memuliakan fakir miskin sama salnya mencintai Allah SWT.

Sedangkan “a” terakhir adalah adil, pekerjaan yang paling dekat dengan bertaqwa. Lawan adil adalah zalim. Jadi pemimpin sebagai pemimpin, jadi lah istri sebagai istri dan jadilah suami sebagai suami. Firko

BACA JUGA INI:   Zona Merah, Shalat Ied di Rumah