Sudah Majukah UMKM di Sumsel? Ini Jawabannya !

Seputar Sumsel79 Dilihat

Palembang, Extranews —- Caraka Media, perusahaan pers dari Jakarta, membahas berkaitan dengan kondisi UMKM pasca pandemi Covid-19 di Sumsel.

Acara yang berlangsung secara hibryd di Airis Hotel, Palembang, Jumat (23/9), menghadirkan pembicara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel, H Amiruddin MSi, Ketua Asosiasi (Perjuangan Wiraushaa Nusantara (Perwiranusa) Sumsel Ihsan Ardianto, dan Manager Pemasaran BRI KC Palembang Rivai, Ismail Ridho Hasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Diskusi yang mengangkat tema meningkatkan produktivitas pelaku UMKM pascapandemi Covid 19 dengan menghadirkan key notespeec Firdaus Komar dan acara dimoderator Ari Julianto.

Firdaus yang lebih menjadi pemantik memaparkan bagaimana ketiga komponen antara pemerintah, pelaku UMKM dan perbankan bisa mencari titik temu dalam memajukan UMKM.

“Eksekusi permasalahan ini baik dari hulu maupun hilir, artinya menjadi mitra dalam membantu UMKM semestinya harus dimaksimalkan dari permodalan, kualitas  skill SDM, memilih produk yang memiliki nilai pasar atau jual. Setelah itu di hilir dari membuka pasar baik manual maupun digital,” jelas Firdaus.

Ihsan Ardianto, Ketua Asosiasi Perwiranusa, mengakui jika komunitas UMKM ini belum populer. Namun demikian perjuangan membangun UMKM dari sebelum Covid dan saat Covid tantangan luar biasa.

Pada saat Covid pemanfaatan digital internet masih terasa, dan tetap eksis di tengah pandemi dan pasca kenaikan BBM.

Ihsan mengakui banyak menemui kendala akibat dampak BBM. Misalnya ongkos produksi dan tarif armada meningkat.

Ihsan juga mengakui kesulitan UMKM kaitan akses permodalan, kemudian packejing dan pemasaran. Termasuk pemanfaatan transpormasi digital. Olah karena itu komunitas Perwiranusa juga bersama-sama membuta skema modal bergulir sebesar kisaran Rp 2 juta. “Kaitan pemasaran digital, pernah memiliki market place berupa lapakkita.com. Namun saat ini sulit untuk berkembang.

Ihsan juga berharap pemerintah mempermudah mendapat akses program dari beberapa kementerian.

Menurut Kepala Dinas Korperasi dan UMKM Amiruddin MSi, mengatakan saat ini ada 18 kementerian terkait yang mengucurkan program pembinaan UMKM.

Amiruddin mengeluhkan ada juga pihak yang mengaku-ngaku komunitas UMKM dan meminta bantuan. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel, banyak sekali

komunitas UMKM saat ini.

Bantuan OPD sini juga mengangkut peningkatan skill dan perlindungan hukum terhadap pelaku UMKM.

Saat Ini pelaku UMKM mendalat

BPUM bantuan presiden usaha mikro.

BPUM harus ada NIB minimal surat Keterangan usaha (SKU) kelurahan. Ini bantuan murni. Tidak bisa dielakkan mengaku sebagai UMKM. Dimanfaatkan dan difasilitasi komunitas UMKM.

Bantuan cuma-cuma ada juga oknum komunitas.

Pelaku UMKM juga perlu  diedukasi kaitan fungsi NPWP. Karena bikin NPWP dikenakan pajak dan harus laporan pajak. Pelaku UMKM mengakui, kerepotan soal laporan pajak.

Manajer Pemasaran Bank BRI KC Palembang Rivai Ismail Ridho Hasan, menyampaikan berkaitan dnegan program kredit usaha di BRI.

Saat ini jumlah nilai kredit KUR yang telah diserap yaitu Rp 1,4 triliun tahun 2022 sasaran  UMKM di tiga provinsi Sumsel, Jambi, dan Babel. Dengan jumlah 45 debitur Bank BRI.

Ismail menjelaskan, fasilitas kredit mitra di BRI yaitu Free financing modal kerja di awal, Post finance atas invoice yang ditagihkan, Distributor financing ke arah yang lebih besar Kredit investasi, Support kegiatan usaha pembangunan pabrik gudang, Kredit usaha rakyat (KUR), dan Bank garansi pemberi kerja ada jaminan perbankan atas pelaksanaan kerja itu. Firko

Komentar