oleh

STRATEGI MEDCO E&P Tetap Produktif di Tengah Pandemi, Demi Tanggung Jawab Ketahanan Energi

HAMPIR sepanjang tahun 2020, corona virus disease 2019 (Covid-19) menyerang dunia global, termasuk Indonesia. Dampaknya pun luar biasa. Wabah suatu penyakit yang menyerang banyak korban ini, serempak terjadi di berbagai negara. Dampak covid-19 juga dirasakan oleh perusahaan pertambangan berupa minyak dan gas bumi.

PT Medco E&P Indonesia, merupakan anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi), salah perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang terdampak karena covid-19. Ibarat mengayuh dua karang, satu sisi PT Medco E&P Indonesia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga ketahanan energi dan sisi lain Medco harus menghadapi kasus Covid-19. Apalagi awal Maret 2020, badan kesehatan dunia, WHO menetapkan penyakit ini sebagai pandemi karena seluruh warga dunia berpotensi terkena infeksi penyakit covid-19. Dengan dua pilihan mengayuh tersebut, tentu saja harus dijalankan oleh PT Medco.
Tantangan di tengah pandemi covid-19, menurut VP Relations & Security Medco E&P Drajat Iman Panjawi, sudah menjadi kewajiban mematuhi protokol kesehatan. “Karena proses produksi tidak boleh berhenti, dan sumber daya manusia (SDM) juga tidak boleh terkena corona virus,” ujar Drajat pada kegiatan webinar dan Kompetisi Karya Jurnalistik bertema “Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Saat Pandemi ” pada Senin (14/12).

Peserta Wibinar yang terdiri dari wartawan di Sumsel, Senin (14/12).

Lebih lanjut searah dengan pendapat Drajat Panjawi, menurut Robby Wijaya, Officer Community Relation & Enhancement PT Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, mengejar target produksi di tengah pandemi covid yaitu melakukan adaptasi masa pandemi. “Kuncinya di sinilah, karena hal ini menjadi perhatian serius Medco dengan prinsip kegiatan produksi jalan dan sisi lain pekerja aman,” ujar Robby. Ya, tentu saja dengan melakukan tiga tindakan dasar, yaitu selalu mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir, menjaga jarak aman, dan memakai masker. Selain melakukan adaptasi di tengah pandemi, terutama menjaga pekerja atau SDM Medco, dalam mengatasi dampak pandemi, Medco juga berkontribusi dalam mencegah dan mengatasi dampak pandemi ke tengah masyarakat.
Menurut Robby, kontribusi Medco E&P, dari awal pandemi dengan membagi 1.820 paket makanan, berbagi masker ke 4.200 tenaga medis dan 6.550 pekerja pabrik, membagikan hand sanitizer 10.900 paket hand gloves dan 475 liter sanitizer serta 45 unit fasilitas cuci tangan. Bukan hanya itu, saat adaptasi masa pandemi juga melakukan edukasi kesehatan, ekonomi dan ketahanan pangan, serta peduli kaum rentan, peningkatan infrastruktur, dan support aktivitas masyarakat.
Berkaitan dengan tugas utama dan tanggung jawab Medco E&P, sebagai anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) perusahaan swasta nasional yang berkomitmen sejak tahun 1980 menyediakan energi untuk masyarakat.
Menurut Robby, Medco E&P berkomitmen mendukung strategi Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di masa depan secara bertanggung jawab dengan terus melakukan kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi pada lapangan-lapangan yang sudah matang maupun baru ditemukan. Medco E&P sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama di Indonesia, terus memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mengoperasikan 13 wilayah kerja yang terbentang dari Aceh hingga Sulawesi.
Komitmen ini juga sejalan dengan visi yang dimiliki oleh Medco E&P yaitu Perusahaan Energi Pilihan. Dalam mendukung visi tersebut, Medco E&P memiliki misi yaitu mencari dan mengembangkan secara inovatif sumber daya energi untuk meningkatkan manfaat bagi semua
pihak yang berkepentingan (stakeholders) sejalan dengan standar etika dan standar lingkungan tertinggi. Dengan mengedepankan empat pilar tata nilai yaitu professional, etis, terbuka, dan inovatif. “Senantiasa menjunjung kearifan lokal untuk memberikan nilai tambah pemanfaatan
sumber daya alam dan kelestarian lingkungan,” papar Robby.
Wujud nyata yang dilakukan oleh Medco E&P yaitu membangun komunitas dengan penghidupan yang lebih baik. Contohnya, berupa budidaya jamur merang dengan meningkatkan pendapatan Rp 4 juta dengan 200 kg jamur, yaitu dengan memanfaatkan tandan kosong sawit sebagai media tanam.
Selain itu budidaya madu hutan dan kelulut (mantanku). Program ini dengan meningkatkan panen dua kali sebulan atau setara dengan 90-100 kg sebulan. Dampaknya penghasilan kelompok usaha meningkat Rp 3-4 juta per anggota kelompok. Dengan

Salah satu kontribusi PT Medco E&P Indonesia yaitu budidaya jamur merang yang telah berhasil meningkatkan pendapatan anggota kelompok pembinaan.

memperhatikan potensi lokal, juga budidaya karet (bukor) di lokasi 15 desa dengan melibatkan 265 petani di lahan 312 hektar. Dampaknya meningkatakn 40 % penghasilan petani karena petani memperoleh akses khusus untuk menjual langsung di pabrik dan berhasil memotong rantai pemasaran getah dengan kualitas kadar karet kering mencapai 82 %.
Budidaya pengelolaan karet ini didukung dari berhasilnya pengelolaan asap cair pembeku karet kualitas kadar karet kering mencapai 82%. Hal ini berdampak dengan meningkatnya harga jual karet hingga mencapai Rp 2,2 juta/hektar. Kelebihan dengan menggunakan asap cair ini ramah bagi lingkungan dan tidak berbahaya bagi kulit, serta tidak berbau.

Salah satu kontribusi PT Medco E&P memberdayakan kelompok tani karet di sekitar area operasional perusahaan.

Efek Berganda Program Hulu Migas

Komitmen Medco E&P ini diperkuat penjelasan dari Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatera bagian Selatan Adiyanto Agus Handoyo.
Adiyanto mengatakan, SKK Migas dan Medco E&P terus bekerja optimal untuk menjaga ketersediaan energi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pihaknya berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan media terhadap operasional hulu migas di Sumsel.

Adapun tanggung jawab sosial industri Hulu Migas, melalui program pengembangan masyarakat (PPM). Seperti halnya dilakukan Medco, tujuan PPM ini, yaitu mewujudkan kepedulian industri hulu migas kepada masyarakat melalui program strategis guna menciptakan dan memelihara keseimbangan antara upaya-upaya meningkatkan pendapatan negara, menciptakan keuntungan bagi KKKS, melaksanakan fungsi-fungsi sosial dan memelihara lingkungan hidup. Fungsinya yaitu mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pola kemitraan sehingga dapat membantu kelancaran operasional KKKS. “Terdapat 99 program pembinaan melalui UMKM / mitra binaan KKKS Sumbagsel 2016-2020, yaitu bidang teknologi, pariwisata, perkebunan, seni, jasa, kerajinan, pertanian, budidaya, makanan dan minuman.

Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatera bagian Selatan Adiyanto Agus Handoyo.

Khusus terkait penanganan bencana covid-19, Hulu Migas berkontribusi membantu penanganan covid-19 Hulu Migas, sejumlah Rp 25,496,429,894 dari jumlah tersebut wilayah Sumbagsel Rp 5,2 miliar dengan jenis bantuan di antaranya masker, APD, boots, hand-sanitizer, disinfektan dan disinfektas sprayer, vitamin, tempat cuci tangan, penigkatan kapasistas rumah sakit, sembako.
Salah satu program yaitu sosial development yaitu pengembangan suku anak dalam (3T) lanjut kembang, replikasi, inovasi berupa pengentasan dan pemberdayaan, kemandirian, dan pembinaan. Pengembangan Suku Anak Dalam merupakan program yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi ekosistem sungai di sekitar desa binaan. Program ini merupakan kolaborasi antara usaha pemberdayaan mesyarakat pesisir sungai dengan upaya perbaikan lingkungan sungai, melalui pendidikan sebagai metode pendekatan utamanya.

Adiyanto memaparkan, terkait kondisi perminyakan dan gas secara nasional, menurut Adiyanto, minyak dan gas sebagai komoditi strategis, pada saat ini posisi Indonesia bukan negara yang kaya minyak dan gas.
Data bp.stat 2019, menunjukkan posisi cadangan minyak di Indonesia 0,2 persen dari cadangan seluruh dunia. Artinya Indonesia bukan negara yang kaya minyak, dengan peringkat 27 dunia. Begitu juga cadangan gas juga menunjukkan Indonesia hanya 1,4 persen dari cadangan minyak di dunia.
Menurut Adiyanto, kondisi Hulu Migas di Indonesia 2020, dari sumber Ditjen Migas (2019) memiliki 128 cekungan (20 cekungan telah produksi, 27 cekungan penemuan belum produksi, belum ada penemuan 13 cekungan dan belum dibor sebanyak 68 cekungan dengan 3,8 BBO dan 77 TCF reserves. Dari kondisi tersebut memiliki 192 working area dan 93 produksi WA dan 99 eksplorasi (data per 31 Juni 2020).
Sedangkan tingkat produksi jika dibandingkan konsumi minyak nasional sangat kontras sekali. Lebih banyak tingkat konsumi ketimbang produksi. Konsumsi BBM Indonesia tahun 2019 sebanyak 1.785.000 barrel per hari, bandingkan rata-rata produksi minyak bumi Indonesia 2019 adalah 772.00 barrel / hari (BOPD). Sementara itu kontribusi produksi minyak bumi dari wilayah keja KKKS Sumbagsel di tahun 2019 adalah 74.000 BOPD atau hampir 10 persen dari rata-rata produksi harian nasional.
Dengan perbandingan antara produksi dan tingkat konsumsi minyak yang terjadi gap atau celah, maka Indonesia harus impor dan ini adalah beban bagi devisa negara. “Solusinya harus melakukan eksplorasi masif untuk penemuan cadangan baru, hal ini juga sesuai dengan Instruksi Presiden RI No 2 tahun 2012 tentang peningkatan produksi minyak bumi nasional.
Menutrut Adiyanto, dalam strategi hulu migas, maka diperlukan eksplorasi massif dan transformasi tata kelola. Adapun progres proyek strategis nasional 2020, total investasi 37,21 miliar dengan total tambahan produksi 65.000 BOPD dan 3.484 MMSCFD.
Catatan penting selama 2019, penemuan eksplorasi 2019 Sumbagsel yaitu KBD-2X Repsol-Talisman Sakakemang , salah satu dari 10 dicvovery terbesar di seluruh dunia dalam 12 bulan terakhir. Selain itu ada KKP WK Jambi Merang KKP WK Jambi Merang yaitu seismik terpanjang di Asia Pasifik 10 tahun terkahir. Hal ini dilakukan ujar Adiyanto demi menambah daya tarik investor, survei seismic 2D open area WK Jambi Merang ini dengan melakukan akuisisi di area sepanjang 30.800 km, termasuk 1.000 km di area Natuna.
Optimisme Hulu Migas, seperti disampaikan Adiyanto, melalui program kontraktor kontrak kerja sama Migas Indonesia dan efek berganda Migas, yaitu investasi Hulu Migas tetap belanjut dengan target investasi tahun 2020 yaitu 13,8 miliar dolar AS, sedangkan realisasi investasi 4,75 miliar dolar AS atau 34 persen dari target 2020. Diakuinya, terjadi kenaikan investasi hulu migas pada kuartal II sebesar 1,9 dari kuartal I. O firdaus

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya