Seminar Spirit Adinegoro pada Era Jurnalistik dan AI Diminati Mahasiswa di Banten
Serang, Extranews—- Dengan mengangkat topik ‘Spirit Adinegoro pada Era Jurnalistik dan Artifisial Intelegen (AI)’, seminar Anugerah Jurnalistik Adinegoro dan workshop fotografi yang digelar oleh Tim Anugerah Jurnalistik Adinegoro Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) diminati akademisi dari berbagai kampus di Banten.
Acara yang berlangsung di Ruang Multi Media Rektorat, Jumat (6/2), dibuka oleh Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T.
Dengan digelarnya seminar Anugerah Adinegoro, ditandai dimulainya rangkaian kegiatan menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Provinsi Banten.
Seminar Anugerah Jurnalistik Adinegoro dan Workshop Fotografi Jurnalistik di Ruang Multimedia Gedung Rektorat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026.
Seminar Anugerah Jurnalistik Adinegoro dan Workshop Fotografi Jurnalistik ini menjadi bagian awal dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026, sekaligus ruang pembelajaran dan refleksi bagi insan akademik, pers, dan mahasiswa dalam memperkuat peran jurnalisme di era digital.
Acara dihadiri Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, perwakilan Pemerintah Provinsi Banten yang diwakili Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Zaenal Mutaqin, S.E., M.Sc., Ph.D., Rektor UNTIRTA, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Leo Agustino, Ph.D., para dosen FISIP Untirta, dosen dari berbagai perguruan tinggi di Banten, wartawan, serta mahasiswa Untirta dan mahasiswa dari perguruan tinggi se-Banten.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar Adinegoro dan workshop fotografi jurnalistik menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai jurnalisme di tengah tantangan disrupsi teknologi. Menurutnya, pers Indonesia sejak awal lahir memiliki DNA perjuangan dan keberpihakan pada kepentingan bangsa.
Menurut Munir, seminar Adinegoro ini bukan sekadar mengenang tokoh pers nasional, tetapi menjadi upaya merawat sejarah dan nilai perjuangan pers Indonesia. Tantangan jurnalisme ke depan semakin kompleks, sehingga mahasiswa dan generasi muda perlu dibekali pemahaman, integritas, serta keterampilan agar pers tetap relevan dan bermartabat.
Ia menambahkan bahwa workshop fotografi jurnalistik diharapkan mampu mengasah kepekaan visual dan kemampuan praktis peserta dalam menyampaikan pesan jurnalistik yang kuat dan bertanggung jawab.
Rektor UNTIRTA dalam sambutannya mengapresiasi kepercayaan PWI yang menjadikan UNTIRTA sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan rangkaian Hari Pers Nasional 2026. Ia menegaskan bahwa dunia akademik dan pers memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyambut baik kolaborasi dengan PWI sebagai mitra strategis. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNTIRTA untuk mendukung pers yang profesional, beretika, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk di era kecerdasan buatan,” kata Rektor. Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai keteladanan Adinegoro harus menjadi kompas moral bagi insan pers dan generasi muda agar jurnalisme tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Zaenal Mutaqin, S.E., M.Sc., Ph.D., dalam keynote speech menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap penyelenggaraan Hari Pers Nasional 2026 di Provinsi Banten. Ia menilai pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi dan mitra kritis pemerintah.
“Nilai-nilai yang diwariskan Adinegoro mengajarkan keberanian, kecerdasan, dan nasionalisme dalam jurnalisme. Pers diharapkan terus menyampaikan realitas di lapangan secara jujur dan bertanggung jawab sebagai bentuk umpan balik konstruktif bagi kebijakan publik,” ujarnya. Ia berharap kegiatan seminar dan workshop ini mampu melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang kompeten dan berintegritas, serta berkontribusi bagi kemajuan Banten dan Indonesia.
Seminar berlangsung hangat karena menghadirkan, Apni Jaya Putra, Staf Khusus Menteri Pariwisata RI dengan Tema: Etika, Kreativitas, dan Otentisitas di Era Jurnalisme AI. Pembicara lain yaitu Priyambodo, Sekretaris Umum Yayasan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI PWI). Tema: Dari Mesin ke Makna; Menjaga Nurani Jurnalisme di Tengah Otomatisasi, juga pembicara dari akademisi Untirta yaitu Puspita Asri Praceka.
Dari Budayawan Banten, Mahdiduri, dari Reseach dan Development tuntasmedia.com. Tema: Telaah AI dalam Kebudayaan & Tradisi Kekinian. Sementara Workshop Fotografi Jurnalistik dipandu oleh Fotografer Senior, Tagor Siagian. @









