alfaone 1

Selama Ramadhan, Dokter J dan IJABI Sumsel Buka Pelayanan USG Gratis bagi Hafidzah dan Ustadzah

  • Selama Ramadhan, Dokter J dan IJABI Sumsel Buka Pelayanan USG Gratis bagi Hafidzah dan Ustadzah

Palembang, Extranews —- Selama bulan suci Ramadhan tahun 2026, klinik Dokter J bekerja sama dengan Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) menggelar pemeriksaan ultrasonografi  (USG). Pemeriksaan USG gratis khusus bagi hafidzah dan ustadzah.

Menurut dokter J yang memiliki nama lengkap Zailani ini menjelaskan, latar belakang, tujuan, dan pelaksanaan program USG gratis bagi para hafizah dan ustadzah selama bulan Ramadhan, sesungguhnya jawabannya tidak sekadar administratif atau teknis. “Ia lahir dari sebuah kesadaran batin, dari keyakinan bahwa ilmu, ibadah, dan pelayanan kemanusiaan adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan,” jelas dokter J.

Nomor WA 0821-7957-1212

Menurut dokter J, bagi  ustadzah dan hafidzah yang berminat mau ikut pelayanan USG gratis dapat menyampaikan datanya melalui nomor whatshap 0821-7957-1212.

Berkaitan dengan program ini, bahwa menurut J, Ramadhan adalah bulan ketika langit terasa lebih dekat dengan bumi. Bulan ketika doa para hamba lebih cepat naik, dan rahmat Tuhan lebih deras turun. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan, bukan hanya sebagai bacaan, tetapi sebagai cahaya hidup. Menurut J, para hafidzah Dan ustadzah adalah penjaga cahaya itu. Mereka menyimpan ayat-ayat Tuhan di dalam dada, mengajarkannya dengan sabar, dan menyalakannya di tengah masyarakat yang sering kali lelah dan gelap.

Namun demikian, ujar J, para penjaga cahaya itu tetaplah manusia. Mereka adalah perempuan, istri, ibu, dan calon ibu, yang tubuhnya juga memerlukan perhatian, kepastian, dan ketenangan. Kehamilan bukan hanya peristiwa biologis, tetapi amanah Ilahi. Setiap janin adalah ayat Tuhan yang sedang ditulis di rahim seorang perempuan. Maka memeriksa, menjaga, dan menenangkan seorang ibu hamil adalah bagian dari menghormati ayat-ayat-Nya.

Latar belakang program ini, ujar J, sederhana namun mendalam: rasa tanggung jawab moral. Selama bertahun-tahun kami melihat banyak ustadzah dan hafizah yang sibuk mengurus umat, mengajar tanpa pamrih, berdakwah dengan suara lembut, tetapi sering menunda bahkan mengabaikan kesehatan dirinya sendiri. Ada yang merasa sungkan, ada yang merasa tidak layak, ada pula yang terbatas secara ekonomi. Dari kegelisahan itulah niat ini tumbuh: menghadirkan pelayanan sebagai bentuk cinta, bukan sebagai transaksi.

Tujuan program ini, ujarnya bukan sekadar mendeteksi kondisi janin melalui teknologi USG. Tujuan utamanya adalah menghadirkan rasa aman. Agar seorang ibu hamil pulang dengan senyum, dengan keyakinan bahwa amanah di rahimnya berada dalam penjagaan yang baik. Agar ia bisa kembali mengajar, menghafal, dan beribadah tanpa dihantui kecemasan. Agar ia tahu bahwa agama tidak hanya berbicara tentang surga kelak, tetapi juga tentang keselamatan hari ini.

Pelaksanaannya dilakukan dengan penuh kehormatan. Tidak ada hiruk-pikuk, tidak ada panggung pencitraan. Pemeriksaan dilakukan dengan adab, privasi dijaga, niat diluruskan. Ini bukan sedekah yang menundukkan, tetapi pelayanan yang memuliakan. Sebab tangan yang memberi tidak selalu lebih tinggi; kadang justru yang menerima itulah yang lebih mulia di sisi Tuhan.

“Kami percaya, jika seorang perempuan yang menjaga Kalam Tuhan merasa tenang dan dihormati, maka dari rahimnya akan lahir generasi yang lebih kuat secara ruhani dan lebih lembut secara akhlak. Dan jika Ramadan adalah bulan rahmat, maka bentuk terbaik dari rahmat itu adalah ketika ilmu, iman, dan kemanusiaan berjalan seiring—tanpa banyak kata, tanpa banyak klaim, hanya dengan keikhlasan,” tutup J. Firko

lion parcel