oleh

Satuan Tugas TMMD Bojonegoro, Berharap Tikar Pandan Masih Laku Dipasaran

Bojonegoro – Banyaknya Tikar modern dengan harga yang murah, menggerus Tikar tradisional yang terbuat dari daun pandan, Tikar Pandan merupakan alas tempat tidur tradisional yang ada sejak zaman kerajaan di Pulau Jawa, banyak masyarakat yang sudah tidak menggunakan alas tikar pandan saat era modern saat ini, dan lebih memilih karpet atau bahan plastik lainnya.

Meaki demikian masih ada pengerajin tikar pandan di Deaa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro yang kebetulan ditempati lokasi TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-110 yang masih rajin membuat tikar pandan meskipun sulit pemasarannya.

Personel Satgas TMMD Ke-110, Kopda Puntiono mengunjungi ibu pengerajin Tikar Pandan dalam bahasa jawanya Kloso, Untuk mencarikan semangat dan juga solusi peluang dalam memasarkan tikar pandan tersebut,Selasa(23/03/2021).

Bagus DiBaca Juga:   Kapten Inf Eeng Mamuro Jelaskan Manfaat Posyandu Lansia TMMD Bojonegoro

Dikatakan bahwa Tikar pandan ini harganya masih tergolong murah, namun tidak mudah dibuatnya, dan pasarannya mulai sepi karena masyarakat memilih yang modern diera saat ini.

“Saya membantu memberikan masukkan agar pengrajin tikar pandan mau merubah cara berdagang dengan meminta bantuan anak anak muda melalui internet dan dagang online agar tikar pandan bisa dikenal oleh khalayak luas dan harganyapun bisa mahal,” jelas Kopda Puntiono.

Kelebihan tikar pandan ini merupakan tikar tradisional yang jarang sekali ditemukan sehingga tergolong karya tradisional yang mempunyai nilai karya tinggi. Karena dibuat mulai awal memakan banyak cukup waktu hingga satu hari untuk satu lembar tikar.

Sehingga diharapkan kepada anak anak muda bisa membantu peluang pasar untuk barang barang kerajinan yang dibuat secara tradisional ke khalayak luas dan bisa memiliki harga tinggi,(Pendim 0813).

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya