Pasang Iklan Murah Meriah

Satres Narkoba Polres Banyuasin Bantah Isu percobaan Pembunuhan dan Kriminalisasi

F98EBD4B 6779 4645 B74D 037666470ABB

BANYUASIN,  Extranews — Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Banyuasin membantah dengan tegas beredarnya kabar tentang percobaan pembunuhan yang dilakukan Anggota kepolisian terhadap seorang wartawan berinisial RP dalam pengrebekan di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Narkoba Polres Banyuasin Iptu Jatrat Tunggal mengatakan kronologis sebenarnya yang terjadi pada saat itu pihaknya mendapatkan informasi tentang adanya beberapa orang yang melakukan transaksi jual beli dan mengkonsumsi Narkotika Jenis Shabu di sebuah pondok di dalam Kebun Karet di dusun I desa Tebing Abang Kecamatan Rantau bayur Kabupaten Banyuasin, Kamis (27/05/2021) lalu.ED5D7464 2040 4F5E 8C8A 7BF3AABA2C73

“Mendapatkan informasi tersebut kami langsung melakukan Penyelidikan, dari
penyelidikan yang kami lakukan ternyata Informasi tersebut memang benar adanya.
Lalu pada hari Sabtu (29/05/2021) sekira Jam 19.00 Wib kami lakukan penggerebekan di Pondok tersebut,”jelasnya

Dikatakan Jatrat, pada saat penggrebekan tersebut, pihaknya melihat didalam pondok terdapat 4 (empat) orang Laki-laki sedang mengkonsumsi narkotika jenis shabu. akan tetapi, pada saat penangkapan, 3 (tiga) orang
berhasil melarikan ke dalam kebun karet ” hanya 1 (satu) orang yang berhasil diamankan. Yaitu RP”. imbuhnya.

Menurut Jatrat Dilokasi kejadian tidak ada perempuan, hanya 4 orang laki, dimana 3 orang berhasil kabur dan 1 orang tertangkap. “Saat diamankan dan ditanya petugas kepolisian, orang yang tertangkap tersebut mengaku seorang jurnalis berinisial RP dan saat diamankan yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan,”ungkapnya.C45C12E0 5F72 4264 B310 05B7F3B73437

BACA JUGA INI:   Terus Bergerak, Satgas TMMD Kodim Bojonegoro Rehab Rumah Program Aladin

Masih Menurut Jatrat, dari penggeledahan di dalam pondok tersebut, ditemukan barang bukti berupa 2 (dua) buah Pirek kaca yang masih terdapat sisa narkotika diduga yang diduga jenis shabu, 2 (dua) Buah Bonk Atau alat Hisab yang terbuat dari Botol minuman Merk FANTA, 7 (tujuh) Buah Pirek Kaca Kosong, 10 (sepuluh) Buah Jarum, 1 (satu) Ball Plastik Klip Kosong, 1 (satu) Buah Parang dan 1 (satu) Buah kotak Plastik warna Putih.

“Kemudian saudara RP, berikut barang bukti kami bawa keluar dari kebun menuju jalan utama (pemukim warga) berjarak sekitar 200 meter dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan keluar dari kebun tersebut, kami dihadang oleh dua orang laki laki yang membawa 1 (satu) buah
samurai sambil berteriak agar warga Tebing Abang keluar dan menutup jalan. Kemudian kedua orang tersebut kami ajak negosiasi dan 1 (satu) Buah samurai yang mereka bawa berhasil kami amankan,”jelasnya.A50FE3C4 F932 4F27 B73D C9731D64B55F

Setelah itu, lanjut Jatrat, pihaknya melanjutkan perjalanan keluar dari kebun karet tersebut. Sesampainya di jalan utama (pemukiman warga), ternyata pihaknya telah ditunggu oleh warga yang kemungkinan ada anggota keluarga dan teman-teman dari saudara RP dengan membawa senjata tajam jenis parang dan samurai.

BACA JUGA INI:   For Online Shoppers, Must Know The History of E-Commerce in Indonesia

Salah seorang berinisial AS berteriak bahwa rombongan kepolisian adalah rampok dan kembali berteriak agar semua warga Desa Tebing Abang keluar menghadang jalan. Melihat hal tersebut, Saudara RP langsung berontak dan berteriak-teriak memanaskan suasana kalau dirinya dianiaya.

“Warga yang mendengar teriakan itu membuat situasi jadi memanas. kemudian kami melakukan negosiasi untuk meredakan suasana. dikarenakan situasi malam hari dan akses jalan keluar masuk hanya 1 (satu) jalan, serta situasi tidak kondusif dan kalah jumlah, akhirnya kami keluar dari desa tebing Abang dengan tidak membawa saudara RP,”jelasnya.

” Jadi itulah kejadian sebenarnya dilapangan. Tidak ada yang melakukan percobaan pembunuhan dan melakukan kriminalisasi. Apalagi menodongkan pistol terhadap ibu dari saudara RP. Semua itu tidak benar dan tidak sesuai dengan kejadian sesungguhnya”. Timpalnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Saat ini Polisi sudah mengamankan barang bukti dan untuk status dari saudara Rp sendiri akan gelar perkara, mengumpulkan barang bukti dan saksi. Nanti dari gelar perkara tersebut akan ditentukan apakah yang bersangkutan pantas jadi DPO atau tidak.

Mengenai status hukuman yang akan dilakukan terhadap AS yang diduga telah memprovikasi warga dan 2 orang lainnya yang menggunakan senjata tajam berupa parang dan pedang, Jatra menegaskan akan bekerjasama dengan Satuan Reserse Kriminal (Sateskrim) Polres Banyuasin untuk melakukan gelar perkara.

BACA JUGA INI:   Telkomsel Gelar Sahur Bareng Dhuafa, Serempak di 12 Kota Sumatera

“AS dan dua orang yang pemilik Senjata Tajam kasusnya akan di koordinasikan dengan Reskrim untuk ditindaklanjuti apakah ada tindak pidananya atau tidak atas kepemilikan kepemilikan Sajam dan provokasi masyarakat,” tandasnya.

Terpisah Ketua PWI Banyuasin Diding Karnadi SH megaku telah mendengar adanya peristiwa tersebut namun ia belum berani menyimpulkan mengenai kasus tersebut.

“Kalau berkaitan tugas Jurnalistik siapapun dia, meskipun bukan Anggota PWI wajib kita bela, namun, bila kaitanya kasus tindak pidana apalagi menyangkut narkoba itu ranah aparat penegak hukum” tegasnya

“PWI wajib mengibarkan bendera perang dengan narkoba”, tukas Diding. Fk