oleh

Pertamina EP Asset 2 Limau Sulap Desa Karya Mulya Jadi Kawasan Pertaganik

Pertamina EP Asset 2 Limau 

Sulap Desa Karya Mulya  Jadi Kawasan Pertaganik

Prabumulih, Extranews — Memasuki Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih memang terasa beda. Desa yang dikelilingi kebun karet dan hutan ini tampak tenang. Masyarakat di desa ini sudah memiliki mainstream untuk memanfaatkan lahan di rumah menjadi produktif. Adalah wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumsel melakukan field trip ke desa binaan Pertamina Asset 2 Limau, Selasa (1/10).  Sejak beberapa tahun terakhir ini Pertamina EP Asset 2 Limau melakukan pendampingan program Coorporate Social  Responbility (CSR). 

Ketua Program Pembinaan CSR Pertamina EP Asset 2 Limau Dadan Sudarti menjelaskan, program CSR ini memanfaatkan potensi lahan menjadi kawasan pertaganik (pertanian dan toga organik).Menurut Dadan sasaran konsep CSR melalui kelompok tani dan kepala keluarga rumah tangga. “Terdapat tujuh kelompok tani dengan pola pengembangan pertaganik ,” ujar Dadan

Dari awal program pihak pertamina membantu pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani dan Ibu-ibu rumah tangga.

Salah satu kelompok wanita tani yang beberapa kali mewakili Sumsel ke tingkat nasional dalam lomba penanaman toga yaitu KWT Karya Lestari, Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah. 

Beberapa tanaman yang dibudidayakan kelompok wanita tani di desa ini, kangkung organik, bunga rosela yang dimanfaatkan jadi jus, dan tanaman obat lainnya. Tanaman bebas zat kimia ini karena menggunakan pupuk dari pengelolaan sendiri. 

Ketua KWT Karya Lestari Ibu Suyoto, menjelaskan dengan bantuan CSR Pertamina makin meyakinkan anggota KWT dalam memanfaatkan lahan dan sekaligus tujuannya memperkuat ekonomi keluarga . Saat ini penghasilan keluarga tidak bergantung dari hasil produksi karet saja, dengan hasil toga dan sayuran ini makin meningkatkan pendapatan . Karena dari produksi toga dan sayuran tidak lagi harus membeli dan otomatis membantu ekonomi keluarga. “Melalui kelompok wanita tani ini penghasilan bisa mencapai Rp 200 ribu per minggu ,”jelas Ibu Suyoto. 

Bak gayung bersambut program yang dibantu Pertamina ini , diapresiasi dari pemerintah kota Prabumulih. Pada hari yang sama di desa itu, melalui Wakil Walikota Prabumulih H. Andriansyah Fikri SH, meresmikan Kawasan pertaganik (pertanian dan toga organik) PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field. Pemko Prabumulih menyambut baik dan menyiapkan desa Karya Mulya ini sebagai percontohan kawasan pertaganik . Wakil walikota yang akrab dipanggil Ifik juga berharap melalui bantuan Pertamina akan memotivasi warga ada ide kreatif memanfaatkan lahan untuk ekonomi keluarga. @ fk

Komentar