Pemkab Muara Enim Siapkan Empat Strategi Pengendalian Inflasi

Pemkab Muara Enim Siapkan Empat Strategi Pengendalian Inflasi
Asisten II memimpin rapat penyusunan program dan kegiatan tim pengendalian inflasi Daerah (TPID) Tahun 2022 dan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah Periode 2022-2024 di ruang rapat Serasan Sekundang Muara Enim.

MUARA ENIM-SUMSEL, ExtraNews – Dalam rangka untuk mengendalikan inflasi daerah, Pemkab Muara Enim menyiapkan empat strategi.

Hal tersebut terungkap pada rapat Penyusunan Program dan Kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2022 dan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah Periode 2022-2024 di ruang rapat Serasan Sekundang Muara Enim, Jumat (7/1/2021)

Rapat dipimpin Asisten Perekobang H Riswandar SH MH, di dampingi Kabag Perekonomian dan SDA Pemkab Muara Enim Tri Hadi Pranyoto dan dihadiri Kepala Bulog Lahat Harmein Indra Pohan, Kepala BPS Muara Enim Maryamal Qibtiah, perwakilan Polres Muara Enim dan OPD terkait.

Menurut Riswandar, tujuan rapat tadi adalah untuk menyusun dan mempetakan rencana aksi pengendalian inflasi di Kabupaten Muara Enim tahun 2022-2024 oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2022.

BACA JUGA INI:   Harga Sembako Naik, Qodri Usman S.SP Caleg DPRD Provinsi Sumsel 2024 Dapil Palembang I Gelar Baksos Pasar Murah

Dimana dalam rapat tersebut, kata dia. untuk meminta saran pendapat dan masukan dari TPID sehingga kedepan strategi dan programnya akan lebih baik serta permasalahan dapat di pecahkan secara bersama-sama.

Setidaknya ada empat kunci strategis yang akan kita laksanakan yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi yang efektif.

Didalam menjalankan empat strategi tersebut, terangnya, harus dilakukan secara bersama-sama lintas sektoral tidak bisa hanya Pemkab Muara Enim saja tetapi semua stake holder yang terkait.

Sebagai contoh untuk strategi keterjangkauan harga. Tentu harga harus stabilitas serta melakukan pengelolaan pangan dan edukasi. Kemudian, strategi ketersediaan pasokan tentu harus memperkuat produksi dan cadangan pangan pemerintah. Strategi kelancaran distribusi yakni mendorong kerjasama perdagangan antar daerah dan strategi Komunikasi yang efektif yakni dengan melakukan rapat koordinasi TPID Kabupaten Muara Enim.

BACA JUGA INI:   Transaksi Mencurigakan Rp300 T di Kemenkeu, Andi S: Selama Ini Borok Pejabat Korup Ditutupi Penggiringan Isu Khilafah ?

Untuk mendukung terwujudnya program tersebut, sambung Riswandar, banyak hal yang harus TPID seperti dengan melakukan Operasi Pasar dan Sidak Pasar, Melakukan pemantauan perkembangan harga pangan pokok, Penyaluran beras Sejahtera (Rasta) dan Bantuan Sosial (Bansos).

Mengedukasi masyarakat melakukan kemandirian pangan dirumah dengan memanfaatkan pekarangan rumah, Pembinaan Kelompok Lumbung Pangan dan Kelompok TTI, Melakukan pemetaan komoditas unggulan di 14 Kecamatan, Memfasilitasi kerja sama antar daerah yang bersifat Goverment to Goverment maupun Bussiness to Bussiness dan sebagainya.

“Misal, kita melakukan kerjasama dengan Brebes sebagai penghasil bawang merah dan Pagar Alam penghasil bawang putih,” jelasnya. (*ozi)

 

BACA JUGA INI:   Ari Atlet Tarung Binaan Porsiba Ikuti Selekda KORMI Tingkat Sumsel