oleh

Kaum Sumbu Pendek Dilarang Baca, 7 Unpopular Opinion Melawan Stigma Sosial!

ExtraNews – Halo golongan close mind,

Seperti biasa jumpa lagi dengan ane, nah di kesempatan kali ini ane pribadi bakal membahas beberapa hal unpopular opinion dimana banyak banget stigma yang gagal di pahami oleh masyarakat kita, setidak nya itu menutut ane.

Karena banyak Stigma-stigama yang menurut ane, yang mungkin terdengar gelap padahal kalau dipikir2 ada bener nya juga dan berdasarkan realita kok. Tapi kebanyakan orang gak mau di omongin dan gak mau mikir aja karena takut di cap negatif, alhasil stigma2 ini dari jaman ke jaman tetep awet.

Dan ane juga percaya setiap orang punya unpopular opinion masing-masing, lo gak harus setuju apa yang ane bakal omongin dan ane juga gak harus setuju apa yang bakal lo sanggah. Nah berikut beberapa unpopular yang ada di kepala ane tentang melawan stigma di masyarakat, apa saja langsung ke TKP, cekidot:

1. Merayakan ulang tahun di panti asuhan

Merayakan ulangtahun jadi tren di kalangan masyarakat terutama artis. Dimana mereka merayakan ulang tahun anak nya di panti asuhan, mungkin dengan niataan ingin berbagi atau ingin di cap baik, ane gak tahu, nama nya juga hati manusia gak ada yang tahu kan.

Terlepas dari itu semua, kalau permikir positif nya mungkin mereka ingin berbagi. Apa kah itu salah? Jelas tidak, tapi pernah kah orang-orang ini berfikir panti asuhan itu tempat apa? Itu adalah tempat anak2 yang mohon maaf tidak punya orang tua(yatim), atau di telantarkan orang tua nya dll.

Bagaimana riwayat nya orang merayakan ulang tahun dengan anak-anak di tempat seperti demikian, maksud nya ? Apa yang anak panti asuhan bakal rasa dan fikiran ketika ia melihat orang lain memiliki orang tua lengkap merayakan ulang tahun anaknya dengan penuh canda tawa tiup lilin dan hadiah2 mewah, sedangkan mereka sebagai anak panti tidak merasakan nya.

Contoh ilustrasi:

Anak yang dirayain di panti asuhan: (dengan suara lantang) yeee..terimakasih mama papa udah jadi orang tua yang baik buat aku dan ngasih hadiah-hadiah yang aku pengen..aku tiup lilin nya ya…wuuuu

Anak panti asuhan: (melihat anak sedang tiup lilin dan dalam hati ngomong) dimana papa mama ku..siapa yang inget ultah ku..orang tua ku membuang aku..keluarga ku broken home.. tidakkkk.

Jadi mohon maaf jika lo atau siapapun orang nya, rayakan suatu perayaan itu pada tempat nya. ini mungkin di anggap normal dan baik secara luar, tapi psikis anak2 panti asuhan bakal kilas balik dengan trauma2 kenapa mereka di panti asuhan itu sendiri. entah itu kehilangan orang tua, orang tua tidak bertangung jawab dan sebagaianya.

Gini deh, jangan kan anak yatim, lo aja melihat temen lo yang di rayain ultah nya sama temen2 nya dengan penuh usaha dan kejutan2 gak terbayangkan lo bakal ke trigger. Kerika lo lihat diri sendiri, ultah lo boro2 ada yang ingat dan di rayain malah yang ingat Cuma fb doank.

2. Membawa orangtua ke panti jompo bukan berarti membuangnya

Sebenernya ane mau bikin ini beberapa hari yang lalu bebarengan dengan muncul nya berita anak yang telantarkan orang tua nya ke panti jompo, tapi karena ane males rebut dengan orang-orang yan Cuma bisa ngejudege dan berfikir pendek jadi ne baru kesampaian sekrang.

Dan Sepertinya butuh dinormalisasi bahwa stigma membawa orangtua ke panti jompo bukan berarti membuangnya. Sebagai contoh, anaknya cuma 1 dan semua anggota keluarga gak peduli, dan anak ini dia harus kerja dari pagi sampai malam untuk memenuhi kebutuhan diri nya sendiri. Kalau dia taruh ibunya di rumah, bukannya justru malah kesepian?

Tahu penyakit paling mematikan buat lansia apa? Kesepian. Nggak ada kesibukan. Apa lagi orang tua tunggal dan punya riwayat penyakit, bahaya jika ditinggal dirumah gak ada yang merawat.

Dan Di panti jompo mereka bisa punya kesibukan. Ketemu dengan sesama teman lansia, mereka dapat perawatan medis. Dibawa ke panti jompo itu nggak salah kok, bukan berarti anak durhaka, bukan berarti nggak membalas jasa orangtua. Salah besar kalau pemikiran begitu.

Bahkan ane waktu tua nanti, seandainya pasangan ane meninggal lebih dulu atau anak sudah, saya memilih untuk dibawa ke panti jompo. ane butuh kenyamanan mental di waktu tua. Dan jika rindu dengan anak tingal wa aja pasti mereka datang. Di tambah lagi panti jompo banyak pilihan kelas nya, ada yang standar sampai kayak hotel bintang 5.

Nah yang saaattt itu ada anak yang gak tahu diri tiba-tiba ningalin orang tua ke panti jompo dengan dalil parawisata, dan sebener nya di itu mampu merawat ibu nya sendiri tapi gak mau aja. Kalau itu ane gak setuju.

3. Jelek dan cantik itu bisa jadi pilihan

Jika mau dipikir2 jelek dan cantik itu bisa jadi pilihan lho. Jadi jangan serta merta menyalahkan DNA ketika lo yang tidak bagus secara visual. Olahraga, makan makanan sehat dan make-up telah terbukti ratusan tahun memperbaiki paras wajah. Apa lagi dengan ada nya bedah plastic soal cantik dan gak cantik Cuma soal mau gak mau.

Dengan olah raga lo bisa memperbaik masalah berat badan lo, dengan makeaup lo bisa sekinlong dan secantik yang lo mau, ka nada orang tampil cantik karena pinter dalam ber make up. Jika ada orang yang bilang semua sudah takdir, lo nya aja yang males merawat diri. Noh banyak bukti nya.

4. Perempuan lebih menggunakan logika. Sementara laki-laki lebih menggunakan perasaan. Beberapa seimbang, baik secara akal maupun perasaan.

Contoh Hawa ingin memakan buah khuldi, selain karena godaan setan, tentu saja ia pun merasa penasaran. Rasa penasaran cenderung diproses oleh logika. Sementara Adam, ikut memakan buah khuldi karena Hawa. Sebab Hawa adalah tulang rusuknya, ia pun mengikutinya. Bukankah final dari tindakan itu diproses oleh perasaan?

Lebih banyak perempuan yang memilih memiliki pasangan tanpa memandang fisik asalkan mapan dan juga berkepribadian baik. (tindakan ini berarti memikirkan kepentingan jangka panjang) Sementara pria, lebih banyak yang memilih wanita berdasarkan fisik, ketimbang kepribadian ataupun kemapanan. (Hal ini lebih condong ke mana? Perasaan, atau logika?)

5. Nakal dulu baru sukses kemudian

Kaum Sumbu Pendek Dilarang Baca, 7 Unpopular Opinion Melawan Stigma Sosial!

Sebenar ane sudah pernah bahas tentang ini tapi di thread yang lain. tapi ane bakal mengulang lagi. Kata-kata yang popular banget untuk anak SMA terutama anak STM yang mana di jadikan pembelaan mereka yang males-malesan dan berbuat semaunya aja, dan menurut ane kata-kata tersebut gak lebih dari omong kosong. mana ada nakal dulu terus sukses kemudian, yang ada masuk penjara iya.

Kecuali kalau yang ngomong anak orang kaya dan atau anak pejabat ya, itu valid. Ada teman ane yang sering membullyteman ane yang lain karena etnisnya, kemudian kuliah, tapi nganggur. Miskin. Sementara yang dibully, bekerja di BUMN dengan gaji belasan juta. Ada lagi ada teman ane yang tukang bully juga, tapi bisa menjadi kaya raya karena bapaknya banyak uang.

6. Tidak semua orang yang mengenakan “atribut” agama itu berkepribadian lebih baik daripada yang tidak.

Jujur masih banyak banget orang mengaitkan hijab itu sesuatu bernuasa baik, jadi bagi siapapun yang mengenakan itu langsung di cap orang baik. ya memang secara menampilan memang baik sejatinya hijab itu dimaksudkan untuk melindungi aurat wanita dari pandangan yang bukan muhrim tapi belum tentu menutupi secara tindakan.

Soal nya ada temen ane spell gini, Kalau, dia justru gunain hijab untuk terlihat cantik dan menarik dimata semua orang, ya ? Itu sebabnya ada banyak sekali ragam motif, warna dan model hijab di lemari dia.

Tidak elok banget memandang orang lebih rendah hanya karena penampilannya. Apalagi kalau ada yang berkata wanita yang tertutup itu “wife-able” daripada yang tidak at first sight. Bukannya itu generalisasi? Memangnya situ punya keahlian tembus pandang bisa tahu tabiat orang lain hanya dari pakaian?

Simple aja sih hargai penampilan semua orang seseorang dan hormati orang karena tindakan nya.

7. Orang baik itu banyak, namun yang tulus sedikit.

Pedagang sangat ramah? Ya biar lo datang dan beli lagi. Youtuber bikin video membantu orang tidak mampu? Ya biar Adsense lancar dan dipuji netizen. Artis bersedekah dan di publikasi? ya karena takut di judge netizen. Teman tiba-tiba baik? Ya karena ada maunya.

Ingat bro..Semua orang memiliki agenda tersembunyinya masing-masing. Orang yang baik dan tulus itu langka bahkan berjumlah one in a million. Bisa jadi itu orang tua lo sendiri, itu pun masih dalam konteks orang tua positif bukan toxic ya, tapi perlu di ingat gak ada orang tua yang sempurna. Dunia memang berjalan seperti itu dan semestinya seperti itu.

Nah itu dia unpopular opinion menurut ane, lo boleh setuju dan gak setuju. Tapi intinya ane mempunyai standar sendiri, tidak mau mengikuti standar orang lain ataupun standar umum masyarakat yang kurang pas untuk ane. Semua disesuaikan bagaimana kondisi dan melihat situasinya, melihat hal berbeda dari berbagai sudut. [millenie/kaskus]

 

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya