MUARA ENIM-SUMSEL, ExtraNews – Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum., menerima kunjungan Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, di ruang kerja Bupati Muara Enim, Kamis (5/3/2026). Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus koordinasi antar daerah untuk membahas efisiensi anggaran serta rencana pembangunan infrastruktur strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bengkulu Selatan menyampaikan pihaknya ingin mengetahui bagaimana Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyikapi pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya berbagi pengalaman, mengingat Muara Enim mendapat pengurangan anggaran cukup besar pada APBD 2026, yakni mencapai Rp1,2 triliun.
Selain membahas efisiensi anggaran, Yevri Sudianto juga mengajak Muara Enim bersama-sama mendorong pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan jalan tol Muara Enim–Bengkulu.
Ia menambahkan rencana pembangunan jalan penghubung Muara Enim ke Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, akan menjadi jalur alternatif baru dalam mengangkut hasil produksi pertanian menuju Pelabuhan Linau. Pelabuhan Linau yang terletak di Kabupaten Kaur disebut akan dijadikan jalur alternatif sekaligus pusat distribusi logistik, terutama komoditas pertambangan seperti batu bara serta hasil perkebunan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Muara Enim menegaskan pemangkasan anggaran tidak menghambat pembangunan di Bumi Serasan Sekundang. Ia menegaskan pihaknya justru semakin gencar mencari alternatif sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru, dengan target mencapai Rp1 triliun dalam lima tahun ke depan. Adapun strategi yang ditempuh antara lain optimalisasi peran BUMD, pembentukan satgas khusus PAD, pengawasan ketat, serta intensifikasi pajak daerah.
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan tenaga kerja lokal sebesar 70 persen telah diterapkan untuk memastikan pembangunan tetap memberi manfaat langsung bagi masyarakat Muara Enim. Lebih lanjut, Bupati menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap sinergi antar daerah dapat semakin memperkuat posisi kedua daerah dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur strategis di hadapan pemerintah pusat. (nur)












