Mempererat Hubungan Korea-Indonesia MelaluiLiteratur-Dongeng |
Jakarta, Extranews—- Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PerpusnasRI) telah menggelar “Lomba Mendongeng, Cerita Dongeng Korea” pada 9 Mei 2026 di Perpusnas RI, Jakarta. Acara ini menjadi wadah pertukaran budayaantara Korea dan Indonesia melalui literatur, khususnyadongeng.
Lomba yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-46 Perpusnas RI, serta merayakan Bulan Keluarga(Mei) dan Hari Anak (5 Mei) di Korea ini menampilkan15 finalis (berasal dari Bandung, Bekasi, Denpasar, Jakarta, Lampung, Semarang, Malang, Padang, Palembang, Pontianak, dan Purwakarta) membacakandongeng Korea dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acara juga diramaikan dengan pembacaan dongeng“Bawang Merah, Bawang Putih” yang dibawakansecara fasih dalam bahasa Indonesia oleh pelajar Korea berusia 8 tahun, serta “Roro Jonggrang” oleh perwakilan dari Perpusnas RI.
Direktur KCCI Lee Sang Jun menyampaikan, mendongeng dapat menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan untuk memperkenalkan literatur dan budaya sejak dini. “Kita memiliki tujuan yang samadari acara ini, yakni menggerakkan minat terhadapliteratur, terjadinya pertukaran budaya, sertamempererat hubungan antara Korea dan Indonesia,” ucap Lee Sang Jun.
Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas RI Adriatimenyampaikan, lomba ini juga menjadi saranamenumbuhkan kecintaan terhadap cerita rakyat maupunkisah inspiratif dari berbagai budaya. “Perpusnas RI dan KCCI diharapkan dapat mempererat hubunganIndonesia dan Korea melalui kegiatan literasi yang edukatif dan kreatif. Semoga masyarakat dapat lebihmengenal kekayaan budaya dan cerita dari keduanegara,” ungkap Adriati.
Adapun “Lomba Mendongeng, Cerita DongengKorea” diikuti oleh sekitar 100 pendaftar dari berbagaidaerah di Indonesia. Lomba ini menghasilkan masing-masing tiga juara dari Kategori Anak dan KategoriUmum.
Juara 1 Kategori Anak dimenangkan oleh Aorta Sachi A. dari Malang (membawakan dongeng “Five Ginseng Brothers”), Juara 2 diraih oleh Anna Bella Prayfa C.S. dari Bekasi (“The Sun and the Moon”), dan Juara 3 adalah Annemarie Kaori Z dari Padang (“The Good-hearted Old Woman and the Goblin”). Sementarapemenang pada Kategori Umum adalah Sintya Marwa D. dari Denpasar (“Haechi”) meraih Juara 1, Abdul Majid dari Batam (“The Beggar Who Owned Everything”) meraih Juara 2, dan Mohamad Dias Sufadli K dari Jakarta (“The Faithful Daughter, Sim Cheong”) meraih Juara 3.
KCCI dan Perpusnas RI menyampaikan terima kasihatas partisipasi seluruh peserta. Sebuah hal yang membahagiakan dan membanggakan karena acara inimendapatkan perhatian masyarakat dari berbagai daerahdi Indonesia.
“Lomba Mendongeng, Cerita Dongeng Korea” juga dilakukan berkolaborasi dengan komunitas Read Aloud Jakarta Barat dalam proses seleksi dan penilaianpeserta. Kedepannya, Korean Cultural Center Indonesia berharap dapat melakukan kolaborasi secara lebih luasdalam upaya melakukan pertukaran budaya antaraKorea-Indonesia.
Hibah 150 Buku Korea kepada Perpusnas RI
Pada kesempatan yang sama, Kedutaan Besar Republik Korea, Korea Foundation, dan Korean Cultural Center Indonesia melakukan penyerahan bukudan majalah Korea kepada Perpustakaan Nasional RI. Hal ini dalam rangka memperkuat kerja sama budayadan literasi antara Korea dan Indonesia.
Kepala Perpusnas RI E. Aminudin Aziz menyampaikan, “Belajar tentang Korea tidak cukuphanya dari media sosial, tetapi perlu bacaan yang lebihmendalam. Koleksi baru ini akan menjadi daya tarikbagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat untuk datangke Perpusnas.”
Minister-Consellor & Consul-General Embassy of the Republic of Korea in Republic Indonesia Kang Wonjoon mengatakan, dukungan ini merupakan bagiandari komitmen Pemerintah Korea dalam memperkuatliterasi dan pertukaran budaya. “Koleksi ini memberikesempatan lebih luas bagi pengunjung Perpusnasuntuk mengeksplorasi kekayaan tradisi dan budayaKorea,” tambahnya. Sebanyak 150 buku dan majalahmencakup beragam tema, mulai dari budaya, sastra, seni, pendidikan, buku anak dan remaja, dan lainnyamenjadi bagian dari hibah tersebut. Firko









