oleh

Melakukan Estrus Inseminasi Buatan, Gubernur Sumsel Apresiasi Terobosan dan Inovatif Pemkab OKUT

Melakukan Estrus Inseminasi Buatan, Gubernur Sumsel Apresiasi Terobosan dan Inovatif Pemkab OKUT

Martapura, ExtraNews – Melakukan terobosan dan Inovatif dalam melakukan estrus inseminasi buatan, guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan gizi nasional melalui bahan pangan yang dibutuhkan dari hewan, membuat Gubernur Sumsel H. Herman Deru SH,MH apresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur.

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri acara Gerakan Sinkronisasi Estrus, Inseminasi Buatan dan Pemecah Rekor serta Pelaksanaan Gema Musik Elok yang digelar di Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, Kamis (27/2/2020).

Menurutnya, atas terobosan dan Inovatif dalam melakukan estrus inseminasi buatan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten OKU Timur tentunya ini patut dicontoh bagi daerah lainnya.

“Saat ini Pemkab OKU Timur sudah mengalami kemajuan dari kabupaten/kota yang ada di Sumatera Selatan dan saat ini OKU Timur tidak lagi mengejar kesetaraan dengan daerah lain. Malah OKU Timur saat ini jauh lebih maju dengan terobosan inovatif yang dilakukan Pemkab OKU Timur melalui Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur,” katanya.

Dikatakan, OKU Timur pada era tahun 80-an menjadi sentra daging di Sumsel untuk menyuplai sejumlah daerah di Sumatera dan Jawa. Namun dikarenakan adanya faktor keamanan pada tahun 2000-an terjadi penurunan drastis pada jumlah ternak sapi warga di OKU Timur yang jumlahnya tidak lebih dari 8 ribu ekor.

“Sekarang ini jumlah ternak sapi di OKU Timur kembali menggeliat. Selain melalui gerakan inseminasi buatan juga ditunjang faktor keamanan. Saya terima kasih banyak dengan Kapolres-kapolres yang telah menjaga keamanan,” jelasnya.

Herman Deru berharap produksi daging sapi, ikan dan hasil pertanian di OKU Timur tidak hanya selalu untuk dijual. Atau jika diistilahkan jangan sampai jual beras makan tiwul. Artinya pemerintah harus mendorong agar masyarakat gemar mengkonsumsi daging, ikan, minum susu dan telur.

“Hasil produksi itu jangan semuanya di jual, tetapi bagaimana kita juga gaungkan agar masyarakat kita juga gemar makan daging. Ini juga salah satu cara kita menekan jumlah penderita stunting,” imbuh Herman Deru.

Sementara itu, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos,Msi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur dalam hal ini melalui Dinas Perikanan dan Peternakan telah membuat suatu inovasi dan akselerasi dalam peningkatan populasi ternak dengan kerja inseminasi buatan berkelanjutan untuk menghasilkan bibit sapi berkualitas guna membangun daulat ternak di daerah.

“Ada satu hal yang saya garis bawahi kata-kata daulat. Daulat memiliki pengertian kita mempunyai kekuasaan tertinggi dalam setiap elemen yang berlaku untuk seluruh wilayah dan rakyat. Jika kita telah mewujudkan daulat ternak dari daerah artinya kita sudah turut serta di dalam kedaulatan di bidang pangan yang selalu menjadi isu penting di dunia,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, tidak akan mungkin suatu bangsa akan berdaulat di bidang pangan dari sektor peternakan, jika jumlah stok ternak tidak mampu mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Pemkab OKU Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan sudah meniti dan merintis kedaulatan ternak tersebut. Jumlah ini dapat dilihat dari populasi sapi di Sumsel, OKU Timur merupakan penyumbang terbesar sebesar 25,58 persen atau 69,517 ekor dari jumlah total populasi sapi di Sumsel pada 2018 sebanyak 294,714 ekor.

“Hari ini sama-sama kita saksikan Pemkab OKU Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan membuat suatu terobosan besar dalam hal peningkatan populasi sapi potong. dari MURI berupa Inseminasi buatan pada ternak sapi terbanyak, ” imbuhnya.

Terobosan dan perjuangan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan ini dapat menjadi pembakar semangat dan motivasi bagi OPD-OPD yang lain dalam mendukung peningkatan dan mendorong masyarakat OKU Timur. “Dengan demikian untuk mewujudkan pembangunan ekonomi berbasis pertanian pembangunan, pertanian, pertanian, pertanian dan pertanian dapat terwujud sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” terang Kholid.

Kegiatan yang disetujui estrus dan inseminasi buatan menjadi tolak ukur dari perkembangan peternakan OKU Timur khusus dan Sumsel pada umumnya.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur Ir H Tubagus Sunarseno, MSi mejelaskan, dasar pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 48 / PERMENTAN / PK.210 / 10/2016, tentang upaya khusus percepatan penghematan sapi dan kerbau. Surat Keputusan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Timur Nomor: 523/1091 / KPTS / DISKANNAK / 2019, tentang penunjukan panitia pelaksana dan Tim penilai estrus, inseminasi buatan dan perawatan Rekor Muri 2020.

Maksud dan tujuan merupakan upaya yang dilakukan sebagai komitmen pemerintah dalam mencapai swasembada sapi yang disetujui Presiden Joko Widodo yang diraih pada 2026 sekaligus mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. Kegiatan mengambil estrus atau penyertaan birahi merupakan suatu usaha untuk menimbulkan birahi pada sebagian ternak bersama-sama dengan bantuan hormon sehingga diperoleh angka kebuntingan.

Sedangkan, jadwal kegiatan pelaksanaan kegiatan estrus, inseminasi buatan dilaksanakan di 20 kecamatan dari 1 hingga 15 Januari 2020 dilakukan pemeriksaan kebuntingan sekaligus sebagai seleksi akseptor. Pada 09 hingga 15 Februari 2020 pelaksanaan estrus (penyuntikan hormon pemberian serentak) dari 15 hingga 24 Februari 2020 dilakukan inseminasi buatan.

“Dapat kami sampai kan juga kegiatan ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab dan menjawab tantangan pengembangan peternakan di OKU Timur,” tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, dimulai dari 2019, OKU Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan mendukung dan meningkatkan partisipasi dengan slogan “Kita bisa (Kerja Inseminasi meningkatkan pendapatan untuk memproduksi bibit sapi), guna mengembangkan daulat ternak di daerah.”

Akseptor yang digunakan pada kegiatan pengambilan estrus dan inseminasi buatan sebanyak 20 ribu ekor, dengan target kelahiran dan jumlah populasi sapi pada Desember 2020 sebanyak 10 ribu ekor. Pada 2019 sudah dilaksanakan kegiatan Terkait dengan menggunakan akseptor sebanyak 1,673 ekor dan dilaksanakan di enam kecamatan. Pelaksanaan kegiatan ini dicatat dan diapresiasi dengan pemberian penghargaan oleh MURI untuk kategori Inseminasi buatan pada ternak sapi terbanyak di Indonesia.

Saat ini Pemkab OKU Timur melalui Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur kembali diberikan piagam pengaturan Rekor MURI untuk Kategori inseminasi buatan pada ternak sapi terbanyak se Indonesia.

“Julukan OKU Timur sebagai cabe rawit kecil layak untuk disematkan, dalam usia ke 16, telah banyak prestasi yang diraih. Umur boleh muda, tapi soal inovasi, pembangunan daerah dan penghargaan yang didapat bisa diadu dengan kabupaten lain, tegas mantan Kepala Dinas Pertanian OKU Timur ini,” pungkasnya. (Boy/Adv)

Komentar