oleh

Masjid Raya Baiturrahman Aceh Sekarang

-Berita-493 views
Ucapan Terimakasih atas suksesnya HPN dan HUT PWI Sumsel ke 75
Penampilan baru Masjid Baiturrahman dengan Payungnya,
Dengan dominasi warna putih menjadikan Masjid Kebanggaan
Masyarakat Aceh ini memiliki nuansa masjid di Masjid Haram
Atau Masjid Nabawi 

Masjid Raya Baiturrahman Aceh – Mari kita bahas salah satu peninggalan paling bersejarah dan paling terkenal di Aceh. Masjid Raya Baiturrahman Aceh adalah tempat ibadah yang sangat iconic di Kota Banda Aceh, belum ke Banda Aceh kalau belum berfoto dengan Masjid Raya Baiturrahman Aceh. Masjid ini menjadi lambang kebanggaan masyarakat Aceh bukan karena satu-satunya masjid besar, tapi lebih karena ini adalah peninggalan Kesultanan Aceh sejak dahulu kala. Tempat ini juga menjadi saksi bisu penjajahan yang dilakukan oleh Belanda, sekitar tahun 1873 pernah dibakar oleh Belanda dan menyebabkan meletusnya perlawanan masyarakat Aceh saat itu. 


Dengan ciri khas atap limas bersusun emas, Masjid Raya Baiturrahman Aceh menjadi ciri utama masjid-masjid yang dibangun di Aceh Raya. Masjid ini pun menjadi sangat bersejarah karena menjadi salah satu bangunan yang secara ajaib selamat dari bencana tsunami pada tahun 2004. Pasca tsunami ini pemerintah mendapatkan bantuan dana untuk perbaikan Masjid Raya Baiturrahman Aceh, proyek ini digadang-gadang menghabiskan dana 20 miliar yang sumber dananya berasal dari Dunia International. Tahun 2017 adalah tahun dimana proyek ini selesai dan memperlihatkan penampilan baru dari Masjid Raya Baiturrahman, antara lain adalah payung-payung besar yang bisa terbuka dan tertutup disekitar pelataran Masjid Raya Baiturrahman Aceh. Terdapatnya payung-payung ini menjadikan Masjid Raya Baiturrahman Aceh mirip dengan Masjid Nabawi di Madinah, penampilan baru inilah yang menjadi magnet besar masyarakat dari berbagai daerah berbondong-bondong datang kesini. 

Payung Payung Peneduh Masjid, Warna Putih dengan
sedikit ornamen berwarna kuning. Payung ini sangat
Bermanfaat untuk menghalau sinar matahari yang menyengat,
disamping itu menjadikan seperti perhiasan yang mempercantik
Majsid Raya ini.

Hari Jumat Ramadhan saya diberikan kesempatan untuk mengunjungi masjid ini, cuaca yang terik sangat menyengat saat itu dan menjadi ujian terbesar berpuasa hari itu. Pertama kali melihat dari jauh Masjid Raya Baiturrahman Aceh saya sekilas seperti di Madinah, karena memang payung-payung ini merubah masjid ini menjadi sangat indah dipandang dari jauh. Setelah parkir kendaraan saya mengambil wudhu disekitar pinggir masjid, sayang sekali sepertinya termpat wudhu yang dibuat belum bisa digunakan karena masih dalam perbaikan. Begitu kaki ini masuk ke wilayah masjid, ternyata hamparan rumput hijau yang dulu ada disekitar masjid sudah berubah menjadi lantai marmer putih keabu-abuan yang menutupi hampir seluruh halaman masjid. Duduk disekitar masjid sangat nyaman dan membuat hati damai, ayat Al-Qur’an terlantun dari pengeras suara menunggu masuknya waktu Shalat Jum’at. 


Payung yang berjumlah 12 terbuka semua saat itu, ada terdapat kipas dengan uap-uap air yang sengaja dihidupkan disekitar tiang payung mungkin bertujuan untuk menghalau panas yang sangat luar biasa saat itu. Berada di bawah payung kita bisa melihat ornamen cantik khas timur tengah dengan lampu-lampu yang akan mempercantik payung pada malam hari. Cuaca saat itu sangat panas, akhirnya membuat saya bergegas untuk masuk kedalam masjid disamping itu karena saat itu hampir masuk waktu Shalat Jum’at.

Memasuki ruang utama kita akan disambut dengan banyaknya tiang-tiang penyangga masjid, dengan ornamen yang sangat cantik. Udara sejuk menghembus di kulit, disamping karena sirkulasi udara yang baik juga ada beberapa pendingin yang terletak di sudut-sudut tertentu. Aula masjid ini sangat cantik, ornamen khas Timur Tengah sangat kental kita temui. Masjid Raya Baiturrahman Aceh bukan hanya menjadi tempat beribadah umat muslim, tapi juga menjadi tempat syiar pembelajaran kajian Agama Islam untuk masyarakat Aceh. Biasanya sehabis magrib akan ada pengajian membahas berbagai macam kitab dan Al-Qur’an. Saya juga sempat mendengar kajian ini live dari Radio, ini sangat baik menurut saya untuk kemaslahatan umat Islam. 

Ruang utama masjid, sangat unik dan cantik. Ada batas antara
jamaah perempuan dan laki-laki, kajian agama sering di adakan
Hampir setiap hari setelah magrib.

Setelah Shalat Jum’at berakhir, inilah saat dimana saya melihat lebih jauh tentang perubahan Masjid Raya Baiturrahman Aceh. Saya memperhatikan bahwa masyarakat disini sangat suka berkunjung kesini, berbagai macam aktifitas bisa dilakukan disini. Bercengkrama dengan keluarga, berfoto dan berbagai aktifitas agama dan budaya lainya. Saya sempat melihat dilakukanya Tradisi Peusijuek, yaitu tradisi masyarakat Aceh untuk memohon kesalamatan, kebahagian dan ketentraman dalam hidup. Bahan yang digunakan ada Ketan, Kelapa Merah, Beras dan lain sebagainya, ini melambangkan rasa syukur dan pengharapan penghidupan yang baik untuk masyarakat Aceh. Tradisi ini dilakukan oleh tokoh-tokoh agama, ataupun tokoh-tokoh adat yang dihormati dan dituakan di daerah ini. Ternyata tradisi ini juga dilakukan oleh masyarakat Aceh saat mengunjungi  Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. 


Terlepas dari itu semua, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh sangat cocok untuk dikunjungi. Baik itu untuk beribadah ataupun sekedar berfoto, tapi utamakanlah datang kesini untuk beribadah karena nilai kunjungan kita akan lebih bernilai di Mata Sang Pencipta. Mohon untuk menjaga lingkunganya juga karena saya cukup miris melihat banyaknya sampah yang berada disekitar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, saya berharap para pengunjung bisa menjaga kebersihan masjid ini. 

Terima kasih, #VisitAceh #VisitIndonesia #PesonaIndonesia #MasjidRayaBaiturrahmanBandaAceh

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya