oleh

Mana yang Lebih Mahal Aplikasi Gratis, Apa Aplikasi Berbayar?

HPN XLVII Dan HUT PWI Ke 75 Provinsi Sumsel di Kabupaten Banyuasin
Mana yang Lebih Mahal Aplikasi Gratis, Apa Aplikasi Berbayar?

Mari kita berpikir secara logika, pembuat aplikasi harus bekerja berbulan-bulan, mengeluarkan ratusan juta bahkan lebih atas biaya-biaya seperti transportasi, makan, puluhan karyawan, listrik dan materi materi lain yang diperlukan untuk membuat aplikasi. Dan setelah selesai, apa aplikasi tersebut akan diberikan secara gratis? Tidak masuk akal. Mari kita sadar bahwa “Tidak ada aplikasi yang gratis, jadi apa yang kita berikan untuk membayar? Ya, data kita yang ada di ponsel yang jadi bayarannya.” ~ kata Santoso Suratso, CEO dari KipinSchool.id. Sebagian besar aplikasi yang kita unduh akan meminta izin akses ke data-data yang tersimpan di ponsel kita. Ada sebagian aplikasi yang hanya mensyaratkan dibukanya lokasi GPS ponsel, ada pula yang permisi mau mengintip galeri, hingga membuka semua data, termasuk nomor kontak, kamera, hingga dokumen.

Bagus DiBaca Juga:   Pertamina EP Beri Beasiswa Full Bright di Politeknik AKAMIGAS Palembang

Mekanisme tersebut diberlakukan oleh pihak pengembang aplikasi sebagai syarat agar kita dapat menjalankan aplikasi buatannya. Jadi mungkin yang jelas hampir semua aplikasi mengambil data kita dan ada potensi untuk diperjualbelikan sebagai bayarannya. Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja mengatakan, “tidak ada istilah gratis meski pengunduhan suatu aplikasi sama sekali tak dipungut biaya. Pasti ada udang di balik batu, di mana ponsel menjadi sarana untuk menghimpun data secara mudah.” Oleh karena itu lebih aman membeli aplikasi yang berbayar dibandingkan yang gratis, selama harganya masuk akal dan memberi anda keuntungan yang lebih. Karena pengembang aplikasi juga sama manusia seperti kita yang bekerja dan membuat aplikasi tidak mudah dan memerlukan banyak biaya.

“Mari berhati-hatilah dengan aplikasi Gratis, pelajari dengan seksama sebelum anda menyesal di kemudian hari dan yang gratis menjadi pelajaran yang sangat mahal.” Santoso menambahkan. Rel 

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya