oleh

Makan Mie Aceh Ulee Lheu

-Berita-214 views
Ucapan Terimakasih atas suksesnya HPN dan HUT PWI Sumsel ke 75
Mie Aceh Kepiting, hidangan yang sangat menggugah selera,
Perpaduan bumbu kaya rempah dan cita rasa kepiting sangat
membuat makanan ini sangat membekas di hati.

Mengenal Mie Aceh, maka kita akan harus mengenal sejarah Aceh. Bagaimana ceritanya mie dengan kuah merah dengan cita rasa kaya rempah yang kuat, juga rasa pedas dengan tambahan perasan jeruk nipis yang membuat sedikit cita rasa asam ke dalam mie menjadikan hidangan ini menjadi icon jajaran masakan khas Aceh yang sangat diminati hingga seluruh Nusantara. Mungkin cita rasa ini dipengaruhi karena pada zaman dahulu Aceh adalah tempat singgah para pelancong dari Arab dan India yang meninggalkan sedikit banyaknya budaya yang kental dengan Budaya Arab, India dan Melayu.

Bumbu utama Mie Aceh adalah bumbu merah yang terbuat dari bahan utama cabai merah kering dan berbagai macam campuran rempah, toping yang digunakan antara lain adalah Udang, Cumi, Daging Sapi atau Kepiting. Kepiting adalah bahan toping yang cukup favorit untuk dipesan, Kepiting utuh tersaji bersama Mie Aceh membuat sajian ini begitu menggoda untuk dimakan. Disamping itu ada kerupuk emping (Kerupuk Mulieng) yang biasa disajikan bersama Mie Aceh.
Ditemani, Kerupuk dan Jus Jambu Biji,
Cukup untuk menjadi penutup makan
malam yang luar biasa.

Sore itu saya memesan Mie Aceh Kepiting, dengan kepedasan yang sedang. Sambil menunggu Mie Aceh saya memerhatikan jejak-jejak Tsunami yang masih membekas di sekitar Pelabuhan ini, membayangkan betapa dahsyatnya Tsunami saat tahun 2004 membuat saya sadar betapa menakutkanya musibah saat itu. Rumah-rumah, pohon, mobil termasuk jasad manusia terbawa sampai kota Banda Aceh yang jaraknya sekitar 7.5 km. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kejadian itu antara lain adalah Redamnya konflik yang terjadi di Aceh saat itu. 

Mie Aceh pun sudah tersaji siap untuk disantap sambil menikmati matahari terbenam di sana, kepiting utuh yang telah dibersihkan dan tampak berwarna oren sangat menggoda untuk segera dinikmati. Kepitingnya cukup besar hingga menutupi piring sajian dan mie aceh yang penuh menutupi bagian badan kepiting tersebut. Tidak lupa sajian jeruk nipis, emping dan irisan mentimun menemani sajian menggugah selera ini. 
Saya pun mencoba Mie Aceh ini, cita rasa kaya rempah sangat terasa dari suapan pertama dengan sedikit rasa pedas dan kuah kental gurih membuat sajian ini sangat nikmat untuk dinikmati. Saya terkesan dengan Mie Aceh disini, saya tidak pernah merasakan Mie Aceh senikmat disini. Tidak lupa mari kita bongkar daging Kepitingnya, dengan alat pemecah kulit saya mencoba mengambil daging kepiting. Rasanya sangat manis dan sangat nikmat, mungkin karena sudah tercampur dengan bumbu Mie Aceh rasa kepiting menjadi lebih unik dan sangat enak. 
Senja di wilayah pelabuhan Ulee Lheu, pengalaman bersenda gurau sambil
menikmati matahari terbenam disini

Menikmati Mie Aceh saat matahari terbenam disini cukup menyenangkan terlebih rasa Mie Aceh yang sangat nikmat, kalau saya boleh menilai Mie Aceh disini saya beri nilai 9 (3 Star). Setelah hidangan habis, saya pun menikmati sejenak sampai matahari benar-benar hilang dari ufuknya dan adzan magrib berkumandang. Jika ada kesempatan berkunjung ke Kota Banda Aceh silahkan mampir ke Pelabuhan Ulee Lheu untuk menikmati sajian Mie Aceh, sangat rekomen untuk dicoba.  

Terima kasih, #PesonaIndonesia #VisitIndonesia #VisitAceh #KulinerAceh #KulinerIndonesia

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya