Mahasiswa Soroti Proyek Rehab Lapangan Tennis Pemkab Mamuju Rp 742 Juta Saat Efisiensi
MAMUJU, Extranews – Mahasiswa menyoroti proyek rehabilitasi lapangan tennis milik Pemkab Mamuju yang menelan anggaran Rp 742 juta di saat efesiensi. Proyek ini bersumber dari APBD (DAU) Tahun Anggaran 2025 yang melekat di Dinas Pemuda Kebudayaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju.
“Dalam kondisi efisiensi anggaran, kenapa justru rehabilitasi lapangan tenis yang diutamakan, ada apa?,” ujar mahasiswa Pulau Karampuang, Fergiawan Rai Zacky kepada wartawan, Senin (8/12/2025).
Menurut Fergiawan, masih banyak fasilitas cabang olahraga lain yang perlu mendapat perhatian. Termasuk fasilitas gelanggang olahraga (GOR) dan fasilitas lainnya yang berada di area Stadion Manakarra.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah seharusnya lebih dahulu memenuhi fasilitas pendidikan bagi pelajar di Pulau Karampuang yang setiap hari harus menyeberang laut untuk bersekolah.
“Seharusnya pelajar di Karampuang bisa difasilitasi dengan baik. Kita dijanjikan kapal, tapi sampai sekarang belum ada. Justru yang dibangun lagi-lagi lapangan tenis,” keluhnya.
Sementara Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Zulfadli, menjelaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi lapangan tennis itu meliputi pembangunan gerbang, area parkir, pagar, hingga tribun.
“Pembangunan lapangan tennis, gerbang, parkiran dan pagar bahkan tribunnya,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Senin (8/12/2025).
Menurut Zulfadli, letak lapangan tenis yang berada di pusat kota menjadi alasan proyek tersebut tetap diprioritaskan meski pemerintah daerah sedang menerapkan efisiensi anggaran.
“Penting ini lapangan karena lokasinya di pusat kota, view-nya bagus,” ungkapnya.
Zulfadli menambahkan, anggaran yang dikucurkan turut mencakup pembangunan lapangan tenis nomor 3, sementara lapangan 1 dan 2 tidak lagi masuk daftar rehabilitasi. “Pengerjaannya kita target selesai akhir tahun ini,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa lapangan tenis menjadi prioritas karena menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Yang pertama karena pusat kota, pusat berkumpulnya masyarakat di situ sekalian tempat rekreasi bersantai dan menyambut peralihan Kabupaten Mamuju ke ibu kota,” jelasnya.
Prioritas tersebut juga dikaitkan dengan capaian prestasi cabang olahraga tenis di daerah.
“Cabor yang lain nanti, satu-satu pak, apalagi PELTI sudah juara nasional di pusat masuk 4 besar, kemudian juara 1 waktu Kapolda Sulbar Cup,” tuturnya.
Sementara itu, fasilitas olahraga lain seperti arena panjat tebing yang kini dinilai tidak layak pakai disebut juga akan diperbaiki, namun dilakukan secara bertahap.
“Sedangkan gedung olahraga Mamuju sudah dibangun dan panjat tebing bertahap,” tambah Zulfadli.









