oleh

Longsor Timbun Tiga Rumah di Pendopo Barat, Seorang penghuni Syok dan Lumpuh

HPN XLVII Dan HUT PWI Ke 75 Provinsi Sumsel di Kabupaten Banyuasin

Longsor Timbun  Tiga Rumah di Pendopo Barat, Seorang penghuni Syok dan Lumpuh 

Empat Lawang, extranews – Tiga unit rumah warga di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang tertimbun longsor, Sabtu (21/12) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Tidak ada korban jiwa pada kejadian bencana alam ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, akibat bencana alam ini sebanyak dua unit rumah mengalami rusak berat, yakni milik Hatam (48) dan Faisol (50). Dua rumah warga yang kesehariannya sebagai petani ini bagian belakang rumah jebol jebol setelah dihantam longsoran tebingan yopiang berada di sisi belakang rumahnya. Sementara satu unit rumah lagi mengalami rusak ringan, yakni milik Arlan (60), bagian belakang rumah juga  jebol ditimbun tanah longsor.

Bagus DiBaca Juga:   PWI Bukit Tinggi Salut dengan PWI Sumsel dengan Seabrek Program Kegiatan

Selain menyebabkan kerusakan rumah, akibat kejadian ini, salah seorang anak korban, Hatam, Okt (12) mengalami shok berat hingga lumpuh.

Setelah menerima laporan dari warga jajaran kepolisian Sektor Pendopo langsung terjun ke lokasi melakukan pengecekan dan pendataan. Tidak hanya itu, aparat kepolisian bersama-sama warga melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor yang menimbun rumah dan menutupi badan jalan lintas provinsi penghubung Kota Pagaralam-Bengkulu.

Kapolsek Pendopo, Iptu Hariyanto membenarkan telah terjadinya bencana alam tanah longsor yang menimpa warga di wilayah hukumnya. Menurutnya, rumah yang menjadi korban tersebut lokasinya memang berada di bawah tebingan. Awalnya, lokasi pembangunan rumah tersebut merupakan tebingan (bukit,red), namun kemudian digali dan diratakan, setelah tanah lapang rata, baru dibangunlah rumah, namun di belakang rumah menjadi tebing yang tinggi.

Bagus DiBaca Juga:   Muba Membangun Energi Indonesia

“Setelah menerima laporan masyaraka kita cek ke TKP, serta mendata korban. Tidak ada korban jiwa, melainkan hanya rumah yang mengalami rusak berat dan ringan, sehingga ditaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Ditambahkan Iptu Hariyanto, pihaknya menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, dikarenakan saat ini musim hujan, bila perlu masyarakat mengungsi ketempat yang lebih aman. 

“Warga masyarakat yang berkeinginan mendirikan bangunan rumah tempat tinggal di pinggir jalan raya tanpa memperhitungkan dampak dan resikonya. Dengan mengabaikan dampak itu, sedangkan umumnya di sepanjang aliran sungai Musi adalah rawan longsor,” jelasnya.

Lebih jauh, dirinya menganalisa, setelah musim kemarau panjang membuat tanah kering dan retak, sehingga setelah memasuki musim penghujan dengan curah hujan yang cukup tinggi dan terus menerus, membuat tanah tebingan cadas mudah longsor. Karena itu, diharapkannya, agar ditingkatkan koordinasi dengan unsur Tripika dan Kades untuk antisipasi bencana alam tanah longsor dan banjir. Selain itu, agar Bhabinkamtibmas bekerjasama dengan para Kades menghimbau warganya yang terletak di daerah rawan bencana tanah longsor dan banjir untuk berhati-hati dan waspada, jika dipandang perlu harus mengungsi.

Bagus DiBaca Juga:   PTBA Bantu Korban Kebakaran

“Diperlukan juga peningkatkan Patroli terutama pada jam dan tempat-tempat yang dianggap rawan bencana tanah longsor dab banjir,” katanya. (wwk)

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya