Layanan JKN Makin Mudah, Tak PerluKhawatir Biaya.
Palembang – Desi Damayanti (40), warga kecamatan Sako, duduk tenang bercerita tentang pengalamannya sebagai pesertaProgram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Desi mengakusejak tahun 2019, ia telah rutin memanfaatkan layanankesehatan melalui program ini, baik untuk dirinya maupun untuksalah satu anaknya.
Menurut Desi, ketepatan dan kemudahan layanan kesehatanadalah sesuatu yang selalu ia cari, terlebih sebagai seorang Ibu yang memiliki tanggung jawab besar terhadap tumbuh kembanganaknya. “Alhamdulillah, dari awal sampai sekarang saya tidakpernah mengalami kendala apa pun saat menggunakan JKN,” tuturnya lembut. Ia berkali-kali menegaskan bahwa seluruhproses pelayanan yang ia jalani selalu berjalan lancar tanpahambatan.
Desi juga mengungkapkan bahwa Ia percayakan JKN untukurusan berobat.
“Termasuk untuk proses lahiran ketiga buah hati saya, semuanyasaya gunakan JKN,” tegas Desi. Menurutnya, menggunakanJKN itu mudah, bahkan dengan KTP sudah bisa akses layananke Fasilitas Kesehatan.
Dalam penuturannya, Desi mengingat jelas kunjungan-kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan, baik pemeriksaan pribadimaupun kebutuhan terapi untuk anaknya. Salah satu pengalamanyang paling membekas baginya adalah pelayanan terapi wicarauntuk sang buah hati. Ia menjelaskan bahwa terapi tersebutsangat membantu perkembangan kemampuan komunikasianaknya, dan semua proses itu dapat ia jalani berkat dukunganpenuh dari JKN. “Terapi wicara anak saya juga saya manfaatkanpakai JKN. Sangat membantu, benar-benar meringankan,” katanya bersyukur.
Desi mengaku selalu diterima dengan baik di fasilitas kesehatantempat ia berobat. Tidak ada penolakan, tidak ada hambatanadministrasi, tidak ada prosedur yang mempersulit dan tidak adatambahan biaya apa pun. Baginya, keramahan petugas kesehatanmenjadi nilai tambah yang membuat ia semakin nyaman. Suasana ruang pelayanan yang rapi, antrean yang tertib, sertatenaga kesehatan yang komunikatif membuat setiap kunjunganterasa lebih ringan. “Saya merasa tenang karena setiap datangpasti dilayani dengan baik,” ucapnya.
Di akhir perbincangan, Desi menyampaikan harapan besar untukkeberlanjutan program JKN. Ia berharap program ini terusberkembang agar semakin banyak masyarakat mendapatmanfaat serupa. “Semoga JKN semakin maju dan makin bisamembantu banyak masyarakat,” ungkapnya penuh harap.
Kisah Desi menjadi gambaran nyata bahwa keberadaan JKN bukan sekadar program, melainkan jembatan penting bagimasyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, aman, dan manusiawi. Melalui suara para peserta seperti Desi, terlihat jelas bahwa manfaat JKN telah dirasakan langsunghingga ke sisi paling personal kehidupan keluarga Indonesia.









