oleh

Lapangan Sidayu dan Banyu Urip Hasilkan Tambahan Produksi

-Berita-177 views

Jakarta, Extranews — SKK Migas memastikanproyek Sidayu yang dilakukan oleh Kontraktor KontrakKerja Sama (KKKS) PT. Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) di Lapangan Sidayu, Ujung Pangkah, Jawa Timurakan onstream pada Agustus 2021.

 

Kepastian inidiperoleh setelah pelaksanaan kerja ulang Re-entry Sumur Sidayu – 4V yang mendukung pelaksanaanproyek, dilaporkan menghasilkan tambahan produksiminyak sebesar 4.100 – 4.300 BOPD dan gas sebesar2,07 MMSCFD. Hasil produksi tersebut diperoleh dari 2 lapisan Kujung yaitu K1Z2 dan K1Z3 yang diproduksikansecara commingle.

 

Berdasarkan test terakhir yang kami lakukan pada Selasa(17/8), hasil pemboran mengindikasikan produksi yang lebih besar dari perkiraan awal. SKK Migas mengapresiasikinerja  SIPL yang telah mengawal kegiatan dengan baik, sehingga dapat menghasilkan produksi maksimal. Sebelumnya, test produksi pada tanggal 15 Agustus 2021menunjukkan laju produksi hidrokarbon hasil stimulasilapisan K1Z3 menunjukkan laju produksi hidrokarbonsebesar 3.016 BOPD dan 0,8 MMSCFD.

 

Tetapi setelahdilakukan acidizing, perkiraan laju produksi yang diperolehmeningkat,” kata Kepala Divisi Pemboran SKK Migas, Surya Widiantoro di Jakarta, Rabu (18/8).

Lapangan Sidayu berlokasi sekitar 4 km dari lapanganutama Blok Pangkah di Ujung Pangkah, Jawa Timur.Pekerjaan kerja ulang Sumur Sidayu – 4V merupakanbagian dari Plan of Development (POD) Lapangan Sidayuyang disetujui SKK Migas pada tanggal 20 Oktober 2017dan menjadi salah satu dari 12 proyek yang dicanangkanSKK Migas untuk onstream di tahun 2021.

 

Berita Terkait!:   Jalin Silaturahmi Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Pekerjaan kerja ulang Sumur Sidayu – 4V rencananyadilakukan selama 37 (tiga puluh tujuh) hari dimulai sejaktanggal 13 Juli 2021 dan hingga saat ini masihberlangsung. Saat ini SIPL sedang melakukan tesproduksi setelah selesai melakukan stimulasi pada lapisanK1Z3 untuk meningkatkan performa produksi. Mengalirnyaminyak dari sumur Sidayu – 4V merupakan first oil padaLapangan Sidayu tersebut.

 

Keberhasilan kerja ulang Sumur Sidayu – 4V merupakanbagian dari komitmen SKK Migas dan SIPL dalamkegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi nasional untukberkontribusi dalam pemenuhan pasokan energiIndonesia di tengah pandemi Covid-19 sertaketidakstabilan harga minyak.

 

Sesuai dengan POD, setelah kerja ulang Sumur Sidayu – 4V masih terdapat tambahan 2 (dua) pekerjaan lanjutanyaitu kerja ulang Reentry Sumur SID – 3ST danpengeboran Sumur SD – 1. Produksi awal dari 3 (tiga) sumur Lapangan Sidayu tersebut ditargetkan mencapaisekitar 7.00 BOPD untuk minyak dan 3,9 MMSCFDuntuk gas. Produksi dari Lapangan Sidayu akanterhubung dengan fasilitas produksi lepas pantai di Well Head Platform – B (WHP-B) dan Compression Processing Platform (CPP) melalui pipa bawah laut.

Wilayah Kerja Banyu Urip – EMCL

Peningkatan produksi juga berhasil dilakukan di  WKBanyu Urip yang dikelola KKKS ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL). Kegiatan perawatan sumur di Sumur B01 danC02 yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timurdilaporkan berhasil menambah produksi hidrokarbonsebesar 8.000 BOPD. Pekerjaan perawatan sumur Gas Shut Off di Sumur B01 dan Acid Wash C02 merupakanbagian dari Plan of Development (POD) Lapangan Banyu Urip.

 

Berita Terkait!:   Pembangunan 20 Unit Jamban Masuk Tahap Akhir

Pekerjaan perawatan sumur Gas Shut Off di Sumur B01 dilakukan selama 21 (dua puluh satu) hari dimulai sejaktanggal 11 Juni 2021 sampai dengan 1 Juli 2021. Prinsipkerja pekerjaan Gas Shut Off adalah mengurangi rasioproduksi gas dengan menutup zona gas menggunakancasing patch. Adanya penurunan gas terproduksi dapatmengoptimalkan produksi minyak maupun kapasitasfasilitas produksi. Hasil tes produksi sebelum Gas Shut Offadalah sebesar 7.000 BOPD dan 17 MMSCFD, sedangkan setelah Gas Shut Off adalah sebesar 10.000 BOPD dan 4 MMSCFD.

 

Pekerjaan perawatan sumur Acid Wash di Sumur C02 dilakukan selama 13 (tiga belas) hari dimulai sejak tanggal7 Juli 2021 sampai dengan 19 Juli 2021. Prinsip kerjapekerjaan Acid Wash adalah melakukan pengasamanterhadap zona produksi dan peralatan downhole untukmengurangi terbentuknya scale. Hasil tes produksisebelum Acid Wash adalah sebesar 4.500 BOPD dan 1,5 MMSCFD, sedangkan setelah Acid Wash adalah sebesar9.500 BOPD dan 3,5 MMSCFD.

 

Tingkat produksi puncak lapangan Banyu Urip telahberlangsung selama 5 tahun atau 3 tahun lebih lama dariestimasi POD awal. Selain itu, tingkat produksi minyaksaat puncak juga sekitar 30 persen lebih tinggi darirencana tingkat produksi POD awal. Sesuai dengankarakteristik alamiah reservoir, Lapangan Banyu Urip jugamengalami penurunan laju produksi yang diindikasikandengan peningkatan rasio air, rasio gas serta terjadinyascale di beberapa sumur-sumur produksi.

 

Berita Terkait!:   Dodi Reza Support Pengembang Indonesia Bangun Rumah MBR di Muba

Keberhasilan perawatan sumur B01 dan C02 merupakanbagian dari komitmen SKK Migas dan EMCL untukkegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi dalam upayamenahan laju penurunan produksi, dengan operasi yang aman serta pengelolaan reservoir dengan penuh kehati-hatian sesuai dengan kapasitas fasilitas produksi yang tersedia. Selain Gas Shut Off dan Acid Wash, terdapatbeberapa pekerjaan perawatan sumur lain di Blok Cepu, yaitu reperforasi, downhole repair dan perawatan rutin.

Keberhasilan kedua lapangan migas tersebut adalahsalah satu kado hulu migas pada peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia. Tambahan produksi minyak di Sidayudan Banyu Urip sekitar 12.100 – 12.300 BOPD akanberkontribusi pada upaya pencapaian target lifting minyakdi tahun 2021.

TENTANG SKK MIGAS

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh pemerintah Republik Indonesia melaluiPeraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. SKK Migas bertugasmelaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyakdan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama.


Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supayapengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumimilik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaanyang maksimal bagi negara untuk sebesar-besarkemakmuran rakyat.Fk 

Komentar