MUARA ENIM-SUMSEL, ExtraNews – Kabupaten Muara Enim kembali menjadi pusat perhatian nasional. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Republik Indonesia, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan kerja sekaligus meluncurkan berbagai program strategis bersama Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Gubernur Sumatera Selatan.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Bupati Muara Enim dalam acara resmi yang berlangsung penuh kehangatan. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pantun pembuka serta ucapan selamat datang kepada Wamen BKKBN yang menurutnya memberikan “energi positif bagi percepatan pembangunan keluarga sejahtera di Bumi Serasan Sekundang.”
Dalam paparannya, Bupati membeberkan sejumlah capaian penting Kabupaten Muara Enim tahun 2025:
Jumlah penduduk,653.731 jiwa dengan jumlah Lansia lebih dari 39.000 jiwa
Kemudian Pertumbuhan ekonomi (PDRB Triwulan II 2025): 7,17% — tertinggi di Sumsel
Tingkat kemiskinan, 9,45% — terendah dalam 10 tahun terakhir
IPM: 73,77 — kategori tinggi
Umur Harapan Hidup: 74,82 tahun
“Data ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM, terutama lansia dan kelompok rentan, menjadi pondasi penting pembangunan daerah,” ungkap Bupati.
Deretan Program Strategis Diluncurkan
Pada kesempatan ini, Pemkab Muara Enim bersama BKKBN meluncurkan sejumlah program unggulan:
1. Kartu PKH Membara untuk Lansia, Yatim, Disabilitas, dan Dhuafa
Program ini menyasar 2.000 penerima, dengan total anggaran Rp4,8 miliar, dan bantuan Rp200.000 per bulan selama setahun.
Kartu ini juga memberikan akses ke layanan kesehatan, program pemberdayaan, dan bantuan sosial terintegrasi.
2. Sekolah Lansia Standar 2
Setelah Sekolah Lansia Standar 1 berjalan di lima kecamatan, kini diluncurkan Sekolah Lansia Tunggu Tubang Standar 2 di Semende Darat Laut.
Wisuda peserta Standar 1 dilakukan langsung oleh Wamen BKKBN.
3. Taman Asuh Sayang Anak
Dua Taman Asuh telah hadir melalui dukungan CSR Pertamina EP Limau Field dan PGN, dengan layanan:
pelatihan pengasuh,
fasilitas belajar,
pendampingan orang tua,
hingga rujukan kesehatan.
Ke depan, Pemkab juga menyiapkan Taman Asuh PKK di Gedung Sekretariat PKK sebagai pusat layanan pengasuhan anak berkualitas.
4. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk 1.614 Kader
Dengan premi Rp10.800 per bulan dan total anggaran Rp195 juta, langkah ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada kader IMP dan TPK, garda depan percepatan penurunan stunting.
5. Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)
Sebanyak 3.504 penerima telah mendapat bantuan nutrisi, bedah rumah, perbaikan sanitasi, dan edukasi melalui kolaborasi dengan berbagai BUMN/BUMD dan Baznas.
6. Program Besar RTLH, Sanitasi, dan Air Minum
Melalui APBD dan CSR 2025, Pemkab Muara Enim mengucurkan anggaran fantastis:
1.370 unit peningkatan kualitas RTLH – Rp30,8 miliar
105 unit pembangunan RLH baru – Rp6,8 miliar
1.455 unit sanitasi layak – Rp19,4 miliar
2.076 SR akses air minum – Rp23,6 miliar
Upaya ini menciptakan permukiman sehat dan berkelanjutan untuk masyarakat.
7. Penguatan Ekonomi Keluarga
Tercatat 176 kelompok UPPKA telah memiliki NIB dan 80 kelompok mendapatkan bantuan teknologi tepat guna.
8. Pelayanan KB dan MKJP
Sebanyak 3.000 akseptor MKJP difasilitasi melalui anggaran APBD ±Rp1 miliar.
Pemkab Ajukan Dukungan Mobil Pelayanan KB (MUYAN)
Di hadapan Wamen BKKBN dan Gubernur, Bupati juga menyampaikan permohonan agar Kabupaten Muara Enim mendapat dukungan Mobil Unit Pelayanan (MUYAN) KB pada usulan DAK Fisik 2027, mengingat luas wilayah dan kebutuhan pelayanan yang semakin meningkat.
Komitmen Pemkab untuk Terus Bersinergi
Di akhir sambutannya, Bupati menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk mendukung seluruh program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” ucapnya.
Acara ditutup dengan peluncuran resmi program-program BKKBN dan pantun penutup yang menggugah semangat membangun Muara Enim yang Maju dan MEMBARA. (nur)












