oleh

Ketua BPK RI Sebut Mahasiswa Unsri Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

 

(Ketua BPK RI Dr Agung Firman Sampurna SE MSi bersama Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggaff MSCF disela-sela Economics, Accounting and Business Conference di Gedung MM Unsri)

Ketua BPK RI Sebut Mahasiswa Unsri Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

Palembang, Extranews–Tak bisa dipungkiri bahwa era revolusi Industri 4.0 memaksa mahasiswa sebagai generasi muda harus siap menangkap peluang. Jika tidak, maka akan masuk dalam daftar pengangguran besar-besaran di era pesatnya teknogi dan informasi.

Selain harus peluang, mahasiswa juga mesti menghadapi ancaman terdegradasinya beberapa pekerjaan atau hilangnya pekerjaan-pekerjaan akibat teknologi.

Mulai dari taller bank yang mulai berkurang, pegawai pos, dan beberapa profesi lain karena tergerus oleh perubahan zaman.

Bagus DiBaca Juga:   25 Anggota DPRD Periode 2019-2024 Kota Pagaralam Resmi Dilantik

Demikian disampaikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Dr Agung Firman Sampurna SE MSi didampingi Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggaff MSCF usai memberikan Keynote Speakers pada Kegiatan Sriwijaya Economics, Accounting and Business Conference yang digelar Fakultas Ekonomi di Gedung Magister Managemen Unsri, Rabu (6/11/2019).

“Bagi yang tak siap dengan tantangan revolusi Industri 4.0 maka akan tergusur dan akan munculnya generasi pengangguran besar-besaran,”urainya.

Disisi lain Pria yang juga Ketua Ikatan Alulmni (IKA) Unsri ini menambahkan bahwa banyak peluang yang bisa ditangkap manakala peka dengan era 4.0 ini yakni munculnya para kesempatan kerja baru yang juga menjanjikan. Sebut saja industri games, analisis games dan lainnya.

Bagus DiBaca Juga:   Muba Dukung dan Siap Terapkan Aplikasi Songket

Namun demikian, meski era revolusi industri digadang-gadang menjadi pola digital besar-besaran akan tetapi harus juga diimbangi dengan society 5.0 yang sesungguhnya sangatlah penting bagi generasi muda.

“Karena society adalah konsep yang berfokus pada peran manusia sebagai sumber daya dalam era digital 4.0. Perkembangan society 5.0 mengandalkam big data yang terbentuk dari sensor yang terhubung melalui Internet of Things yang dianalisis menggunakan kecerdasan buatan sehingga nantinya akan mampu dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat,”jelasnya.

Sementara itu dikatakan Rektor Unsri Prof Dr Anis Saggaff MSCF bahwa dalam rangka menciptakan lulusan yang berkualitas dan siap masuk di era revolusi Industri 4.0 pihak Universitas Sriwijaya pun sudah melakukan berbagai terobosan.

Bagus DiBaca Juga:   Upacara HUT RI di Lubuklinggau, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Jadi Unsri sudah meramu bahwa perkuliahan tak boleh seperti dulu. Beberapa sistem perkualiahan sudah mulai menyesuaikan dengan perkualiahan online bersifat digital kerjasama akademik dan lainnya,”jelasnya.

Selain itu juga hadirnya dosen praktisi pun sudah dilakukan dan juga praktek lapangan sehingga mahasiswa menjadi lebih kenal langsung ke dunia lapangan kerja di era revolusi industri 4.0. Sug

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya