oleh

Kepala BNPT: Waspadai Radikalisme Intoleran di Tengah Pandemi

Labuan Bajo, Extranews — Di tengah pandemi covid -19 waspadai aksi radikalisme yang meningkat karena memanfaatkan situasi kenormalan baru. Aksi radikalisme ini nyata melalui media media sosial yang memasukkan konten konten radikal intoleransi ke media sosial.

Demikian dikemukakan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, pada pembukaan Rakernas FKPT ke-8 di Labuan Bajo, Selasa (2/3). 

Acara dihadiri Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Lotharia Latif, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Bupati Manggarai Barat,  Editasius Endi, Danrem 161/Wirasakti yang dalam hal ini diwakili oleh Dandim 1612/Manggarai, Letkol. Inf. Rudy M. Simangunsong, Danlantamal NTT yang dalam hal ini diwakili oleh Danposal Labuan Bajo, Lettu. Laut Dedy Erwantoni.

Dari FKPT Sumsel langsung dihadiri Ketua FKPT Sumsel Dr Periansyah. Menurut Peri sesuai arahan BNPT, peran FKPT agar dapat meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan semua unsur masyarakat dalam melakukan pencegahan aksi radikalisme teorisme.

Menurut Boy, kelompok radikal terorisme, situasi pandemi tidak membuat mereka berhenti, mereka tetap merencanakan, bahkan melakukan aksi.

Dalam catatan BNPT, ada ratusan orang diciduk oleh penegak hukum terkait kasus terorisme selama pandemi. Belum lagi serangan yang menimbulkan korban seperti yang terjadi kepada Polsek Daha

Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Mengapa  ini masih bisa terjadi, bahkan di tengah pandemi?

Maraknya serangan teroris dan propaganda kelompok radikal, bahkan semasa wabah Covid-19, memberikan sinyal kepada kita semua, bahwa ancaman terorisme masih nyata di sekitar kita. Namun demikian, untuk

mengatasinya tidak cukup hanya dengan penangkapan, penjara, atau bahkan peluru tajam semata, karena berakar pada ideologi yang keliru. “Oleh karena itu kita tidak boleh mengendorkan upaya pencegahan, dengan program deradikalisasi dan kontra radikalisasi, salah satunya melalui FKPT,” harap Boy. Boy juga mengapresiasi, bahwa pengurus FKPT, di antara kesibukan sehari-hari, meluangkan waktu untuk bekerja bersama. Bersama kita awali kerja berat ini dari Rakernas FKPT untuk menetapkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan masing-masing bidang, di dalam FKPT di 32 provinsi secara simultan. Tentu harapan kita program-program tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan, membawa dampak positif terhadap masyarakat. Boy juga menjelaskan aksi terorisme adalah fenomena di hilir. Adapun hulunya adalah kebencian, intoleransi, dan

Bagus DiBaca Juga:   Bakal Gelar Seminar Nasional, Pendidikan Islam Butuh Inovasi, HIMMPITARA Gaet Narasumber Kompeten

radikalisme. Oleh karena itu,  BNPT menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan tokoh masyarakat, untuk terus mendengungkan narasi damai, cinta tanah air dan sesama, serta wawasan kebangsaan, sebagai antidote atau vaksin virus radikalisme, baik secara offline maupun online.

Menurut Boy RAKERNAS Tahun 2021 diadakan di Labuan Bajo, NTT adalah sebagai bentuk kesetaraan dalam penentuan tuan

rumah berbasis Zonasi/Wilayah dimana tuan rumah Rakernas FKPT Tahun 2020 adalah DKI Jakarta mewakili Wilayah Barat, tuan rumah Rakornas FKPT Tahun 2020 adalah Bali mewakili Wilayah Tengah, dan tuan rumah Rakernas FKPT Tahun 2021 adalah Nusa Tenggara Timur mewakili Wilayah Timur.

Kedepanya mungkin bisa diadakan regional meeting untuk masing-masing wilayah, namun pelaksanaanya mungkin tidak bisa dilakukan pada tahun anggaran 2021 mengingat terbatasnya dukungan anggaran subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat karena mengalami pemotongan anggaran dalam 2 tahun terakhir yaitu di tahun 2020 dan 2021.

Boy mengingatkan, tahun ini merupakan tantangan buat kita semua, selain karena masih adanya COVID-19 dan pembatasan kegiatan, BNPT secara umum dan Subdit Pemberdayaan Masyarakat secara khusus harus mengalami pemotongan anggaran guna mendukung program pemerintah dalam penanganan COVID-19 yang salah satunya untuk pembelian vaksin.

Bagus DiBaca Juga:   Warga Belu Serahkan Dua Pucuk Senjata

Pemotongan anggaran ini berdampak pada kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dilakukan FKPT di daerah, dimana kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan secara offline harus merubah metode dan dilaksanakan secara online.

Perubahan metode kegiatan ini diharapkan tidak merubah capain yang selama ini telah diraih. Dengan perubahan ini diharapkan juga bahwa sosialisai mengenai pencegahan penyebaran Paham Radikal Terorisme dapat lebih luas jangkauannya karena sesuai dengan Hasil Penelitian BNPT tahun 2020 mengenai Litersi Digital, dimana orang- orang yang aktif di internet memiliki potensi radikalisme yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif di Internet.

Menurut Boy, Sosialisasi pencegahan terhadap penyebaran paham radikal terorisme harus terus dilaksanakan meskipun dengan segala keterbatasan. Salah satu bentuk sosialisasi tersebut tercermin dalam periode kepengurusan FKPT yang hanya selama 2 tahun dan dapat dipilih lagi untuk satu kali masa bakti berikutnya.

Pembatasan periodisasi ini, selain untuk regenerasi, bertujuan agar sosialisasi pencegahan paham radikal terorisme di masyarakat dapat semakin meluas karena orang-orang yang pernah menjadi pengurus FKPT diharapkan dapat menjadi agen perdamaian dan tetap bisa menkampanyekan mengenai pencegahan paham radikal terorisme di masyarakat.

“Bersama telah kita lalui kerja berat di tahun pandemi, dan sudah menanti tantangan berat di masa depan. Melalui momentum RAKERNAS FKPT ini, kami mengajak bapak/ibu pengurus FKPT untuk terus mempererat silaturrahmi dan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi, karena penting sekali untuk disadari bahwa kita adalah satu kesatuan, terpimpin, dan terorganisir secara berjenjang dengan baik,” ujar Boy.

Bagus DiBaca Juga:   Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden Bidang Sosial, Beri Suntikan Semangat Bagi Milenial FIFGROUP

Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Moch. Chairil Anwar, S.H, dalam laporannya, Rakernas ke VIII FKPT Tahun 2021 dengan tema besar “Kolaborasi untuk Indonesia”.

Virus Corona yang sedang mewabah dan menjadi pandemi di seluruh dunia, sehingga

kegiatan Rakernas ini mengurangi jumlah peserta dari biasanya, sekarang hanya mengundang 6 orang pengurus setiapprovinsi, dengan total 192 peserta dari 32 Provinsi se-Indonesia. Beberapa orang pengurus FKPT karena sesuatu dan lain hal, tidak dapat hadir disini. Bagi yang kurang sehat, kita kirimkan doa semoga diberikan kesembuhan. Bagi yang sedang dalam urusan lain, semoga dimudahkan segala urusannya.

Disamping itu, kita juga mengundang 1 orang peninjau dari tokoh organisasi masyarakat di Papua. Dengan do’a dan dukungan bapak/ibu semua, direncanakan akan dibentuk FKPT di Papua dan Papua Barat sehingga FKPT berdiri di 34 Provinsi.

Adapun Tujuan Rakernas FKPT ke-VIII yang dilaksanakan tanggal 2 Maret 2021 s.d. 5 Maret 2021 ini adalah Konsolidasi kebijakan dan strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT Tahun Anggaran 2021, Rakernas FKPT ke-VIII dilaksanakan secara hybrid (offline dan online) dimana 

acara offline dilaksanakan di Hotel La Prima dengan Peserta Ketua FKPT dan Kabid Penelitian. Kegiatan secara online dilaksanakan di dua yaitu Hotel Bintang Flores dengan peserta Kabid Agama, Sosial, Budaya dan Kabid Perempuan dan Anak. Hotel Jayakarta dengan Peserta Kabid Media, Massa, Hukum dan Humas dan Kabid Pemuda dan Pendidikan;

Hasil yang ingin dicapai, ujar Chairil, adalah terwujudnya  dialog antara pejabat utama BNPT bersama pengurus FKPT dari 32 Provinsi se-Indonesia. Fk 

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya