oleh

Kawah Puncak Gunung Bromo (3) #AgungTravelBlog

-Berita-343 views
Ucapan Terimakasih atas suksesnya HPN dan HUT PWI Sumsel ke 75
Gunung Batok dari Jalur Pendakian Kawah Gunung Bromo,
Terlihat Jelas Kaldera dan Puncaknya
Destinasi Utama Wisata Bromo tidak lain adalah Kawah Gunung Bromo, aktifnya Gunung Bromo sepanjang tahun membuat Asap Vulkanik Kawah Bromo menjadi hal yang paling dicari saat berkunjung kesini. Sebagai informasi Gunung Bromo terletak di ketinggian 2329 MDPL dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Kawah Bromo sendiri mempunyai diameter sepanjang 600-800 meter, kita bisa mengitari kawahnya dengan cara mendaki tangga di lereng Gunung Bromo atau bisa dibantu dengan mengendari kuda.

Mobil Jeep 4WD terparkir dibatas area terlarang, dibatasi dengan tiang-tiang batu yang berbaris dan dari sinilah perjalanan dimulai dengan melangkah sampai ke Puncak Gunung Bromo. Jika kalian tidak sanggup berjalan jauh (males jalan kaki jauh) bisa kok sewa kuda sampai tangga Gunung Bromo, jam operasionalnya dimulai pukul 06.00 WIB  dengan harga sewa Rp, 100.000-150.000,-. Tipsnya adalah mungkin masih bisa ditawar, dan buat kesepakatan yang jelas tentang rute yang diinginkan supaya tidak menyesal kemudian.

Inilah Tangga yang terkenal itu, terlihat penampakan Pure di
Samping Kanan. Tangga Kuning ini konon berjumlah 250,
Terlihat disamping adalah punggungan Gunung Batok
Karena saya adalah traveller super sejati, saya lebih memilih menggunakan kaki sendiri (biar irit). Untuk sampai ke Puncak Kawah Bromo kita harus berjalan menyisiri padang pasir diantara Gunung Batok dan Gunung Bromo, tidak jauh dari situ kita akan menemui Pure tempat para warga tengger melakukan ibadah (mayoritas agama Suku Tengger adalah Hindu). Saya pun berjalan sambil menikmati perjalanan, jalan dari parkir mobil sampai tanjakan Gunung Bromo cukup jauh menempuh perjalanan sekitar 30 menit dengan jalan santai. Dengan peluh yang sudah keluar dan nafas yang mulai berat saya berkhayal betapa nikmatnya menaiki kuda tanpa peluh lelah seperti ini, walaupun pada faktanya perjalanan belum mulai mendaki.

Setelah mulai mendekati puncak pendakian (belum mencapai tangga Kawah Bromo), masih tanah pasir seperti menyisiri aliran air. Tanjakan disini cukup membuat nafas berat bagi yang tidak biasa mendaki, disepanjang jalur ini ada beberapa pedagang makanan dan minuman sekedar melepas lelah. Setelah sampai di jalur tangga, kita akan dihadapkan dengan 250 anak tangga yang harus didaki. Tips jangan melihat keatas tapi lihatlah kebelakang kalian karena pemandangan sangat indah, Gunung Batok terlihat jelas dengan pemandangan lanskap pada pasir yang terbentang luasnya.

Asap tebal yang keluar dari Kawah Gunung Bromo, ini adalah
Penampakan Kawah Gunung Bromo.
Setelah sampai ditangga terakhir saya pun sampai ke Kawah Bromo, kalian bisa menyusuri kawah ini sampai ke posisi tertinggi Kawah Bromo. Lelahpun terbayar dengan rupa Kawah Bromo dari puncak Gunung Bromo, dari sini tercium bau belerang yang samar-samar tercium. Asapnya luar biasa tebal tidak pernah berhenti keluar dari kawah Bromo, ini menjadi daya tarik utama kawah Bromo. Dari posisi ini terlihat puncak Gunung Batok dengan jelas, tempat ini menjadi spot favorit untuk mengambil foto dengan background. Saya pun tidak tinggal diam, entah sudah berapa pose foto selfie yang saya ambil.

Pemandangan Dari Puncak Gunung Bromo, Luar Biasa Indah
Lukisan Sang Pencipta Allah SWT.
Jam menjelang siang kami harus berkumpul lagi ke parkiran, akhirnya sayapun turun dari puncak meninggalkan pemandangan yang indah ini. Perjalanan turun tidak terlalu lama, lebih cepat hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Saya sempat mampir sebentar ke Pure Suku Tengger, sayang sekali saat itu Pure tersebut tidak terbuka untuk umum jadi saya hanya bisa melihat dari luar. Tidak lama kamipun tiba di parkiran dan mencari makanan dan minuman di warung sekitar untuk menghilangkan rasa lelah, kamipun menikmati hidangan sambal menikmati alam pemandangan Taman Nasional Tengger Semeru.

Akhirnya waktunya kami untuk pulang, Jeep 4WD berjalan menyisiri Wilayah Bromo sampai pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Setelah sampai kami pun siap-siap untuk pulang kembali ke Kediri, rombongan kami sampai sekitar pukul 21.00 WIB sampai Pare Kediri. Perjalanan ke Bromo membuat saya bersyukur karena saya diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat ini, saya benar-benar takjub dengan pemandangan disana. Saya tidak heran jika Bromo menjadi daya tarik seluruh dunia untuk dikunjungi, karena memang benar-benar luar biasa pemandangan yang disajikan.

#VisitIndonesia #PesonaIndonesia #Bromo #JawaTimur

Perjalanan Sebelumnya à Bukit Pananjakan (1) Bukit Telettubies (2)

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya