oleh

Jembatan Tanjak Icon Baru Muara Enim

HPN XLVII Dan HUT PWI Ke 75 Provinsi Sumsel di Kabupaten Banyuasin

Tanjung Enim,Extranews- Jembatan Tanjung Enim II menjadi salahsatu perwujudan Tanjung Enim sebagai kota tujuan Wisata, yang didesain khusus menyerupai Tanjak (topi yang berbentuk segitiga lancip khas daerah Sumatera Selatan,red), dan warna cat kuning dipilih sebagai warna jembatan yang di ambil dari warna pada logo PT Bukit Asam Tbk, yang melambangkan matahari, yang berarti sumber energi, sehingga sesuai visi perusahaan untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan. Jembatan “Tanjak” Tanjung Enim II ini berlokasi di Klawas Kecamatan Lawang Kidul,Kabupaten Muara Enim,Sumatera Selatan, dan telah diresmikan penggunaannya oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Ir H Hasanuddin MSi, Senin (2/3).

Selain Dirut PTBA dan Sekda Muara Enim, turut hadir mendampingi peresmian, Komisaris Utama merangkap Independen ,Agus Suhartono dan jajaran direksi lainnya, GM UPTE,Suhedi, pejabat jenjang 1 dan 2, Camat Lawang Kidul, Drs Rachmat Noviar MSi, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Inf Safruddin dan Danrindam II Sriwijaya, Polsek Lawang Kidul, yang mewakili jajaran Forkopimda Lahat dan Ibu-ibu Persatuan Istri Karyawan Bukit Asam (Periska BA), Pusat dan Cabang Tanjung Enim, serta undangan lainnya.

Jembatan “Tanjak” Tanjung Enim II sendiri merupakan tipe jembatan Girder dengan panjang jembatan terbentang sepanjang 83,5 meter dengan lebar jembatan 10,8 meter yang menghubungkan dua sisi jalan yang terpisah oleh sungai Enim. Sementara lebar badan jalan jembatan 7,4 meter, trotoar 2 sisi 1,8 m. Sedangkan tinggi aksesoris jembatan 12,4 meter. Maksimal kendaraan 4,5 meter, dengan beban maximal kendaraan 50 ton, tekanan gandar 12 ton, dengan total panjang jalan beton 2 km, serta lebar jalan 2 jalur sepanjang 14 meter.

Bagus DiBaca Juga:   Nekat Bawa 40.000 Liter Solar Ilegal Dari Babat Toman ke Banyuasin Dijebloskan ke Penjara

Pimpinan Proyek (pimpro), Trisan Daddy dalam laporannya memaparkan, latar belakang dan tujuan pembangunan jembatan Tanjung Enim II bertujuan
dalam rangka mendukung rencana kota Tanjung Enim sebagai kota tujuan wisata dan mewujudkan jaringan transportasi yang berkesesuaian dengan kawasan perkantoran tambang, kompleks forestry dan silver pastura, kawasan pendidikan Bukit Asam Foundation (BAF) dan terkait rencana pembangunan Bandara.

“Sebagai konsultan perencana PT Bita Enarcon Engineering, pelaksana pekerjaan PT Brantas Abipraya (Persero), konsultan MK, PT Taram dan jangka waktu pelaksanaan dari 12 November 2018 hingga 31 Desember 2019, dengan nilai kontrak Rp. 56.153.590.000;-

Ruang lingkup pekerjaan meliputi struktur pekerjaan pembangunan jembatan bangunan struktur bawah terdiri dari pondasi Bore pile, Abutment, pilar jembatan, kemudian bangunan struktur atas terdiri dari balok garden beton pracetak prestressing, slab lantai kendaraan, Trotoar jembatan, ornamen jembatan dengan struktur rangka baja. Pekerjaan bangunan penunjang, kantor security (48 m2), Pos jaga (8 m2) dan pekerjaan pembangunan jalan utama,”tutupnya.

Bagus DiBaca Juga:   Bukit Asam Terima Sertifikat Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto dari UNESCO

Sementara itu, Camat Lawang Kidul, Drs Rachmat Noviar dalam sambutannya mewakili Plt Bupati Muara Enim dan juga Sekda Muara Enim mengucapkan selamat ulang tahun ke 39 kepada PT Bukit Asam Tbk, semoga semakin jaya dan sukses. Pada kesempatan itu juga ia menyampaikan bahwa jembatan “Tanjak” Tanjung Enim II cukup bagus, terlebih di latarbelakangi pemadangan aliran sungai Enim, dengan arsistik yang sangat bagus ini sangat pas sekali untuk menunjang kota wisata.

“Disamping memang jembatan itu dibangun untuk kelancaran dari kegiatan-kegiatan operasional produksi PTBA. Bapak ibu saya tau persis karena saya setiap hari lewat dari Muara Enim ke Tanjung Enim, itu dari pagi dan sore banyak warga masyarakat yang berfoto selfi pak atas jembatan,jadi mohon izin dari keamanan/security kalau ada warga kita yang masuk di batas jembatan tersebut mohon di izinkan,karena saat ini memang dunia nya Selfi pak, tadi baru saja saya lihat pak Suhedi GM UPTE dan ibu sudah Selfi saya tau,”ucap Rachmat Noviar, yang langsung di sambut gelak tawa tari para tamu undangan yang hadir.

Bagus DiBaca Juga:   Penanganan Kekerasan Perempuan Diperlukan Sinergi Semua Pihak

Lebih lanjut kata Camat Lawang Kidul ini, karena Tanjung Enim sudah menjadi atau di nyatakan sebagai kota Wisata, ia pun menyarankan agar di buatkan juga jembatan Tanjung Enim III yang berfungsi untuk mengurai kemacetan akibat padatnya lalu lintas di Tanjung Enim yang mencapai 200 lebih perjam.

“Saran pak Direktur, karena Tanjung Enim  menjadi kota wisata, saya tau persis ini sudah menjadi dokumen Andalalin. Jadi pada saat kita lagi pembahasan dokumen andalalin itu 200 lebih perjam lalulintas, itu artinya kepadatannya cukup tinggi, jadi saran kami disamping untuk memecah rekayasa lalulintas,kira nya disebelah kearah jalan baturaja, tepatnya depan/seberang kantor Kecamatan Lawang Kidul yang berlokasi di desa Keban Agung, itu juga dibuatkan jembatan,sehingga mobilitas operasional PTBA,”ujarnya.

“Jadi kalo nanti nya dari arah Muara Enim bisa lewat kearah jembatan Tanjung Enim II dan sebaliknya dari arah Baturaja bisa melintasi ke jembatan Tanjung Enim III, sehingga kedepan Tanjung Enim tidak tidak terjadi kemacetan yang parah, karena Tanjung Enim ini tidak mempunyai lahan yang luas lagi untuk melebarkan jalan yang ada di kota Tanjung Enim,”pungkasnya.hai

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya