Japan Mobility Show 2023, Setelah Bersalin Nama dan Fokus 

IMG 20231027 WA0015

 

Catatan Ilham Bintang

 

ExtraNews – Dulu namanya Tokyo Motor Show, sekarang menjadi Japan Mobility Show 2023 (JMS). Tak cuma nama, fokusnya pun bersalin rupa, lebih luas, dari pameran otomotif ke mobility yang menunjukkan persiapan masa depan industri transportasi secara lebih umum. Pengunjung pun dapat menyaksikan konsep mobililty berenergi listrik yang futuristik.Dari mobil terbang, kendaraan satu orang, sepeda hidrogen dan infrastruktur berbasis perangkat lunak.

Dua puluh lima wartawan pemimpin redaksi media pers Indonesia termasuk di antara ribuan pengunjung yang menghadiri pembukaan JMS 2023 di Tokyo, Jepang, Rabu (25/10/2023) pagi. Para wartawan itu diundang khusus Astra International ke Jepang 24 s/d 28 Oktober, termasuk untuk menyaksikan JMS 2023 yang oleh penyelenggara ditujukan menghidupkan kembali pameran industri utama Jepang tersebut. Mereka:
Arifin Asydhad ( Kumparan),
Arif Zulkifli ( Tempo), Budiman Tanuredjo ( Kompas), Herbert Timbo Siahaan (JakTV), Ilham Bintang ( CeknRicek), Karni Ilyas (tvOne), Kemal Effendi Gani (Swa), Primus Dorimulu ( InvestorTrust), Rosianna Silalahi (KompasTV), Uni Lubis (IDNTimes), Gaudensius Suhardi (Media Indonesia), Don Bosco Selamun (Metro TV), Hery Trianto (Bisnis Indonesia), Ardian Taufik Gesuri (Kontan),
Muhamad Ihsan (Warta Ekonomi) Sapto Anggoro (Tirto), Wisnu Nugroho (Kompas.co),
Metta Dharmasaputra (Katadata), Apreyvita Wulansari (BTV),Maria Benyamin ( Bisnis Indonesia) Titin Rosmasari (CNN), Irfan Junaidi (Antara), Petty S. Fatimah ( Femina). Rombongan ” Astra Japan Trip 2023″ dipimpin oleh Boy Kelana Subroto, Head of Corporate Communications Astra, dan staf
Wisnu Wijaya dan
Regina Panontongan. Selain mengunjungi JMS, selama di Jepang rombongan Astra Japan Trip 2023 juga beranjangsana ke Isuzu Fujisawa Plant, Museum Toyota di Nagoya.

BACA JUGA INI:   STRATEGI MEDCO E&P Tetap Produktif di Tengah Pandemi, Demi Tanggung Jawab Ketahanan Energi

JMS 2023 berlangsung 25 Oktober hingga 5 November di Tokyo Big Sight, yang sangat luas, dikenal sebagai Pusat Pameran Internasional Tokyo. Selama pameran, penyelenggara menargetkan 1 juta pengunjung.
Dua jam budget waktu berkeliling area JMS 2023 rasanya tidak bisa mengcover secara menyeluruh pameran yang menampilkan update teknologi dan inovasi terkini para pabrikan otomotif roda empat dan roda dua Jepang. Seperti disebut
JMS 2023 merupakan nama baru dari Tokyo Motor Show yang rutin diselenggarakan secara berkala setiap dua tahun sekali oleh Asosiasi
Produsen Otomotif Jepang (JAMA).
Pameran otomotif itu pertama kali diselenggarakan di Jepang pada tahun 1954.
Empat tahun lalu, 23-26 Oktober 2019, Astra Internastional juga mengundang wartawan pemimpin redaksi media pers Indonesia menghasiri Tokyo Motor Show ( TMS) dengan jumlah sama, bahkan kini mayoritas masih wajah sama pula menyaksikan JMS 2023. TMS terhenti pada 2021 lantaran pandemi Covid19.

// Alami penurunan //

Berdasarkan data Nikkei Asia, selama bertahun-tahun, TMS mengalami penurunan minat masyarakat Jepang terhadap mobil dan peralihan ke digital dibandingkan acara fisik dan pengalaman penjualan. Jumlah pengunjung mencapai puncaknya sebesar 2 juta pada tahun 1991 namun turun menjadi 770.000 pada tahun 2017. Kunjungan terbaru, pada tahun 2019, menarik 1,3 juta pengunjung. Namun, hanya 192 perusahaan yang berpartisipasi pada empat tahun lalu, turun dari jumlah 300 perusahaan pada tahun 1990an. Dengan perubahan nama dan fokus sekarang hampir 500 perusahaan meramaikan JMS 2023.
Selain stan perusahaan, pengunjung juga dapat secara visual membenamkan diri dalam Tokyo yang futuristik, menguji coba kendaraan generasi mendatang, dan menghadiri konser yang ditenagai oleh listrik yang berasal dari hidrogen.
JMS 2023 diharapkan menjadi sarana terbaru para pembuat mobil untuk memamerkan model-model terbaru dan inisiatif terbaru mereka. Bagi perusahaan-perusahaan mobil Jepang yang berupaya menghilangkan reputasi mereka sebagai perusahaan yang lamban dalam persaingan kendaraan listrik (EV) global, JMS 2023 merupakan kesempatan untuk menyoroti strategi elektrifikasi mereka. Seperti bisa disaksikan dalam JMS 2023 ini
Toyota meluncurkan SUV Land Cruiser listrik, serta dua konsep EV generasi berikutnya.
Di Stan Toyota kemarin, Dirut Astra International, Djonny Bunarto Tjondro, menyambut rombongan para wartawan pemimpin redaksi media pers Indonesia. Ia memastikan kesiapan Astra menyongsong era kendaraan listrik, bahkan ia menyatakan telah merintis pembangunan infrastrukturnya.

BACA JUGA INI:   506 Warga Kurang Mampu Dapat Sambungan Listrik Dari Bantuan Pegawai PLN S2JB

Di JMS 2023, Nissan Motor memperkenalkan empat mobil konsep EV, salah satunya akan dilengkapi dengan baterai solid-state, sebuah teknologi utama yang sedang dikembangkan dan dikomersialkan oleh para pelaku industri. Stan Honda Motor menampilkan model EV yang rencananya akan diluncurkan di Amerika Utara pada tahun 2024, serta konsep EV yang terbuat dari bahan daur ulang.

Mereka, para produsen itu, akan bersaing untuk menarik perhatian pengunjung melalui BYD China yang akan menampilkan SUV off-road dengan merek premiumnya Yangwang. Diluncurkan pada bulan Januari, merek ini menampilkan teknologi berkendara dan keselamatan terbaru dari BYD. Tiga model EV-nya akan segera tersedia di Jepang.

Produsen mobil Jerman Mercedes-Benz dan BMW serta platform pengembangan EV terbuka yang dipimpin Foxconn dari Taiwan, MIH Consortium juga termasuk di antara sekelompok kecil perusahaan asing yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.

BACA JUGA INI:   PTBA Luncurkan Program Pengentasan Kemiskinan untuk Warga Muara Enim

// Belum menyerah dengan hidrogen//

Meskipun kendaraan listrik mulai populer di kalangan pengemudi di seluruh dunia, industri otomotif Jepang belum menyerah dalam upaya menggunakan hidrogen sebagai cara lain untuk mendekarbonisasi sektor transportasi.
East Japan Railway ikut juga memamerkan kereta uji bertenaga hidrogen yang dilengkapi dengan sistem sel bahan bakar dan baterai penyimpanan. Sebuah konsep kendaraan roda empat dengan mesin hidrogen juga ditampilkan, berkat konsorsium penelitian yang dibentuk pada bulan Mei oleh Honda, Suzuki dan pembuat kendaraan roda dua besar Jepang lainnya.
JMS 2023 memang bertujuan untuk membangkitkan antusiasme terhadap bahan bakar melalui H2 Energy Festival.
JMS 2023 ini berlangsung 10 hari di panggung yang ditenagai oleh listrik yang berasal dari kendaraan hidrogen Toyota yang dipasang di tempat tersebut. Panggung itu akan menampilkan pertunjukan dari musisi populer, pencipta TikTok, komedian, hingga penari hip-hop. (rel)