oleh

Feby Deru Gagas RTHRA di Sumsel

HPN XLVII Dan HUT PWI Ke 75 Provinsi Sumsel di Kabupaten Banyuasin

YOGYAKARTA,EXTRANEWS  –   Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru.  Bersama Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya melakukan study banding  sekaligus menyerap ilmu dengan melakukan kunjungan ke  Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Di Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Brontokusuman Berlian, Yogyakarta,  Rabu (27/11).

Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota terkait dengan perlindungan anak. Namun pihaknya tetap berupaya menimba ilmu dengan study banding kesejumlah lembaga dan komunitas peduli anak.

“Ini menarik sekali. Banyak hal yang kita petik dan pelajari dari PATBM Brontokusuman. Kelurahan ini benar-benar ramah anak. Kita sudah lakukan sosialisasi ke kabupaten/kota melalui Pokja 1 PKK, dan sebagian besar punya ruang ramah anak” tutur Feby.

Bagus DiBaca Juga:   Era Disrupsi, Jokowi Siapkan Regulasi Terkait Perubahan Flatform

Dilanjutkan Ibu empat putri itu, dirinya juga segera menggagas dan mengkonsep agar Palembang memiliki RTHRA seperti yang ada di Yogyakarta. “Kita juga wujudkan RTHRA ini meski lokasinya belum kita tentukan. Namun pasti kita lakukan. Karena anak adalah masa depan kita, mereka membutuhkan ruang gerak untuk beraktivitas”, tandasnya.

Sementara itu Aminah Kepala Bidang P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak (PPA) Sumsel mengatakan, pada 2020 mendatang PPA Sumsel tetap fokus pada pendampingan terhadap korban kekerasan anak.

“Kita selalu memberikan pendampingan juga sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak. Masyarakat harus terus diedukasi dan dukungan semua pihak kita sangat harapkan,” tegas Aminah.

Bagus DiBaca Juga:   Pengurus SMSI Kalimantan Selatan Periode 2019 - 2024 Dilantik.

Dilain pihak Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)  Dinas PPA Sumsel, Musharminah mengatakan pencegahan kekerasan terhadap anak bisa secara optimal dilakukan jika masyarakat mempunyai kesadaran.

“Seringkali dijumpai terjadinya kekerasan terhadap anak akibat masyarakat di lingkungan terdekat cenderung abai. Sudah kita lakukan upaya-upaya agar masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian, yang pada akhirnya dapat menekan terjadinya kekerasan terhadap anak” ujarnya.

Ketika berkunjung di PATBM Brontokusuman Berlian ini, Feby Deru bersama Fauziah Mawardi Yahya menyimak penjelasan dan paparan Aris Badarudin Toha, Ketua Seksi PATBM Brontokusuman Berlian, divisi bidang pembinaan karakter anak.

Dalam paparannya di hadapan Ketua TP PKK Sumsel, Aris menjelaskan latar belakang terbentuknya PATBM Brontokusuman yang merupakan sebuah gerakan dari masyarakat yang berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan respon cepat terjadinya kekerasan terhadap anak dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak. Sejumlah program kerja seperti perlindungan dan pelayanan terpadu meliputi penanganan psikologis dan spiritual, medis, hukum dan sosial ekonomi bagi korban kekerasan terus diberikan.Red

Bagus DiBaca Juga:   Mariatul Fadilah Dilantik Jokowi Bersama 16 Anggota KKI di Istana Negara

 

Komentar

Berita Hangat Terbaru Lainya